Manchester United dan Tottenham Hotspur membawa keunggulan gol saat menjalani laga kedua semifinal Liga Europa. Final sesama klub Inggris menanti mereka.
07 Mei 2025 18:04 WIB · Olahraga
MANCHESTER, RABU – Final sesama klub Inggris pada Liga Europa berpotensi terulang jika Tottenham Hotspur dan Manchester United mengalahkan lawan-lawan mereka pada laga kedua babak semifinal pada Jumat (9/5/2025) dini hari WIB. Final sesama Inggris itu mengulangi final pada 2019 antara Chelsea melawan Arsenal, yang dimenangi Chelsea dengan skor 4-1.
Pada laga pertama babak semifinal, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB, Hotspur menang dengan skor 3-1 atas Bodo/Glimt di London dan MU menang 3-0 atas tuan rumah Athletic Bilbao. Bermodalkan kemenangan dan keunggulan selisih gol yang cukup besar, peluang Hotspur dan MU maju ke babak final sangat besar.
Bagi MU dan Hotspur yang sedang terpuruk di papan bawah Liga Inggris, maju ke babak final dan kemudian menjadi juara adalah target utama mereka saat ini. Hanya dengan menjadi juara Liga Europa, salah satu dari keduanya dapat tampil lagi di Liga Champions untuk musim depan.
Menembus Liga Champions akan menjadi modal berharga bagi sebuah tim untuk mendapatkan dana yang besar dari sponsor dan dari hak siar televisi, serta daya tarik untuk menggaet pemain bintang agar mau bergabung dengan mereka pada musim depan. Modal semacam itu penting bagi MU dan Spurs yang berada di dekat jurang degradasi.
Hotspur akan bertandang ke Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia, untuk menjalani laga kedua. Penampilan yang dominan saat berlaga di London menjadi modal moral berharga bagi para pemain tim ”Lily Putih”. Gol cepat dari Brennan Johnson, disusul gol James Maddison dan Dominic Solanke mempertegas keunggulan Hotspur pada laga pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/84459d2387627919d3d3eb4294e5cb16-APTOPIX_Britain_Soccer_Europa_League_129422544.jpg)
Pada laga kedua, Hotspur hanya membutuhkan hasil imbang, atau bahkan kalah dengan selisih tidak lebih dari satu gol, untuk maju ke babak final. Demi meraih hasil bagus saat bermain di kandang Bodo, Hotspur rela mengorbankan laga melawan West Ham, yang berakhir imbang 1-1, akhir pekan lalu.
Saat itu, Manajer Hotspur Ange Postecoglu tidak memainkan Maddison dan Solanke untuk mencegah keduanya dari cedera. Maddison dan Solanke diharapkan dapat kembali tampil prima saat menghadapi Bodo.
Hotspur bakal kembali memainkan permainan menyerang untuk mencuri gol terlebih dulu. Gol cepat akan memberi tambahan beban bagi Bodo dan menyulitkannya untuk bangkit. Johnson, Solanke, dan Richarlison bakal kembali diandalkan untuk membongkar pertahanan Bodo.
Meskipun unggul dengan selisih dua gol, Postecoglu tidak ingin meremehkan Bodo. Bodo merupakan tim yang sangat kuat jika bermain di kandang sendiri. Para pemain Bodo memiliki disiplin yang tinggi dan stamina yang prima sehingga bisa menyulitkan Hotspur.
”Saya pikir, skor tidak mencerminkan dominasi kami. Namun, pada akhir laga pertama, kami mendapatkan posisi yang bagus,” kata Postecoglu kepada UEFA.com.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/f00c1107ea9e705b378278b6204f5ce4-APTOPIX_Britain_Soccer_Europa_League_129422531.jpg)
Para pemain Hotspur juga tidak ingin menggampangkan laga melawan Bodo. Selisih dua gol masih dapat disamakan oleh Bodo jika para pemain Hotspur tidak berlaga dalam semangat yang sama seperti laga pertama.
”Memang menyenangkan memiliki keunggulan, tetapi kami tahu masih ada laga sulit yang menunggu. Pekerjaan belum selesai,” kata Solanke.
Dari pihak Bodo, gol yang dicetak Ulrik Saltnes di London membuat mereka masih memiliki sedikit harapan untuk bangkit. Mengejar selisih dua gol tentu lebih mudah dibandingkan mengejar tiga gol.
”Gol itu memberi kami sedikit harapan karena jika sampai tertinggal 0-3, itu akan menjadi selisih yang terlalu besar,” ujar Kjetil Knutsen, Pelatih Bodo.
Knutsen menjanjikan laga yang sangat ketat saat menjamu Hotspur. Stadion akan penuh dengan pendukung Bodo dan mereka akan mengejar ketertinggalan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/4648f5aec1d6864cbc8965b75e3a3308-Spain_Soccer_Europa_League.jpeg)
Sementara itu, langkah MU untuk menuju final bakal lebih nyaman. MU menang 3-0 atas Athletic Bilbao di kandang lawan. Pada laga kedua, MU akan menjamu Bilbao di Stadion Old Trafford.
Gol dari Casemiro dan dua gol Bruno Fernandes membuat tim asuhan Pelatih Ruben Amorim itu sulit untuk dikejar Bilbao. Namun, Amorim tidak mau menganggap timnya sudah pasti lolos ke final.
”Kami memiliki keuntungan dan dukungan para suporter. Namun, ini semua bisa berubah. Apa pun dapat terjadi dalam sebuah laga,” tutur Amorim.
MU bakal kembali mendominasi penguasaan bola untuk mencegah Bilbao mengembangkan permainan dan membalas dendam. Pertahanan bakal diperkuat guna mencegah Bilbao untuk mencetak banyak gol dan menyamakan agregat skor.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/4ac23893cd44cf4865ec8c13a1c36aa3-Spain_Soccer_Europa_League_3_.jpeg)
Seperti Hotspur, MU juga menyimpan beberapa pemain kunci dan mengorbankan laga melawan Brentford sehingga kalah dengan skor 3-4, akhir pekan lalu. Kini, MU akan kembali tampil dengan formasi 4-3-3 dan mengandalkan Fernandes, Rasmus Hojlund, dan Alejandro Garnacho pada lini depan.
Pemain MU yang baru pulih dari cedera, Amad Diallo, diperkirakan bakal mendapat menit yang lebih banyak pada laga ini. Jika mampu tampil optimal, Diallo bakal menjadi pembeda pada laga nanti karena pemain sayap itu mampu menusuk dengan cepat dan memberikan umpan-umpan berbahaya ke depan gawang.
Di sisi lain, Bilbao berjanji akan bertarung habis-habisan sampai detik terakhir untuk membalikkan keadaan.
”Sudah jelas kami mendapatkan hasil yang sangat buruk pada laga pertama, tetapi kami harus tetap bermain. Kami tidak akan menyerah meskipun tahu kami sangat tidak diunggulkan,” ujar Ernesto Valverde, Pelatih Bilbao.
Penulis:
Emilius Caesar AlexeyEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul