Bantuan China-India Mulai Masuk Myanmar

Korban tewas dikhawatirkan bisa mencapai ribuan orang. Gempa Myanmar merusak sampai 1.000 kilometer dari episentrumnya.

29 Mar 2025 11:22 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

NEW DELHI, SABTU — Komunitas internasional siap mengirim bantuan ke Myanmar yang baru diguncang gempa. Kerusakan jalan, jembatan, dan bandara akan menyulitkan pengiriman bantuan. Hingga Sabtu (29/3/2025) siang, korban tewas di Myanmar hampir mencapai 700 orang.

Kantor berita Xinhua melaporkan, tim tanggap darurat dari Yunnan, China, tiba di Yangon, Myanmar, pada Sabtu (29/3/2025). Xinhua menyiarkan foto kedatangan itu. Selain tim tanggap darurat, China mengirimkan lima ton bantuan.

Sementara Menteri Luar Negeri India S Jaishankar mengumumkan pesawat Angkatan Udara telah menuju Myanmar pada Sabtu (29/3/2025). Pesawat mengangkut makanan siap saji sampai selimut. Sejumlah anggota tanggap darurat India juga ikut dalam pesawat itu. ”Mengirimkan gelombang perdana bantuan kemanusiaan darurat untuk warga Myanmar,” katanya.

China dan India menjadi negara pertama yang mengirim bantuan ke Myanmar. Adapun Kementerian Luar Negeri Malaysia, tim pendahulu dari Badan Penanggulangan Bencana, diberangkatkan pada Sabtu. Tim lanjutan dijadwalkan terbang pada Minggu.

Quote

Kami tidak bisa menolong karena tidak cukup tenaga manusia dan peralatan.

Sejumlah negara lain menjanjikan bantuan setelah Myanmar diguncang gempa pada Jumat (28/3/2025). ”Indonesia siap menyediakan semua dukungan untuk upaya pemilihan di area terdampak,” kata Presiden RI Prabowo Subianto.

Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah menghubungi sejumlah pihak di Myanmar. AS akan segera mengirim bantuan.

Adapun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, mengatakan, para ahli bencana USAID siap diberangkatkan untuk membawa bantuan pangan dan perlengkapan mengolah air layak minum. ”USAID tetap mempertahankan kelompok ahli bencana yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu jika terjadi musibah di mana pun. Kita sudah siap berangkat. Jika ada permintaan bantuan, kita akan berangkat dan menolong,” kata Bruce.

Bantuan dari India untuk Myanmar dimuat di pesawat C-130 pada Jumat (28/3/2025) malam. India menjadi negara pertama yang segera mengirimkan bantuan ke Myanmar selepas gempa.
Angkatan Udara India mempersiapkan pengiriman bantuan ke Myanmar, Jumat (28/3/2025).
Bantuan kemanusiaan India untuk Myanmar siap dikirimkan pada Jumat (28/3/2025).

Kesiapan masyarakat internasional membantu disampaikan setelah pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, memohon bantuan kepada pihak internasional. Min menyampaikan permohonan lewat pidato pada Jumat malam. ”Saya menyatakan keadaan darurat dan memohon bantuan internasional,” ujarnya sebagaimana dikutip media resmi junta, Global New Light of Myanmar.

Episentrum gempa pada Jumat siang itu berada di Sagaing, negara bagian di Myanmar utara. Kota besar terdekat dari sana adalah Mandalay. Ibu kota Myanmar, Naypyidaw, berada 200 kilometer di selatan episentrum gempa.

Berbagai bangunan di Yangon, kota terbesar sekaligus bekas ibu kota Myanmar yang berada hampir 600 kilometer di selatan Sagaing, juga rusak akibat gempa.

Sejumlah jembatan di dalam radius 500 kilometer dari Sagaing roboh setelah gempa. Selain itu, sejumlah jalan raya ambles karena tanah terbelah. Jembatan Sagaing Lama dan Jembatan Dokhtawady adalah sebagian yang ambruk selepas gempa.

Gempa merusak bangunan sampai Bangkok, Thailand, yang berada 1.000 kilometer dari Sagaing. Thailand menyebut, setidaknya 11 provinsi terdampak gempa Myanmar.

Kerusakan dilaporkan di Samut Sakhon, Chiang Mai, Chiang Rai, Phrae, Mae Hong Son, Lampang, Chainat, Lamphun, Loei, Kamphaeng Phet, dan Bangkok. Sejumlah provinsi lain masih menilai dampak gempa.

Bangkok menetapkan gempa itu sebagai bencana besar. Banyak bangunan roboh yang menimpa orang dan aneka benda. Pemerintah daerah diizinkan menetapkan keadaan darurat bila memang diperlukan. Sementara pemerintah pusat siaga 24 jam untuk membantu pemerintah daerah.

Jumlah korban terus bertambah

Dalam pernyataan pada Sabtu, junta Myanmar menyebut 694 orang tewas dan sedikitnya 1.670 lain cedera di Mandalay. Jumlah korban tewas, hilang, dan cedera di berbagai kota lain dikhawatirkan terus bertambah.

Badan geologi AS, USGS, menyebut korban tewas bisa mencapai ribuan orang di Myanmar saja. Hal itu berdasarkan episentrum gempa yang hanya berada 10 kilometer dari permukaan Bumi. Gempa bisa merobohkan bangunan hingga 1.000 kilometer dari episentrumnya.

Mengacu pada jumlah korban tewas di Mandalay pada Sabtu pagi, kekhawatiran USGS mungkin terjadi. Selain di Myanmar, korban tewas telah dilaporkan ditemukan di Thailand.

Myanmar, yang dikucilkan komunitas internasional selepas kudeta Februari 2021, amat membutuhkan pertolongan. Walakin, bukan pengucilan itu menjadi masalah untuk membantu Myanmar.

Direktur World Vision Myanmar Kyi Minn menyebut, kerusakan beberapa jalan dan jembatan menyulitkan tim penolong mencapai lokasi. Kepala Dokter Lintas Batas (MSF) di Myanmar Federica Franco menyoroti putusnya saluran telekomunikasi selepas gempa. ”Di beberapa area sama sekali tidak ada sinyal (black out),” kata Franco.

Sebelum gempa, sebenarnya banyak infrastruktur Myanmar dalam keadaan buruk. Perang saudara puluhan tahun menyulitkan pembangunan di berbagai lokasi.

In this image provided by The Myanmar Military True News Information Team, a soldier provide security while vehicles make their ways near damaged road caused by an earthquake Friday, March 28, 2025, in Naypyitaw, Myanmar. (The Myanmar Military True News Information Team via AP)

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak, Unicef, sedang menanti pemeriksaan tim lapangan soal kondisi terakhir. Pemeriksaan untuk menentukan cara terbaik mengirimkan bantuan ke Myanmar.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyiapkan pasokan bantuan dari gudang terdekat dari lokasi. Palang Merah Internasional (ICRC) juga menyiapkan hal serupa.

Junta Myanmar menyatakan, cadangan darah dibutuhkan dalam jumlah besar untuk perawatan para korban. Dengan ribuan korban cedera di Mandalay saja, kebutuhan bisa mencapai ribuan kantong darah.

Di Amarapura, kota kuno dekat Mandalay, dari satu rumah susun saja dievakuasi 30 jenazah. ”Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kota kami seperti hancur seluruhnya,” kata salah satu anggota tim penyelamat.

”Banyak teriakan minta tolong dari dalam reruntuhan bangunan. Kami tidak bisa menolong karena tidak cukup tenaga manusia dan peralatan untuk menyingkirkan puing–puing. Namun, kita akan terus berjuang menolong korban,” kata pria tersebut.

Myanmar's military chief Min Aung Hlaing (C) arrives to meet earthquake survivors gathered in the compound of a hospital in Naypyidaw on March 28, 2025, after an earthquake in central Myanmar. A powerful earthquake rocked central Myanmar on March 28, buckling roads in capital Naypyidaw, damaging buildings and forcing people to flee into the streets in neighbouring Thailand. (Photo by Sai Aung MAIN / AFP)

Sementara di Bangkok, evakuasi antara lain terjadi di kawasan Chatuchak. Ada gedung 33 lantai yang roboh dan menimpa para pekerjanya. Menteri Pertahanan Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan, sudah tujuh orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Salah seorang anggota regu penolong, Songwut Wangpon, mengevakuasi beberapa jenazah. Gedung tersebut adalah proyek Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Thailand yang sedang dibangun kontraktor China, China Railway Construction (CRC). ”Tiba–tiba gedung–gedung bergoyang dan disusul teriakan panik,” kata Fraser Morton, wisatawan Skotlandia di Bangkok.

Morton bersama ribuan orang lainnya melarikan diri ke Taman Benjasiri di Jalan Sukhumvit. Jalan itu pusat keramaian Bangkok.

Pengacara di Bangkok, Voranoot Thirawat, mengaku sedang di dalam gedung saat gempa terjadi. Awalnya, dia melihat lampu di kantor bergerak– gerak. Lalu terdengar bunyi retakan di dinding.

Dia bersama rekan–rekannya segera lari dari lantai 12 untuk keluar dari gedung tempat bekerja. ”Seumur saya hidup di Bangkok, belum pernah terjadi gempa sebesar ini,” kata Thirawat.

Wakil Gubernur Bangkok Tavida Kamolvej mengatakan, dari gedung–gedung yang runtuh, diperkirakan masih ada 100 orang yang hilang. Pemerintah Bangkok mengumumkan keadaan darurat di ibu kota. Bangkok menjadi hunian 17 juta orang yang sebagian besar tinggal di gedung bertingkat.

A collapsed building at a construction site is seen in Bangkok on March 28, 2025, after an earthquake. A powerful earthquake rocked central Myanmar on March 28, buckling roads in capital Naypyidaw, damaging buildings and forcing people to flee into the streets in neighbouring Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Korban terperangkap

Mandalay dihuni 1,5 juta orang dan merupakan kota lama di Myanmar. Selepas gempa, tim penyelamat berusaha menolong puluhan biarawan yang terperangkap di reruntuhan Biara Taung di Amarapura. Biara Ma Soe Yane, salah satu biara terbesar di Mandalay, dan Istana Kerajaan mengalami kerusakan parah.

”Kami segera lari keluar rumah ketika gempa mulai terjadi. Saya melihat gedung lima lantai di depan rumah runtuh akibat gempa. Tidak ada warga yang berani kembali ke rumah atau apartemen mereka,” kata seorang warga Mandalay kepada Reuters.

Warga lain menyebut, kehancuran terjadi merata di seluruh kota. Salah satu distrik di Mandalay, yakni Sein Pan, juga terbakar akibat gempa.

Seorang relawan dari Yayasan Moe Saydanar mengatakan kepada Reuters, dirinya telah mengevakuasi 60 jenazah dari biara dan berbagai gedung di Pyinmana dekat ibu kota Naypyidaw. Masih banyak orang yang diyakini terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.

Rumah sakit berkapasitas 1.000 ranjang di Naypyidaw rusak akibat gempa. Sebagian pasiennya terpaksa dievakuasi ke luar gedung selepas gempa.

Warga kota Mandalay melihat kondisi sekitar yang hancur akibat gempa dahsyat, Jumat (28/3/2025), di Myanmar tengah antara Sagaung dan Mandalay.

Sementara di Taunggo, tiga orang tertimpa reruntuhan bangunan masjid tempat mereka sedang beribadah menurut keterangan dua saksi. ”Kami sedang beribadah Shalat Jumat ketika gempa terjadi. Ada tiga korban tewas di tempat,” kata seorang saksi.

Media setempat melaporkan, Hotel Aung Ban di Negara Bagian Shan runtuh. Radio Suara Demokrasi Burma melaporkan, dua orang tewas dan 20 orang terperangkap di dalam hotel yang runtuh itu.

Media negara Myanmar melaporkan, gempa mengakibatkan kehancuran gedung–gedung di lima kota besar dan memutus jalur kereta api dan jembatan sepanjang jalan Yangon–Mandalay. Berbagai foto beredar memperlihatkan jembatan Ava di Sungai Irrawady yang menghubungkan Mandalay dengan Sagaing runtuh sebagian.

Lembaga bantuan Christian Aid mengatakan, mitra kerja mereka melaporkan, banjir mulai melanda daerah rendah di sekitar Mandalay.

”Masyarakat di daerah bencana segera membutuhkan air minum, makanan, dan hunian darurat. Sebelum bencana pun sudah banyak warga Myanmar yang membutuhkan bantuan,” kata Direktur Asia-Timur Tengah dan Eropa, Christian Aid, Julie Mehigan. (AFP/REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada, Nur Hidayati