Insting bertahan hidup Real di Liga Champions menemui jalan buntu. Real melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan, tetapi lupa cara bertahan dengan solid.
16 Apr 2026 05:36 WIB · Olahraga
AFP
MUENCHEN, KAMIS — Perpisahan yang terhormat. Kalimat tersebut mewakili upaya Real Madrid untuk membalikkan kekalahan dari Bayern Muenchen, tetapi pada akhirnya harus tersingkir. Unggul tiga kali, Real tetap gagal menciptakan keajaiban di Liga Champions Eropa. Kartu merah Eduardo Camavinga merusak skenario yang memaksa Real takluk 3-4 atau 4-6 secara agregat oleh Muenchen.
”Saya ikut merasakan kesedihan mereka (para pemain). Ini menyakitkan karena Real Madrid tidak akan memenangi gelar ke-16 mereka tahun ini. Saya sangat bangga. Kami akan kembali ke Madrid setelah memberikan yang terbaik. Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol. Sebelum gol mereka, kami akan melakukan beberapa pergantian pemain, tetapi gol mereka mengakhiri semuanya. Itu bukan takdir kami,” kata Pelatih Real Alvaro Arbeloa seusai laga di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan meredam keajaiban Real mengantarkan Muenchen ke semifinal. Meski unggul 2-1 pada pertemuan pertama di markas Real, Stadion Bernabeu, tiket semifinal tidak diraih Muenchen dengan mudah. Real yang butuh kemenangan dengan margin lebih dari satu gol mengaktifkan insting bertahan hidup mereka di Liga Champions. Hasilnya, Arda Guler sudah membawa Real memimpin saat laga baru berjalan 35 detik.
Gol Guler bermula dari kesalahan kiper Muenchen, Manuel Neuer, dalam mengoper bola. Saat salah mengoper itu, Neuer sudah dalam posisi keluar dari sarangnya. Guler yang mendapatkan ”durian runtuh” tidak melewatkan kesempatan membawa timnya unggul cepat. Gelandang asal Turki tersebut memperlihatkan kepiawaiannya dalam mencetak gol jarak jauh.
”Kami tahu bahwa kedua tim bakal saling menyakiti. Bayern dengan tekanan tinggi, Real Madrid melalui transisi cepat. Sayangnya, kami memulai pertandingan dengan buruk,” kata gelandang Muenchen, Joshua Kimmich.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/16/c1b896b12ca562a36546430d42e0924e-1000088190.jpg)
Menyadari Real akan mendapatkan momentum setelah gol cepat Guler, para pemain Muenchen tidak tinggal diam. Alih-alih mencoba bermain rapat dan bertahan sangat dalam demi mempertahankan keunggulan, Harry Kane dan rekan-rekannya justru lebih agresif menekan Real. Mereka tidak membiarkan para pemain Real leluasa menguasai bola sejak dari lini pertahanan. Segala opsi operan Real ditutup.
Keputusan itu terbayar dengan gol penyeimbang dari Aleksandar Pavlovic lima menit berselang. Bek asal Jerman itu mengoptimalkan umpan sepak pojok terukur dari Kimmich. Kiper Real, Andriy Lunin, gagal membaca arah jatuhnya bola sepak pojok. Selain itu, para pemain Real bertahan sangat buruk dengan membiarkan Pavlovic menyundul bola tanpa gangguan berarti.
Bermain di bawah tekanan hingga pertengahan babak pertama, Real terpaksa bermain lebih sabar. ”Los Blancos” tidak terburu-buru mengalirkan bola ke area pertahanan lawan. Pelatih Real Alvaro Arbeloa menginstruksikan timnya agar menggunakan skema serangan balik untuk menciptakan peluang.
Daya juang Real di Liga Champions terbukti ketika Guler mencetak gol kedua. Meski tidak dominan dari segi penciptaan peluang dan penguasaan bola, para pemain Real amat gigih ketika mendapatkan momentum serangan. Pada satu momen, Brahim Diaz dijatuhkan Konrad Laimer sehingga membuahkan tendangan bebas untuk Real.
Guler yang mendapat kepercayaan mengeksekusi tendangan bebas melakukan tugasnya dengan sempurna. Sepakannya melengkung indah ke arah gawang tanpa bisa dihentikan Neuer.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/16/8baf033dcb898b6970bb6d6938aecf01-Germany_Champions_League_Soccer.jpeg)
Drama tidak berhenti di sana. Muenchen yang tetap mempertahankan tempo serangan sukses menyamakan kedudukan lewat gol Harry Kane. Dayot Upamecano yang merupakan bek tengah ”dipaksa” naik sangat tinggi demi membantu lini serang. Dia dengan jeli melihat pergerakan Kane yang punya peluang mencetak gol lebih besar.
Naluri Real untuk lolos dari tekanan membawa mereka kembali unggul dari sontekan Kylian Mbappe. Meski unggul 3-2, kedua tim masih imbang secara agregat (4-4). Real butuh satu gol lagi untuk lolos ke semifinal.
Babak kedua berjalan dengan tempo lebih lambat. Kondisi ini menguntungkan Real yang tidak lagi menderita akibat tekanan garis pertahanan tinggi Muenchen. Namun, petaka datang bagi Real dari bangku cadangan. Semua itu bermula dari keputusan Arbeloa memainkan Eduardo Camavinga.
Merasa perlu menambal celah di pertahanan, Camavinga yang berposisi natural sebagai gelandang bertahan dinilai bisa memberikan perlindungan kepada empat bek Real. Kenyataannya, Camavinga tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Dia beberapa kali tidak ngotot dalam merebut kembali bola. Selain itu, pembacaan permainannya buruk dengan beberapa kali tidak menempel lawan.
Puncaknya, Camavinga yang sudah mendapatkan kartu kuning berusaha mengulur waktu saat Kane dilanggar. Ia memegang bola agar Muenchen tidak bisa segera melakukan tendangan bebas. Tindakannya itu diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Slavko Vincic.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/16/3029fd5d2aea6fdd8f21f83040e237b0-wires_photo_18_.jpg)
Bermain hanya dengan 10 orang, Real kehilangan keseimbangan. Luis Diaz memanfaatkan momentum ini dengan mencetak gol saat laga hanya tersisa satu menit di waktu normal.
Kebobolan di masa-masa kritis itu menurunkan semangat tempur para pemain Real. Muenchen pada akhirnya mampu mencetak satu gol tambahan lewat Michael Olise.
”Saya rasa penampilan kami malam ini bukanlah yang terbaik. Tapi, tentu saja, kami senang dengan kemenangan ini. Kami tidak boleh melupakan kemenangan malam ini. Kami lolos ke babak semifinal dengan dua kemenangan. Saya percaya tim-tim terbaik di Eropa kini akan bertemu di semifinal,” ujar Kimmich.
Di semifinal, Muenchen akan bertemu juara bertahan Paris Saint-Germain. Sementara Arsenal yang mengatasi Sporting Lisbon pada laga lain bakal menantang Atletico Madrid. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti