Dinanti Real Madrid, Solusi ”PTSD” Arsenal

Jelang menghadapi Madrid, Arsenal dibayangi trauma setahun lalu. ”Si Meriam” perlu solusi di pertahanan untuk mengubah trauma jadi kisah inspiratif seperti di 2006.

08 Apr 2025 07:51 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SELASA — Manajer Arsenal Mikel Arteta memiliki opsi paling aman untuk menjawab dilema di lini pertahanan. Namun, pilihan itu membangkitkan rasa trauma dari kejadian tepat setahun lalu. Real Madrid dengan lini serang kelas dunia mempersulit pengambilan keputusan tersebut.

Bek Jakub Kiwior adalah ”kambing hitam” kegagalan Arsenal di perempat final Liga Champions musim lalu. Dia terlibat dalam dua kesalahan fatal di laga pertama yang berujung gol Bayern Muenchen. Kiwior hanya bermain 45 menit dan langsung digantikan tepat setelah turun minum.

Arteta seperti mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) sejak itu. Kepercayaannya terhadap pemain asal Polandia itu merosot drastis. Kiwior sangat jarang dimainkan, terutama di laga-laga penting, sampai akhirnya bek utama Gabriel Magalhaes cedera pada pekan lalu.

Seolah kebetulan, Arsenal akan segera menjamu juara bertahan Real Madrid dalam perempat final Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. Gabriel dipastikan cedera sampai akhir musim. Kiwior pun menjadi opsi terbaik untuk mengisi lubang di pertahanan ”Si Meriam”.

Arteta berkata, memiliki beberapa alternatif di posisi bek tengah sebelah kiri, yaitu Kiwior, serta Ben White dan Jurrien Timber yang berposisi asli bek sayap. Namun, dia masih bimbang. ”Kami akan menilai lagi opsi terbaik untuk mengisi lini belakang,” katanya.

Arsenal's French defender #02 William Saliba (L) and Arsenal's Ghanaian midfielder #05 Thomas Partey (R) take part in a training session at the Arsenal Training centre in Shenley on April 7, 2025, on the eve of their UEFA Champions League Quarter final first leg football match against Real Madrid. (Photo by Adrian Dennis / AFP)

Di laga terakhir Arsenal versus Everton pada Sabtu lalu, tugas pengganti diberikan kepada Kiwior. Itu merupakan penampilan starter pertamanya setelah duduk di bangku cadangan selama 14 pertandingan liga beruntun. Menariknya, Kiwior bermain sangat solid selama 90 menit penuh.

Meskipun begitu, perlu dicatat, Madrid berbeda level dengan Everton. Madrid datang bersama pemain kelas dunia, seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. ”Dengan kualitas individu yang mereka miliki, Anda tahu bahaya selalu menanti. Kami harus bisa menghentikan mereka,” ujar Arteta.

Pilihan lain, White dan Timber, terbiasa juga bermain di posisi bek tengah. Hanya saja, mereka tidak pernah dimainkan di sebelah kiri. Arteta lebih memprioritaskan posisi itu untuk pemain kidal, seperti Gabriel dan Kiwior. Perubahan tipe pemain akan berpengaruh terhadap sistem keseluruhan.

Terlepas dari trauma musim lalu, Kiwior semestinya mendapatkan kesempatan kedua. Dia bermain buruk ketika melawan Bayern juga karena diturunkan di posisi bek sayap kiri. Itu bukan posisi aslinya. Kiwior tidak setangguh Gabriel, tetapi dia adalah pilihan terbaik saat ini.

Pemain Arsenal yang paling mengenal Madrid adalah gelandang tim nasional Spanyol, Mikel Merino. Dia bermain di Liga Spanyol, bersama Real Sociedad, selama enam musim sebelum pindah pada musim panas lalu. Merino mengingatkan rekan-rekannya agar tidak kehilangan konsentrasi.

Khususnya barisan pertahanan Arsenal. Komunikasi di antara pemain belakang harus terjaga sepanjang 90 menit jika tidak mau kecolongan. ”Jika Anda kehilangan struktur sebentar saja, tidak bertahan dengan benar, Anda akan mengacaukan segalanya,” ucap Merino kepada Marca.

Real Madrid's Vinicius Junior and Kylian Mbappe react, during a training session at the Emirates Stadium, in London, Monday April 7, 2025, a day ahead of the 1st leg Champions League soccer match against Arsenal on Tuesday. (Bradley Collyer/PA via AP)

Pertama dan terakhir Arsenal bertemu Madrid adalah ketika semifinal Liga Champions 2005-2006. Kisah kejayaan masa lalu itu memberikan inspirasi untuk Arsenal. Mereka bermain tanpa beberapa bek andalan, seperti Ashley Cole dan Sol Campbell, tetapi sukses tidak kebobolan di dua laga beruntun.

Padahal, lini serang Madrid begitu mewah. ”Si Putih” datang bersama David Beckham, Raul Gonzales, Ronaldo, dan Zinedine Zidane. Laga dipisahkan oleh gol tunggal Thierry Henry untuk mengantar Arsenal ke partai puncak. ”Apa yang telah mereka capai adalah yang kami inginkan,” pungkas Arteta.

Ancaman bola mati

Madrid akan diuji dalam mengatasi kelemahan dari bola mati. Kelemahan itu kembali terekpos saat mereka kalah dari Valencia 1-2 di akhir pekan lalu. Gol pembuka Valencia tercipta lewat tendangan sudut. Menurut SB Nation, Madrid sudah kemasukan 10 gol dari tendangan sudut pada musim ini.

Arsenal, dijuluki ”raja tendangan sudut”, akan sangat mengancam dengan kelemahan tim tamu tersebut. Bukayo Saka dan rekan-rekan sudah mencetak 11 gol dari tendangan sudut sepanjang musim. Mereka merupakan tim paling produktif dalam aspek tersebut di Liga Inggris.

Pelatih Kepala Real Madrid Carlo Ancelotti menegaskan, timnya sama sekali tidak gentar. ”Arsenal memang sangat berbahaya dari bola mati. Kami akan bertahan sebaik mungkin. Namun, tidak hanya mereka, kami juga bisa melukai dari bola mati. Aspek itu akan sangat penting di laga nanti,” ujarnya.

Real Madrid manager Carlo Ancelotti speaks during a press conference at the Emirates Stadium, in London, Monday April 7, 2025, a day ahead of the 1st leg Champions League soccer match against Arsenal on Tuesday. (Bradley Collyer/PA via AP)

Madrid bisa sedikit tenang karena kiper andalan Thibaut Courtois pulih tepat waktu. Dia bisa kembali tampil setelah sempat cedera dua pekan terakhir. Menurut Courtois, peran penjaga gawang akan sangat vital dalam menggagalkan skema bola mati. Dia harus aktif memotong umpan.

”Kami sudah melatih itu kemarin. Kami tahu bagaimana cara untuk menghentikan (bola mati) mereka. Salah satu kuncinya adalah tidak memberikan banyak tendangan sudut ke tim lawan. Semoga persiapan yang sudah kami lakukan bisa berjalan baik esok hari,” kata Courtois.

Di duel antara tim dengan level tertinggi, seperti Arsenal versus Madrid, pertarungan individu akan sangat menentukan. Beberapa aksi yang patut dinanti adalah duel sesama rekan senegara, Saliba dengan Mbappe di pertahanan Arsenal serta Declan Rice dan Bellingham di lini tengah. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .