Belum Juara Liga Europa, Kabar-kabar Kelabu Menyelimuti Manchester United

Manajer Ruben Amorim berkorban menyediakan tiket untuk staf tim menyaksikan final Liga Europa. ”Setan Merah” hanya menggelar pesta ”barbecue” jika juara di Bilbao.

14 Mei 2025 10:14 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MANCHESTER, RABU — Predikat tim raksasa memang sudah tidak layak lagi disandang Manchester United. Selain performa musim 2025-2026 yang ambruk di papan bawah, melaju ke final Liga Europa justru kian membuka permasalahan di dalam ”Setan Merah”. Ketika manajemen lakukan efisiensi, Manajer Ruben Amorim menjadi sang penyelamat.

Pemilik minoritas MU, Sir Jim Ratcliffe, memastikan tak akan memberlakukan kebijakan loyal untuk memberikan tiket pertandingan secara cuma-cuma kepada staf klub untuk final Liga Europa kontra Tottenham Hotspur di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/5/2025) pukul 02.00 WIB. Ratcliffe, yang memimpin manajemen harian MU, hanya memberikan dua tiket kepada pemain tim utama untuk gim final itu.

Pemain bisa memberikan tiket gratis itu kepada keluarga atau sahabat mereka. Namun, MU tidak menanggung ongkos akomodasi kerabat para pemain itu untuk melakukan perjalanan dari Manchester ke Bilbao serta selama berada di Spanyol. Artinya, pemain Setan Merah harus merogoh uang dari saku mereka sendiri untuk menyertakan keluarga dan sahabat mereka ke Bilbao.

Kondisi itu tentu kontras dengan kebijakan CEO Spurs Daniel Levy. Meskipun dikritik para pendukung Spurs selama musim ini akibat anjloknya performa tim di atas lapangan, Levy, merujuk The Mirror, sudah mengonfirmasi akan menyiapkan 700 tiket gratis untuk karyawan tetap Spurs menyaksikan laga final itu. Jumlah itu diambil dari alokasi 15.000 tiket Spurs di San Mames.

Sebaliknya, Ratcliffe memutuskan menggunakan sepenuhnya jatah tiket MU sebanyak 15.000 kepada pendukung mereka. Menariknya, staf atau karyawan klub tidak mendapatkan keistimewaan guna mendapatkan kemudahan tiket laga final itu meski mereka ingin membeli dengan uang sendiri.

Ekspresi kekesalan Manajer Manchester United Ruben Amorim (kanan) saat mendampingi timnya melawan West Ham United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (11/5/2025). Tuan rumah MU kalah, 0-2.

Demi melipur lara karyawan klub, manajemen MU menyiapkan acara nonton bareng resmi dari klub. Namun, lagi-lagi, staf yang menyaksikan laga final via nobar itu hanya dibatasi bisa memesan dua minuman gratis. Jika mereka ingin memesan minuman selanjutnya, mereka harus membayar secara individu.

Di tengah kegamangan itu, Ruben Amorim menjadi sosok penyelamat. Ia memastikan memberikan 30 tiket bagi staf yang bertugas untuk membantu tim utama. Tidak hanya tiket, Amorim juga membiayai keluarga staf itu untuk tiket pertandingan dan akomodasi selama di Bilbao.

”Ruben Amorim membayar 30 staf ruang ganti MU untuk membawa keluarga mereka untuk laga final di Bilbao, pekan depan. Hal itu merupakan respons dari keputusan klub yang mengharuskan para pelatih, fisio, dan staf pendukung tim utama harus membayar tiket sendiri,” sebut sumber ESPN, Selasa (13/5/2025).

Amorim pun telah menyampaikan rencananya itu kepada manajemen klub. Juru taktik asal Portugal itu mempersilakan para pembantunya di MU membawa maksimal dua kerabatnya, baik anggota keluarga maupun sahabat, terbang ke Bilbao.

”Sumber menyebutkan membayar staf tim, termasuk anggota staf dengan bayaran rendah di klub, sebagai penghargaan dan apresiasi kontribusi dan komitmen mereka selama enam bulan yang sulit di klub,” lanjut ESPN.

Pelatih Manchester United Ruben Amorim berteriak ke pemainnya saat melawan Tottenham Hotspur pada laga Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (16/2/2025). Hotspur menang 1-0 pada laga itu.

Keputusan bijak manajer yang datang ke MU, November lalu, itu membuat lega para staf tim utama. Di tengah efisiensi dari pimpinan klub, mereka masih memiliki Amorim yang masih memedulikan mereka.

Setidaknya, karyawan MU bisa mendapat pelipur lara setelah mendengar kebijakan petinggi Spurs atau Paris Saint-Germain yang membayar tiket dan akomodasi untuk 600 karyawan demi menyaksikan gim final Liga Champions.

Perayaan minimalis

Tidak hanya masalah tiket apresiasi, manajemen Setan Merah juga telah memutuskan hanya menyiapkan perayaan juara Liga Europa secara minimalis. Pemain MU dipastikan tidak akan disambut dengan parade bus ketika kembali dari Bilbao ke Manchester, satu hari setelah partai puncak.

Hal itu menunjukkan bahwa pendukung MU belum akan menyaksikan lagi bus parade juara klub kesayangan mereka. Momen itu terakhir kali terjadi pada Mei 2013 ketika MU meraih trofi pamungkas Liga Inggris di era Sir Alex Ferguson.

Sebagai gantinya, manajemen hanya menyiapkan pesta barbecue di pusat latihan tim yang berada di Carrington. Padahal, jika juara Liga Europa, MU akan menerima uang hadiah 85 juta pounds atau sekitar Rp 1,87 triliun.

Manchester United's Portuguese head coach Ruben Amorim shouts to players during the UEFA Europa League semi final first leg football match between Athletic Club Bilbao and Manchester United at the San Mames stadium in Bilbao, on May 1, 2025. (Photo by ANDER GILLENEA / AFP)

”Petinggi Old Trafford telah memutuskan bahwa jadwal parade bus terbuka tidak akan tersedia,” sebut The Times.

Situasi kontras akan terjadi di London apabila Spurs juara. ”Si Lili Putih” akan menghiasi kota London dengan parade bus atap terbuka untuk merayakan gelar kampiun Liga Europa yang merupakan trofi pertama mereka sejak Piala Liga Inggris edisi 2007-2008.

Petinggi MU beralasan perayaan juara minimalis dilakukan seiring padatnya jadwal klub. Tiga hari setelah final di Bilbao, MU akan jalani gim pamungkas musim ini kontra Aston Villa.

Selanjutnya, mereka akan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk jalani tur pasca-musim menghadapi ASEAN All-Star di Stadion Bukit Jalil Malaysia, 28 Mei. Tur Asia singkat itu ditutup gim di Hong Kong, 30 Mei. Setelah itu, para pemain akan bergabung dengan tim nasional mereka untuk jalani gim internasional periode Juni 2025.

Selain perayaan yang bakal kalah meriah, kelompok suporter MU juga dikabarkan akan lebih inferior dibandingkan pendukung Spurs di Bilbao. Selain 15.000 pendukung pemilik tiket, lebih dari 15.000 suporter Spurs lain akan membanjiri kota Bilbao meski tidak memiliki tiket menyaksikan laga langsung di stadion.

Mereka akan menonton pertandingan di fan zone yang disediakan UEFA di sudut-sudut kota Bilbao. Adapun pendukung MU yang datang tanpa tiket hanya sekitar 2.000 orang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari