Ousmane Dembele belum habis. Performanya jadi jaminan mutu PSG bisa mengejar trofi Liga Champions beruntun.
15 Apr 2026 14:49 WIB · Olahraga
AFP/FRANCK FIFE
Apa tanda Paris Saint-Germain bisa kembali menjadi juara Liga Champions Eropa? Ousmane Dembele mencetak gol kemenangan di Stadion Anfield, markas Liverpool.
Anfield bukan arena partai final Liga Champions. Namun, hadirnya nama Dembele di papan skor elektronik stadion ikonik itu menjadi penjaga api harapan PSG menuju predikat kampiun Eropa.
Dembele mencetak brace alias dua gol ke gawang Liverpool, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, di Stadion Anfield. Gol-golnya itu membantu PSG menang 2-0 serta mengunci keunggulan agregat 4-0 untuk melaju ke babak semifinal.
Serupa musim lalu, Dembele juga mencetak gol di Anfield yang membantu ”Les Parisiens” menyingkirkan Liverpool di babak gugur Liga Champions. Bedanya, pada musim 2024-2025, momen tajam Dembele tercipta pada babak 16 besar.
Tidak bisa dimungkiri, Dembele adalah aktor utama PSG meraih gelar perdana Liga Champions musim lalu. Tanpa mengecilkan peran pemain-pemain lain, Dembele memiliki faktor X yang membuatnya pantas dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or—penghargaan individu terbaik sepak bola—pada 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/0b3fdbcf05e9ba03f4e95c5a5b66ae2a-wires_photo_1_.jpg)
Ia berjiwa pemimpin melalui teladannya di dalam dan luar lapangan. Ketika PSG mengalami kebuntuan, Dembele menghadirkan momen magis melalui golnya.
Pada musim 2025-2026, peran Dembele sulit mengulangi capaian tahun lalu. Cedera menghambat laju kariernya untuk mengenyam menit pertandingan hingga pertengahan musim.
Catatan 31 laga dengan koleksi 13 gol dan delapan asis masih mengagumkan. Namun, angka statistik itu lebih inferior merujuk performa pemain berusia 28 tahun itu musim lalu. Ia memainkan 54 pertandingan lalu mencatat musim tersubur dalam karier profesionalnya berkat torehan 35 gol dan 14 asis.
Semua orang menyadari kami tim juara, tetapi jelas kami harus terus berkembang. (Luis Enrique)
Meski menurun secara angka, penampilan Dembele tetap krusial bagi lini serang PSG. Itu disajikannya di Anfield. Di tengah upaya Liverpool mengatasi ketertinggalan agregat dua gol, Dembele mencetak gol pertama pada menit ke-72 dalam situasi peluang yang tidak berbahaya.
Ia menerima operan dari Khvicha Kvaratskhelia di muka kotak penalti tim tuan rumah. Satu kali kontrol bola dilakukan untuk mengecoh pemain Liverpool lalu sepakan kaki kanan terarah mampu membuat sunyi pendukung Liverpool di Anfield.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/97e4ef53d4101f4edebb896bb634c646-APTOPIX_Britain_Champions_League_Soccer.jpeg)
Dembele mengakhiri perlawanan ”Si Merah”, julukan Liverpool, melalui tembakan di dalam kotak penalti pada menit ke-90+1. Ia mengakhiri skema fast break PSG yang menjadi ciri khas di era Luis Enrique.
Dembele senang bisa membantu PSG meraih kemenangan di Anfield dan memastikan tempat ke semifinal. Ia menyebut peran kolektif rekan setimnya yang membantunya dua kali menjaringkan bola ke gawang Liverpool kawalan kiper Giorgi Mamardashvili.
”Pada gol pertama, saya hanya bertujuan menempatkan bola ke ruang kosong. Untuk gol kedua, Bradley (Barcola) menciptakan peluang dengan aksi yang mengagumkan,” kata Dembele dilansir laman UEFA.
Pelatih PSG Luis Enrique angkat topi atas performa seluruh pemain PSG, termasuk Dembele. Ia menyebut dua gol PSG merupakan hasil dari rencana permainan yang telah disiapkan, terutama memaksimalkan serangan balik.
Setelah menyingkirkan dua tim Inggris, Chelsea dan Liverpool, Les Parisiens berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan trofi ”Si Kuping Besar”. Bahkan, ujian final sebenarnya bagi PSG akan tersaji di babak semifinal, alih-alih final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/30b315ca559d56b4e8b94402ed3b14cf-IMG_20260415_143454.jpg)
PSG akan menantang salah satu dari dua tim terbaik dalam sejarah Liga Champions. Calon lawan PSG adalah Bayern Muenchen, yang telah memiliki enam gelar Liga Champions sekaligus yang menaklukkan PSG di final 2019-2020, atau Real Madrid, penguasa Liga Champions dengan 15 trofi juara.
Jika bisa kembali membawa PSG ke final dengan mengalahkan salah satu raksasa Eropa itu, nama Dembele bakal melejit menjadi salah satu peraih Ballon d’Or tahun ini.
Kini, Dembele sama sekali tidak masuk dalam tiga besar kandidat kuat peraih gelar pemain terbaik dunia itu. Namanya kalah pamor dibandingkan Lamine Yamal, lalu duo Bayern, Harry Kane dan Michael Olise.
”Saya pikir kami berada di level yang sama pada musim lalu. Kami memiliki hasrat untuk memenangkan trofi dan akan berusaha keras hingga akhir. Kami akan memainkan gaya permainan kami sampai pengujung kompetisi,” tutur Dembele.
Enrique juga mengakui target utama timnya adalah mempertahankan trofi Liga Champions. Berbeda dengan musim lalu yang bertujuan menghapus penantian trofi, gelar Eropa musim ini adalah penegasan era dominasi PSG.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/d7bd33da1d9f39a228bfd36080322036-APTOPIX_Britain_Champions_League_Soccer_1_.jpeg)
”Musim lalu, semua orang berpikir kami bisa memenangkan Liga Champions karena memiliki skuad sangat muda. Kini, semua orang menyadari kami tim juara, tetapi jelas kami harus terus berkembang,” ujar Enrique dilansir L’Equipe.
Adapun Atletico Madrid telah menunggu di semifinal lain. ”Los Rojiblancos” akan menghadapi Arsenal atau Sporting CP demi menembus final Liga Champions keempat dalam sejarah klub atau ketiga selama 14 musim rezim Diego Simeone.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan