Banjir di Bandar Lampung, Lebih dari  14.000 Rumah Terdampak

Banjir menyisakan lumpur dan tumpukan sampah yang terbawa dari aliran sungai.

20 Jan 2025 09:10 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung mencatat, sebanyak 14.160 rumah warga terdampak banjir yang menerjang Kota Bandar Lampung pada Jumat (17/1/2025) lalu. Banjir yang melanda 16 kecamatan itu juga membuat 11.223 jiwa terdampak.

”Sampai saat ini kami masih terus melakukan pendataan. Namun, jumlah perhitungan sementara memang sudah lebih dari 14.000 rumah yang terdampak banjir,” kata Wahyu Hidayat dari Humas BPBD Lampung saat dikonfirmasi, Senin (20/1/2025).

Ia merinci, ada lima kecamatan yang paling parah terdampak banjir, yaitu Kecamatan Bumi Waras dengan jumlah terdampak mencapai 2.989 rumah, Panjang sebanyak 2.880 rumah, Kecamatan Teluk Betung Timur sebanyak 2.193 rumah, Teluk Betung Selatan sebanyak 1.904 rumah, dan Teluk Betung Barat sebanyak 1.007 rumah.

Selain itu, ratusan rumah di Kecamatan Teluk Betung Utara, Kedaton, Rajabasa, Kedamaian, Labuhan Ratu, dan Sukarame, Tanjung Seneng, Tanjung Karang Timur, Way Halim, Enggal, dan Sukabumi juga terdampak banjir.

Dari total 20 kecamatan di Bandar Lampung, hanya empat kecamatan yang tidak terdampak banjir. Empat kecamatan itu, yakni Kecamatan Langkapura, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Pusat, dan Kemiling.

Sebelumnya diberitakan, banjir menerjang sejumlah daerah di Bandar Lampung setelah hujan deras mengguyur selama lebih dari tiga jam pada Jumat (17/1/2024) sore. Selain membuat belasan ribu rumah terdampak, banjir juga merenggut dua korban jiwa.

Sisa lumpur banjir terlihat di permukiman padat penduduk di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu (18/1/2024).

Korban meninggal adalah Bakhtiar (60), warga yang terseret arus di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung. Sebelum terseret banjir, korban diketahui sedang memperbaiki genteng rumah yang bocor saat hujan deras.

Namun, korban tidak sengaja tergelincir dan jatuh ke aliran sungai yang berada di samping rumahnya. Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (18/1/2025), terseret pada jarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Selain korban tewas akibat terseret banjir, Suhendi (30), warga Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, juga dilaporkan tewas akibat tersengat aliran listrik. Saat banjir terjadi, korban tidak sengaja memegang tiang listrik bertegangan tinggi hingga tewas.

Selain di Bandar Lampung, banjir juga dilaporkan terjadi di lima kabupaten lain, yakni Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat. BPBD Lampung meminta warga untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan karena hujan deras diprediksi masih akan mengguyur wilayah Lampung selama beberapa pekan ke depan (Kompas.id, 18/1/2025).

Sisa lumpur di salah satu rumah warga di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung pada Sabtu (18/1/2025).  Sehari sebelumnya, kawasan itu diterjang banjir.

Menyisakan lumpur

Banjir melanda di Bandar Lampung, salah satunya terjadi akibat meluapnya Sungai Belau yang melintasi beberapa kecamatan di wilayah Teluk Betung. Saat banjir bandang menerjang kawasan itu, ratusan rumah yang berada di bantaran sungai di Kecamatan Teluk Betung Selatan itu terendam air hingga setinggi 2 meter. Arus air yang deras membuat sejumlah perabotan warga hanyut terbawa aliran sungai yang mengarah ke laut melewati Teluk Betung.

Meskipun saat ini banjir sudah surut, lumpur tebal masih terlihat di gang-gang kecil permukiman padat penduduk tersebut. Banjir juga menyisakan tumpukan sampah yang terbawa dari aliran sungai.

Dari keterangan sejumlah warga, Kelurahan Pesawahan yang berada di dekat bantaran sungai memang kerap dilanda banjir saat musim hujan. Banjir biasanya hanya merendam rumah dengan ketinggian 1 meter. Namun, tahun ini merupakan banjir yang terparah selama kurun waktu satu dekade terakhir.

Sebelumnya, banjir bandang juga pernah melanda kawasan tersebut pada tahun 2016. Setelah itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung membangun beronjong sungai di sisi kiri dan kanan untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda daerah itu. Namun, kali ini, Sungai Way Belau meluap karena intensitas hujan yang cukup deras.

Sisa lumpur banjir di salah satu rumah warga di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, membersihkan sisa lumpur pada Sabtu (18/1/2025).

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Hariyanto mengatakan, saat banjir menerjang Kota Bandar Lampung, curah hujan yang mengguyur ibu kota provinsi itu tercatat mencapai 97,4 milimeter. Menurut dia, masyarakat harus tetap waspada karena hujan deras diprediksi masih akan mengguyur wilayah Lampung selama beberapa hari ke depan.

Pada Senin (20/1/2025), BMKG Lampung mengeluarkan peringatan diri cuaca buruk di Lampung. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang diprediksi masih akan mengguyur wilayah bagian barat di Lampung, antara lain di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat Lampung. Hujan diprediksi meluas ke sejumlah wilayah lain, meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .