Barcelona Menjaga Mimpi ”Quadruple”

Barcelona berambisi menjaga rekor nirkalah tahun ini ketika menjamu Borussia Dortmund. Reuni Hansi Flick dan Niko Kovac kian menyemarakkan pertarungan kedua tim.

08 Apr 2025 21:13 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BARCELONA, SELASA — Setelah Liverpool mengalami penurunan performa drastis dalam dua bulan terakhir, Barcelona menjadi satu-satunya tim tersisa di Eropa yang bisa meraih quadruple alias empat gelar juara. Demi mimpi sapu bersih trofi itu terjaga, Barca wajib menaklukkan Borussia Dortmund pada gim pertama perempat final Liga Champions, Kamis (10/4/2025) pukul 02.00 WIB, di Stadion Olimpiade Lluis Companys.

Barca tengah berada dalam momentum terbaik untuk tampil sempurna pada musim ini. Mereka memuncaki Liga Spanyol dengan keunggulan empat poin atas rival abadi Real Madrid, lalu lolos ke Piala Raja Spanyol untuk menghadapi Real.

Dua trofi domestik itu berada dalam jangkauan mereka. Skuad ”Blaugrana” sangat menentukan takdir mereka sendiri di dua kompetisi domestik tersisa. Sebelumnya pada Januari lalu, mereka sudah memenangkan duel el clasico untuk mengangkat trofi Piala Super Spanyol.

Tampil tanpa cela di Spanyol juga ingin ditularkan pada kompetisi antarklub Eropa, Liga Champions. Barca sudah telah menembus babak perempat final, sehingga hanya memerlukan hasil positif di lima pertandingan untuk mengangkat trofi ”Si Kuping Lebar” yang ikonik.

Pelatih Barca Hans-Dieter Flick mengungkapkan raihan quadruple adalah mimpi bagi seluruh pemain Barca saat ini. Alih-alih membahas capaian trofi pada akhir musim, lanjut Flick, skuad Blaugrana hanya fokus untuk menjaga konsistensi performa dari laga demi laga.

Barcelona's Polish forward #09 Robert Lewandowski and Osasuna's Cameroon defender #22 Flavien Boyomo fight for the ball during the Spanish league football match between FC Barcelona and CA Osasuna at Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on March 27, 2025. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

”Kami tentu bisa bermimpi, tetapi para pemain dan staf pelatih harus tetap rendah hati. Kami telah bekerja keras untuk mencapai titik ini. Kami ingin melanjutkan tahun ini yang belum terkalahkan, sebab untuk mencapai prestasi terbaik kami harus melakukan yang terbaik menghadapi tim sangat kuat,” tutur Flick dalam konferensi pers jelang laga, Selasa (8/4/2025), dilansir Mundo Deportivo.

Sejak pergantian tahun, Raphinha dan kawan-kawan belum terkalahkan dalam 22 pertandingan. Dengan kondisi moral skuad yang sangat positif, Flick optimistis hal itu akan membantu anak asuhannya untuk melanjutkan tren bagus kontra Dortmund.

”Dortmund adalah tim yang tangguh. Mereka memiliki kekuatan dalam pola serangan. Kami harus mampu meredam permainan ofensif mereka sekaligus menekan mereka selama pertandingan,” kata Flick tentang pendekatan permainan yang disiapkannya.

Gavi, gelandang serang Barca, sepakat dengan Flick. Menurut dia, skuad Barca berusaha keras untuk memberikan kebahagiaan bagi pendukung pada akhir musim ini.

”Kami berharap suporter terus bersemangat untuk mendukung kami. Musim ini berjalan sangat bagus, tetapi kami harus melanjutkan pekerjaan untuk memenangkan gelar sebanyak mungkin,” kata Gavi dilansir Marca.

Pemain Barcelona Pablo Gavi (kanan) menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Real Betis pada laga Liga Spanyol di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (6/4/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

Ia menambahkan, ”Sejak berada di La Masia (akademi Barca), saya selalu bermimpi untuk memenangkan treble bahkan sextuple (enam gelar juara) dengan Barca. Kami berada di tim terbaik di dunia”.

Raphinha pulih

Jelang menghadapi Dortmund, topik utama dari skuad Barca adalah kondisi terkini Raphinha. Sejak kembali dari tim nasional Brasil pada dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026, akhir Maret, Raphinha tidak dalam situasi kebugaran terbaik.

Itu membuat pemain berusia 28 tahun itu baru satu kali tampil sebagai pemain utama di tiga gim terakhir Blaugrana. Ia tidak bermain sama sekali ketika Barca membenamkan Girona 4-1, lalu hanya bermain pada 35 menit akhir saat timnya ditahan Real Betis 1-1. Raphinha hanya bermain penuh pada semifinal kedua Piala Raja Spanyol kontra Atletico Madrid, 3 April lalu.

Peran Raphinha krusial bagi lini serang Barca di musim ini. Ia sudah mencetak 27 gol dan mempersembahkan 13 asis dalam 44 pertandingan.

”Kami telah berusaha keras untuk membuat dia (Raphinha) sepenuhnya pulih. Ia menunjukkan siap untuk pertandingan melawan Dortmund,” kata Flick.

Barcelona's Brazilian forward #11 Raphinha celebrates with Barcelona's Polish forward #09 Robert Lewandowski after scoring his team's fifth goal during the Spanish league football match between Villarreal CF and FC Barcelona at La Ceramica stadium in Vila-real, on September 22, 2024. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)

Sementara itu, Dortmund berjuang untuk melanjutkan langkah mereka demi bisa mengulang capaian menembus partai final seperti musim lalu. Pasalnya, ”Die Borussen” hanya memiliki satu-satunya kesempatan tampil di Liga Champions musim depan dengan jalur juara bertahan.

Dortmund terancam mengakhiri tradisi selalu tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa itu sejak musim 2017-2018. Mereka menjalani musim domestik yang buruk karena bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Jerman. Dengan enam gim tersisa, Dortmund berselisih lima poin dari zona empat besar.

Pelatih Dortmund Niko Kovac menyatakan duel menghadapi Barca akan berlangsung sulit. Ia pun memuji performa skuad asuhan Flick di musim ini.

”Barca saat ini adalah tim yang sangat menyerang, tim yang sangat top. Mereka membuat segalanya amat sulit bagi lawan,” kata Kovac yang menangani Dortmund per 2 Februari lalu seperti dikutip Sky Sport Jerman.

TOPSHOT - Barcelona's Spanish forward #19 Lamine Yamal (R) and Borussia Dortmund's German defender #04 Nico Schlotterbeck vie for the ball during the UEFA Champions League football match between Borussia Dortmund and FC Barcelona in Dortmund, western Germany on December 11, 2024. (Photo by INA FASSBENDER / AFP)

Namun, Kovac menegaskan, anak asuhannya tidak akan menyerah untuk membawa pulang hasil yang menguntungkan. ”Tidak bagus untuk menyerah. Kami akan berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang akan membantu kami mendapatkan hal positif untuk gim kedua,” katanya.

Kovac dan Flick sudah saling mengenal sejak berada di akademi tim Austria, RB Salzburg, pada awal dekade 2000-an. Kovac bahkan dibantu Flick sebagai asisten pelatih ketika menangani Bayern Munchen pada 2018 hingga 2019.

Flick pun mempersembahkan tiga gelar juara dalam satu musim untuk Bayern pada kampanye kompetisi 2019-2020 setelah menggantikan Kovac. Dua sosok pelatih itu pun sama-sama menuturkan kedekatan mereka tidak memberikan pengaruh apapun bagi performa masing-masing tim.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti