Bahas Tarif Trump, Presiden Prabowo Sambangi PM Anwar Ibrahim

Presiden Prabowo mendadak terbang ke Malaysia. Pertemuan dengan PM Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur mengawali pertemuan para menteri ekonomi ASEAN pekan depan.

06 Apr 2025 14:47 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (6/4/2025) pukul 14.25 WIB.

Menurut rencana, Presiden akan bersilaturahmi dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sekaligus membahas langkah menghadapi tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para mitra dagang AS, termasuk Indonesia dan Malaysia.

”Iya betul. Nanti malam akan bertemu PM Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur dan akan langsung kembali ke Jakarta malam ini juga,” kata Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya melalui pesan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat tiba untuk memimpin rapat terbatas bersama beberapa menteri di ruang kerja presiden, Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Rapat membahas rencana kenaikan upah minimum nasional tahun 2025. Pemerintah berencana menaikkan upah minimum nasional sebesar 6,5 persen pada tahun 2025. Hadir dalam rapat terbatas Menteri Koordinator (menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kompas/Hendra A Setyawan

Pertemuan dengan PM Anwar Ibrahim disebut Teddy sebagai silaturahmi dalam suasana Lebaran.

”Pak Presiden Prabowo sangat menghormati PM Anwar sebagai seorang pemimpin senior di ASEAN yang mempunyai pengalaman panjang. Beliau lebih dulu menjadi perdana menteri, secara usia juga lebih senior dan beliau adalah sahabat lama Pak Presiden,” tutur Teddy menambahkan.

Namun, tak hanya itu, saat ditanya apakah Presiden akan membahas tarif Trump dengan PM Anwar Ibrahim, Teddy menjawab, ”Tentunya kalau kedua pemimpin negara sudah bertemu, pastinya akan membahas banyak hal, ya.”

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1/2025).

Keberangkatan Presiden Prabowo ini terbilang mendadak. Sebab, sebelumnya, telah dipersiapkan perjalanan Presiden Prabowo ke lima negara di Timur Tengah mulai Senin (7/4/2025).

Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 14.00 WIB. Karena hujan deras mengguyur, pesawat baru bisa lepas landas sekitar pukul 14.25 WIB.

Dua hari sebelum ini, Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim sempat berbincang melalui sambungan telepon untuk membahas langkah untuk menghadapi tarif Trump.

Presiden Prabowo Subianto menerima ucapan selamat hari raya Idul Fitri, di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Ucapan selamat diterima Presiden dari berbagai kepala negara dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sampai Presiden Perancis Emmanuel Macron.

PM Anwar mengunggahnya di akun @anwaribrahim_my di media sosialnya, Jumat (4/4/2025). Saat itu, Anwar bahkan menyebut telah berdiskusi bukan hanya dengan Presiden Indonesia, melainkan juga dengan mitra-mitra lain di ASEAN, yakni Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan PM Singapura Lawrence Wong.

”Sebagai Ketua ASEAN, Malaysia komit untuk menghasilkan konsensus di antara negara-negara anggota dan memastikan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam negosiasi perdagangan, termasuk dalam kerangka dialog ASEAN-AS,” tulisnya dalam bahasa Melayu dan Inggris.

Selain itu, para menteri ekonomi dari negara-negara ASEAN akan bertemu pada pekan ini untuk membahas isu tersebut. Harapannya, lanjut PM Anwar, ada jalan keluar terbaik untuk semua negara anggota.

PM Singapura Lawrence Wong pun menyampaikan sudah berdiskusi mengenai tarif Trump dengan PM Ibrahim. Dia pun menegaskan Singapura akan terus bekerja sama dengan Malaysia dan ASEAN untuk memperkuat integrasi ekonomi regional dan berinteraksi secara konstruktif dengan para mitra perdagangan global.

Presiden Prabowo Subianto bertemu sejumlah pemimpin negara sembari menunggu sesi pertama KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024) dimulai. Di ruang tunggu yang ada di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Presiden Prabowo tampak berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kedua dari kanan), PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan PM Viet Nam Pham Minh Chinh.

PM Lawrence pun sudah menyampaikan kepada warganya mengenai implikasi tarif Trump yang harus dihadapi bersama dalam rekaman yang dikeluarkan pada Sabtu (5/4/2025).

PM Lawrence menyebut Amerika Serikat mengabaikan sistem yang sudah ada dan melanggar kerangka kerja Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kendati dampak ke Singapura diperkirakan masih terbatas saat ini, masalah akan meluas apabila negara-negara lain memberlakukan hal yang sama dengan AS, mengabaikan WTO dan berdagang hanya dengan syarat sesukanya per negara mitra.

”Singapura sudah memutuskan untuk tidak menerapkan tarif pembalasan, tetapi negara lain belum tentu memutuskan hal sama. Karenanya, perang dagang global bisa berkembang. Akibatnya, tarif semakin naik dan ketidakpastian semakin kuat. Ini akan semakin memberatkan ekonomi global, perdagangan dan investasi internasional melambat, demikian pula pertumbuhan ekonomi global akan melambat,” tuturnya.

Infografik halaman 1 Kebijakan Tarif Donald Trump

Dia pun mengakui, Singapura sebagai negara yang sangat mengandalkan perdagangan akan mengalami pukulan yang lebih berat ketimbang negara lain. PM Lawrence pun mengajak semua warganya untuk lebih kuat menahan guncangan yang mungkin terjadi.

Sebelumnya, pada 2 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan daftar tarif dagang baru dan menerapkan tarif timbal balik kepada negara-negara mitra dagangnya. Indonesia sendiri terkena tarif timbal balik 32 persen, ini hanya 2 persen lebih rendah dari tarif yang dikenakan kepada China.

Bagi Indonesia, AS adalah sumber surplus perdagangan yang penting. Pada 2024, Indonesia mendapatkan surplus 16,08 miliar dollar AS dari perdagangan dengan AS.

Namun, AS mencatat defisitnya mencapai 17,9 miliar dollar AS pada 2024. Karena itu, RI dikenai bea masuk impor sampai 32 persen. Hal ini diperkirakan berimbas pada penurunan impor mebel, produk alas kaki dan tekstil, serta elektronika dari Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra