Banjir Rendam Songkhla, Laga 10 Cabor SEA Games Thailand 2025 Dipindah ke Bangkok

Lokasi pertandingan pencak silat hingga tinju SEA Games Thailand, yang tadinya akan digelar di Songkhla, akan dipindahkan ke Bangkok akibat banjir.

28 Nov 2025 06:32 WIB · Olahraga

AP/Arnun Chonmahatrakool

Oleh Rebiyyah Salasah

BANGKOK, KAMIS — Pertandingan 10 cabang olahraga di SEA Games Thailand 2025 yang dijadwalkan digelar di Provinsi Songkhla akan dipindahkan ke Bangkok. Banjir yang melanda Songkhla dan kekhawatiran atas kondisi tempat penyelenggaraan pertandingan setelah air surut jadi alasan pemindahan tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Thailand Chalitrat Chantarubeksa mengatakan, keputusan pemindahan itu diambil pada rapat hari Kamis (27/11/2025). Rapat dihadiri Ketua Komite SEA Games Ke-33 Chaiyapak Siriwat Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn, dan perwakilan dari setiap negara peserta.

Quote

Selain kekhawatiran apakah air banjir akan surut tepat waktu, kondisi tempat-tempat yang sebelumnya telah ditentukan juga menjadi perhatian utama.

Semua negara mengkhawatirkan apakah tempat pertandingan, terutama yang berada wilayah selatan Thailand, dapat dipulihkan tepat waktu. SEA Games akan dihelat kurang dari dua pekan lagi dengan upacara pembukaan digelar pada 9 Desember 2025.

”Selain kekhawatiran apakah air banjir akan surut tepat waktu, kondisi tempat-tempat yang sebelumnya telah ditentukan juga menjadi perhatian utama. Beberapa negara juga khawatir tentang kemungkinan penyebaran penyakit akibat banjir,” kata Chantarubeksa kepada Bangkok Post.

Foto udara menunjukkan banjir yang merendam kendaraan di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, Rabu (26/11/2025).

Pada Kamis, Reuters melaporkan, banjir perlahan surut di Hat Yai, kota terbesar di Provinsi Songkhla sekaligus wilayah paling parah dilanda banjir di Thailand. Pemerintah Thailand mengatakan, 55 orang tewas dalam banjir parah yang melanda di sembilan provinsi di selatan Thailand.

Chantarubeksa menambahkan, setiap asosiasi olahraga mencari lokasi baru di Bangkok untuk perlombaan yang terdampak. Sebagai tuan rumah, Thailand juga akan mempertimbangkan cara memberikan kompensasi kepada negara-negara peserta karena beberapa atlet telah memesan tiket pesawat dan akomodasi di Songkhla.

Awalnya, Provinsi Songkhla yang berada di wilayah selatan Thailand itu direncanakan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan dan perlombaan sepuluh cabang olahraga bela diri, olahraga air, dan olahraga tradisional yang memperebutkan 109 medali emas. Sejumlah cabang olahraga (cabor) itu meliputi tinju, pencak silat, sepak bola, catur, judo, kabaddi, karate, gulat, petanque, dan wushu.

Selain Songkhla, terdapat sembilan wilayah lain ditetapkan sebagai tempat perhelatan SEA Games 2025. Venue pertandingan tersebar di Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, Samut Prakan, Nakhon Pathom, Chonburi, Rayong, Chiang Mai, dan Ratchaburi. Bangkok, Chonburi, dan Songkhla menjadi wilayah utama yang menjadi tuan rumah pertandingan tersebut.

Seorang pria mendorong wadah berisi minuman sambil mengarungi banjir di sebuah toko swalayan yang terendam banjir di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, Rabu (26/11/2025).

Namun, banjir besar melanda Songkhla setelah hujan deras yang turun pada pada 19-21 November 2025. Analsis Badan Pengembangan Teknologi Geoinformatika dan Antariksa (GISTDA) Thailand, dikutip dari Nation, menunjukkan, curah hujan di Hat Yai, kota terbesar di Songkhla, mencapai 630 milimeter. Curah ini lebih tinggi dari puncak curah hujan sebelumnya yang mencapai 428 milimeter pada 2010.

Curah hujan ekstrem ini, yang merupakan salah satu yang terderas dalam beberapa dekade, menyebabkan banjir parah di Hat Yai. Beberapa wilayah juga terendam air setinggi lebih dari 3 meter. Hujan deras tersebut menyebabkan kerusakan luas pada rumah, jalan, dan infrastruktur.

Daerah aliran Sungai U-Tapao, yang mengalir melalui Hat Yai sebelum bermuara ke Danau Songkhla, merupakan salah satu daerah aliran sungai yang penting di wilayah tersebut. Daerah aliran sungai bagian atas bergunung-gunung, dengan medan yang curam, sedangkan bagian tengah dan bawahnya merupakan daerah datar serta padat penduduk seperti Hat Yai.

Topografi ini memperparah masalah banjir karena limpasan deras dari pegunungan mengalir deras ke dataran rendah tanpa penghalang alami yang memperlambatnya. Sementara itu, pembangunan perkotaan yang padat di Hat Yai mencegah air meresap ke dalam tanah sehingga menyebabkan akumulasi air lebih lanjut dan drainase yang lebih lambat.

Seorang anak ditolong turun dari perahu setelah diselamatkan dari banjir di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand selatan, Rabu (26/11/2025). Selain di Thailand, Malaysia juga menghadapi bencana banjir akibat hujan monsun.

Selain curah hujan yang tinggi, banjir ini juga diawali hujan yang stagnan. Hujan turun terus-menerus selama beberapa hari tanpa jeda. Hujan deras yang berkepanjangan ini menggenangi tanah, membanjiri sistem drainase, dan menyebabkan aliran air yang terus-menerus ke Sungai U-Tapao, yang selanjutnya membanjiri infrastruktur setempat.

Juru bicara Pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan, penyebab banyaknya korban tewas akibat banjir antara lain terseret arus, tenggelam, tersengat listrik, dan tanah longsor. Departemen Irigasi Kerajaan mengatakan, hujan dan pasang surut di selatan telah berkurang dan banjir akan segera berakhir kecuali jika terjadi hujan lebat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan