Konsistensi Arsenal di kandang akan beradu dengan laju tak terhentikan Villa sejak awal November. Jika Arsenal kembali berbelas kasih, Villa sudah siap menerkam.
29 Des 2025 17:33 WIB · Olahraga
AP/Kirsty Wigglesworth
LONDON, SENIN — Arsenal dan Aston Villa mampu meraih tren positif di Liga Inggris dengan sifat yang berlawanan. Saat Arsenal seolah penuh belas kasih terhadap tim lawan, Villa selalu menunjukkan karakter kejam. Perbedaan itu bisa menentukan takdir di pertemuan kedua mereka.
Villa sedang berapi-api. Tim asuhan Pelatih Unai Emery itu berhasil mencatatkan 11 kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Rekor cemerlang itu dibawa Villa untuk berlaga di markas Arsenal, Stadion Emirates, London, Inggris, Rabu (31/12/2025) pukul 03.15 WIB.
Menariknya, salah satu korban Villa dalam laju fenomenal tersebut adalah Arsenal. Villa menaklukkan ”Si Meriam”, 2-1, dengan gol di menit-menit akhir, awal Desember lalu. Hal itu yang membuat Morgan Rogers dan rekan-rekan kini hanya berjarak tiga poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Tuan rumah Arsenal membawa misi balas dendam. Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu tidak kalah menakutkan dari sisi rekor, khususnya ketika bermain di kandang. Mereka belum terkalahkan di Stadion Emirates sejak awal musim, setelah melewati 14 laga di seluruh kompetisi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/28/c2a0a23502e39d15c317ccbd364361c3-APTOPIX_Britain_Premier_League_Soccer_3_.jpg)
Ian Wright, mantan penyerang Arsenal, mengatakan, Bukayo Saka dan rekan-rekan tetap lebih diunggulkan dari faktor kualitas skuad dan kandang. Namun, mereka harus memperbaiki problem di beberapa laga terakhir jika ingin menang. Mereka seperti terlalu berbelas kasih terhadap tim lawan.
”Dengan peluang yang didapatkan, kami seharusnya bisa mengonversi itu, menyudahi laga dengan nyaman, menepis kecemasan di momen-momen kritis. Saya pikir, kami harus lebih baik lagi karena tidak selamanya kami bisa selamat dari situasi seperti itu,” ujar Wright kepada Premier League Productions.
Di tiga laga terakhir, contohnya. Arsenal selalu menang dengan margin satu gol. Padahal, mereka bisa mendominasi laga dan menciptakan banyak peluang. Itu karena Arsenal kurang klinis. Pemain mereka hanya mampu mencetak dua gol dari laga versus Brighton, Everton, dan Wolverhampton.
Menurut data Opta, nilai peluang Arsenal dalam tiga pertandingan tersebut hanya 6,21 xG atau ekspektasi gol. Artinya, mereka mengalami defisit setidaknya empat gol dari yang diharapkan. Si Meriam masih bisa menang karena terbantu oleh tiga gol bunuh diri pemain lawan.
Villa menjalani situasi sebaliknya. Mereka sangat kejam di kotak penalti lawan belakangan ini. Para pemain Villa berhasil mencetak tujuh gol dalam tiga laga terakhir. Semua gol itu dihasilkan hanya dari 3,41 xG. Artinya, mereka menghasilkan setidaknya tiga gol lebih banyak dari seharusnya.
Saya tidak tahu. Kami sudah bertahan (dari badai cedera) selama enam bulan. Jadi, lihat saja apa yang terjadi di lima bulan setengah ke depan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/29/33886c27733ba00d2c4289183f10745c-wires_photo_2025_12_29T165309.451.jpg)
Uniknya, Villa selalu menang dalam empat laga terakhir di liga setelah tertinggal lebih dulu. Mereka bangkit di paruh kedua. Korban terakhir mereka adalah Chelsea yang takluk 1-2 pada tengah pekan lalu. Adapun Villa mengandalkan Rogers dan Ollie Watkins di lini serang.
Watkins berkata, tidak ada tim yang mau menghadapi Villa saat ini. ”Saya merasa tim-tim lain khawatir dengan keberadaan kami, meskipun kami terkadang tidak memainkan sepak bola yang indah. Kami hanya akan fokus ke diri kami sendiri,” ucap pencetak brace ke gawang Chelsea itu.
Arsenal dan Villa akan saling diuji dalam mencari solusi di tengah jadwal padat akhir tahun. Arsenal agak gamang karena terus diterpa badai cedera. Setelah kembalinya bek tengah Gabriel Magalhaes, mereka kehilangan dua bek sayap andalan sekaligus, yaitu Jurrien Timber dan Riccardo Calafiori.
Akibat kehilangan Timber dan beberapa opsi bek sayap kanan lain, Arteta terpaksa merotasi skuadnya. Sang manajer memainkan gelandang Declan Rice untuk mengisi posisi Timber di laga sebelumnya versus Brighton. Beruntung, Rice bisa cepat beradaptasi dengan peran baru tersebut.
Tantangan semakin berat di laga nanti. Dengan pergantian peran Rice, rotasi pemain di lini tengah akan berkurang. Itu bukan hal yang baik di tengah jadwal padat tim. ”Saya tidak tahu. Kami sudah bertahan (dari badai cedera) selama enam bulan. Jadi, lihat saja apa yang terjadi di lima bulan setengah ke depan,” kata Arteta.
Di sisi lain, Villa tidak akan diperkuat gelandang Boubacar Kamara dan bek sayap Matty Cash. Keduanya terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Emery harus memutar otak mengingat Kamara dan Cash merupakan pemain kunci Villa. Cash bahkan selalu menjadi starter dalam semua laga Villa di liga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/28/c2a0a23502e39d15c317ccbd364361c3-APTOPIX_Britain_Premier_League_Soccer_3_.jpg)
Emery mengungkapkan, laga di kandang mantan timnya itu adalah salah satu yang tersulit bagi Villa sepanjang musim ini. Ujian tersebut akan membuktikan kelayakan mereka untuk bersaing di perebutan gelar. ”Mentalitas kami harus benar-benar kuat untuk menghadapi Arsenal,” ujarnya.
Terakhir kali bertemu di Stadion Emirates, Villa berhasil menahan imbang Arsenal, 2-2. Sementara itu, rekor pertemuan kedua pelatih lebih memihak pada Emery. Arteta baru dua kali menang setelah delapan kali bertemu Emery. Data itu sedikit menguntungkan bagi Villa. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti