Tampil di hadapan pendukung sendiri tak berarti akan memberi hasil baik. Nomor ganda mendapat banyak pekerjaan rumah dari turnamen Daihatsu Indonesia Masters.
23 Jan 2025 14:52 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Daihatsu Indonesia Masters menjadi bagian dari turnamen awal 2025 yang digunakan sebagai evaluasi performa setiap atlet untuk tim pelatih pelatnas bulu tangkis 2024-2028. Pada nomor ganda, skuad pelatih memiliki banyak tugas untuk mengangkat level Indonesia.
Dalam turnamen yang diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 21-26 Januari, tersebut, Indonesia memiliki banyak wakil pada nomor ganda campuran, putra, dan putri. Namun, tampil di hadapan pendukung sendiri tak berarti hasil baik akan diraih.
Dari total 19 wakil pada tiga nomor ganda, mereka yang memenangi dua babak awal tak sampai setengahnya. Nomor ganda campuran hanya menyisakan satu wakil yang akan bersaing pada perempat final, Jumat (24/1/2025). Mereka adalah Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati, yang akan melawan Hoo Pang Ron/Cheng Yu Sin (Malaysia), setelah mengalahkan Gregory Mairs/Jenny Mairs pada babak kedua dengan skor 21-18, 22-20.
Rinov/Lisa adalah bagian dari formasi baru meski keduanya merupakan pemain senior. Sebelumnya, Rinov bermain bersama Pitha Haningtyas Mentari yang saat ini berpasangan dengan pemain muda, Verrell Yustin Mulia. Adapun pasangan Lisa, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto, tak lagi menjadi bagian dari pemain pelatnas.
Ganda campuran menjadi nomor yang bergerak cepat dalam merombak pasangan setelah tertinggal dari negara lain dan hanya meloloskan satu pasangan, yaitu Rinov/Pitha, ke Olimpiade Paris 2024. Ketika Herry Iman Pierngadi masih memimpin nomor ini, perombakan dilakukan pada pasangan-pasangan di bawah Rinov/Pitha dan Rehan/Lisa sehingga muncullah duet seperti Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Adnan Maulana/Indah Cshya Sari Jamil, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/c5fd2a93-4e47-4853-b956-25d168aebb36_jpg.jpg)
Semula, Rinov/Pitha dan Rehan/Lisa dipertahankan, tetapi diubah untuk pelatnas 2025 pada masa awal kerja PP PBSI 2024-2028. Pasangan lain yang baru muncul pada awal 2025 adalah Dejan Ferdinansyah yang dipasangkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Dengan demikian, Fadia bermain pada dua nomor, yaitu ganda putri dan campuran.
Tujuh pasangan kekuatan baru ganda campuran pelatnas itu tampil di hadapan pendukung sendiri, tetapi hanya tiga pasangan yang tampil pada babak kedua, Kamis (23/1/2025). Kemenangan hanya didapat Rinov/Lisa, sementara Jafar/Felisha dan Marwan/Aisyah harus masih banyak belajar ketika berhadapan dengan pemain peringkat sepuluh besar dunia.
Jafar/Felisha berhadapan dengan pemain peringkat ketiga dunia asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, yang menjadi unggulan teratas Indonesia Masters. Ganda Indonesia peringkat ke-62 dunia itu bisa memberi perlawanan ketat pada gim pembuka, bahkan dua kali menciptakan game point, tetapi mereka belum bisa mengatasi momen kritis. Setelah itu, Jafar/Felisha kehilangan gim kedua dengan lebih mudah.
”Tampil dalam turnamen yang levelnya tinggi, kami harus tahan, tidak boleh bermain terburu-buru. Kami mendapat banyak pelajaran dari pertandingan di sini,” kata Felisha.
Marwan/Aisyah kalah dari pemain Malaysia lainnya yang menjadi unggulan kedua, yaitu Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dengan skor 16-21, 9-21. Malaysia menjadi negara yang paling banyak menempatkan wakil pada perempat final ganda campuran, tiga pasangan, diikuti China dengan dua pasangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/439f6078-ff11-4006-8c68-4944c8c14709_jpg.jpg)
Dari pertandingan babak kedua, Lisa mengevaluasi diri bahwa dia masih banyak membuat kesalahan yang membuat partner tidak nyaman.
Sisa satu ganda campuran pada perempat final, dari tujuh di babak awal, menjadi catatan bagi pelatih sektor tersebut yang dipimpin Rionny Mainaky. Nomor ini tertinggal dari banyak negara seperti China, Malaysia, dan Korea Selatan.
Nomor ganda putra juga mempunyai pekerjaan rumah tak kalah banyak. Ketika Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pensiun setelah Indonesia Masters dan performa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto naik-turun, pasangan yang seharusnya bisa segera mendekati mereka tersingkir dengan cepat.
Sebelum Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian menjalani babak kedua pada Kamis sore, Muhamad Shohibul Fikri/Daniel Marthin tersingkir. Mereka kalah dari pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Kim Won-ho, 19-21, 19-21.
Sektor yang biasanya menjadi andalan Indonesia, tetapi saat ini berada pada fase menurun, hanya diwakili tiga pasangan pada babak kedua. Pemain lain, di antaranya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat, tersingkir pada babak pertama. Padahal, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel memiliki waktu persiapan lebih lama setelah batal mengikuti Malaysia dan India Terbuka dalam dua pekan sebelumnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/1a3844d8-49d7-40a3-915b-7b392ca19d51_jpg.jpg)
Selain Kang/Kim memiliki pertahanan yang sulit ditembus, dalam pertandingan yang didominasi adu drive, Daniel mengatakan bahwa dia dan Fikri kalah start dari lawan. ”Mereka sudah mendapat hawa kompetisi lebih dulu dibandingkan kami,” kata Daniel.
Kang dan Kim bermain di Malaysia dan India lebih dulu dengan pasangan berbeda. Kim bahkan menjuarai Malaysia Terbuka dan menjadi finalis India Terbuka bersama Seo Seung-jae yang batal bermain di Istora. Kang juga tampil di Malaysia dan India bersama Jin Yong. Semula, Fikri/Daniel dan Leo/Bagas pun akan bermain di dua turnamen tersebut, tetapi batal.
Fikri/Daniel dan Leo/Bagas adalah dua formasi hasil tukar pasangan seusai Olimpiade Paris 2024 pada Agustus. Mereka menjadi tumpuan untuk Olimpiade Los Angeles 2028 di saat penampilan Fajar/Rian naik-turun di level atas. Mereka tersingkir pada babak pertama Malaysia Terbuka dan babak kedua India Terbuka.
Untuk bisa menjadi penerus Fajar/Rian, selain meningkatkan level kemampuan, Fikri/Daniel dan Leo/Bagas membutuhkan banyak turnamen pada tahap ini. Mereka masih memerlukan tambahan banyak poin untuk menaikkan peringkat agar bisa mengikuti turnamen level atas, Super 750 dan Super 1000.
Di nomor ganda putri, hanya Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang tampil pada babak kedua dari lima pasangan di awal. Mereka berhadapan dengan Paulina Hankiewicz/Kornelia Marczak.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko Prihananto