Barcelona merugi akibat kealpaan menjaga fokus hingga menit akhir. Kesalahan serupa pantang terulang kala menjamu Real Sociedad.
01 Mar 2025 12:53 WIB · Olahraga
BARCELONA, SABTU — Menjaga fokus hingga menit akhir jadi keterampilan yang sulit diwujudkan Barcelona musim ini. Meski dibekali kemampuan menyerang merata di semua lini, kesulitan menjaga fokus berulang kali merugikan Barca. Kencenderungan hilang fokus pada menit akhir itu jadi hal tabu ketika ”Blaugrana” menjamu Real Sociedad dalam lanjutan Liga Spanyol di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (2/3/2025) pukul 22.15 WIB.
Laga terbaru Barca saat meladeni Atletico Madrid pada semifinal Piala Raja Spanyol merupakan bukti sahih kelemahan tersebut. Sempat unggul 4-2, Barca akhirnya gigit jari setelah Atletico mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Dua gol penyeimbang Atletico dicetak beberapa menit jelang laga usai.
Bukan kali ini saja Barca menderita sindrom hilang fokus menit-menit akhir. Sebelumnya, Barca juga kebobolan beberapa momen jelang laga usai saat menghadapi Atalanta di Liga Champions Eropa. Saat itu Barca yang sudah unggul dua gol kebobolan menjelang menit-menit akhir babak kedua hingga harus puas dengan hasil imbang.
Kebiasaan ini, jika terus berlanjut, akan sangat merugikan saat menghadapi Sociedad. Tim besutan pelatih Imanol Alguacil itu punya kecenderungan terbalik dengan Barca, yaitu kerap mencetak gol pada 15 menit jelang pertandingan usai.
Kami marah dengan (performa tim dalam) sepuluh menit terakhir. Melihat level permainan, kami pantas mendapatkan hasil imbang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/01/e36b74c553545c1b0e0c09dc81027216-FBL_ESP_CUP_BARCELONA_ATLETICO_MADRID_127776643.jpg)
Hingga pekan ke-25 liga, Sociedad telah mengoleksi total 23 gol. Sebanyak 43 persen atau 10 gol mereka cetak pada waktu-waktu krusial tersebut. Peluang terciptanya gol 15 menit jelang laga berakhir tergolong besar lantaran fokus dan stamina para pemain sudah mulai terkuras.
”Kami marah dengan (performa tim dalam) sepuluh menit terakhir. Melihat level permainan, kami pantas mendapatkan hasil imbang,” kata bek Barca, Pau Cubarsi.
Di bawah tangan dingin pelatih Hansi Flick, Barca menjelma jadi tim yang amat haus gol. Keran gol mereka mengalir tidak hanya dari lini depan, tetapi juga belakang. Cubarsi salah satunya. Bek tengah berusia 18 tahun itu total sudah terlibat dalam empat gol Barca (satu gol dan tiga asis).
Tiada gading yang tak retak, di balik superioritas Barca ternyata terselip kelemahan besar yang bisa menjadi celah bagi lawan-lawan mereka.
Tidak hanya Cubarsi, Flick pun mengaku geram dengan kelengahan para pemainnya pada menit akhir. Pelatih asal Jerman itu tidak bisa menjelaskan penyebab timnya rentan kehilangan fokus. Dia menyebut para pemain tidak semestinya bertindak seceroboh itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/01/e5360e72e9267bed6a60be1cf8765eb0-Spain_Soccer_La_Liga_127702153.jpg)
”Mungkin (kebobolan gol) terlalu mudah. Gol keempat membuat saya sangat marah. Tidak ada tekanan pada pembawa bola. Ini bukan cara kami melakukannya,” ujar Flick seusai laga melawan Atletico.
Sociedad diyakini tidak akan meladeni permainan terbuka Barca. Selain bermain di kandang lawan, ”La Real” juga tengah kehilangan sejumlah pemain kunci akibat hukuman kartu, seperti Takefusa Kubo dan Nayef Aguerd.
Tampil tanpa kekuatan penuh, Sociedad kemungkinan bermain lebih bertahan. Alguacil dihadapkan pada pilihan untuk merombak formasi andalannya, 4-1-4-1, menjadi 4-5-1. Martin Zubimendi akan memimpin orkestrasi lini tengah. Sedangkan di depan, Mikel Oyarzabal menjadi penyerang tunggal.
Laga ini akan berlangsung menarik mengingat Barca dikenal senang menerapkan garis pertahanan tinggi dan bermain menekan. Adapun lini belakang Sociedad cukup resisten terhadap tekanan tinggi lawan. Alguacil telah melatih lini pertahanannya untuk mengalirkan bola dari bawah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/01/9103dfe6365e7a6fb894a21fc3b9af20-Spain_Soccer_La_Liga_127698088.jpg)
Kiper, empat bek, dan dua gelandang bertahan Sociedad sangat lihai memecah tekanan lawan dengan kombinasi operan pendek. Dengan cara itu, para pemain Sociedad selalu bisa menemukan ruang atau celah setelah menerima gelombang tekanan pertama dari lawan.
Pada pertemuan pertama di markas Sociedad musim ini, Barca harus pulang dengan tangan kosong seusai kalah 0-1. Laga di Stadion Olimpiade Lluis Companys nanti akan dipenuhi aroma dendam Barca yang hendak membalas kekalahan itu. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari