”One Piece”, Simbol Perlawanan dari Palestina hingga Indonesia

Sejak 2023, bendera ”One Piece” telah berkibar di Palestina. Kehadirannya menjadi simbol perjuangan pembebasan Palestina dan perlawanan terhadap tirani Israel.

03 Agt 2025 12:24 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Bendera hitam bajak laut bergambar tengkorak Jolly Roger bertopi jerami khas tokoh utama serial anime One Piece, Monkey D Luffy, semakin sering terlihat wira-wiri di jalanan. Gambar itu pun marak beredar di media sosial. Bahkan, jagat netizen pun ramai diajak untuk mengibarkan bendera ”One Piece”.

Pemerintah dan sejumlah anggota parlemen pun dibuat khawatir. Mereka cemas, ajakan itu dapat mengarah pada tindakan makar dan memecah belah persatuan. Namun, imbauan dan peringatan untuk tak menyebarkan bendera itu seakan tak didengar. In this economy, kala hidup makin susah, rakyat makin merasa tak didengarkan, dan pemerintah dianggap tak berpihak lagi pada rakyat maka mungkin penyebaran bendera itu akan sulit dikendalikan.

Secara sekilas, serial anime karya Eiichiro Oda yang populer di seluruh dunia itu tampak seperti kisah petualangan bajak laut biasa. Namun, One Piece juga kritik terhadap korupsi, eksploitasi, sekaligus refleksi dari sikap eksploratif, pencarian kebebasan dalam masyarakat yang ditekan oleh rezim yang menindas.

Tangkapan layar film animasi One Piece yang tayang di Netflix sejak dua tahun lalu. Animasi ini bercerita tentang petualangan Monkey D. Luffy beserta rekannya dalam mencari One Piece.

Dan, jangan salah, penggunaan bendera ”One Piece” itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Bendera itu sudah beredar sejak tahun 2023 di Palestina yang kemudian diikuti dengan simbol semangka. Simbol semangka menjadi bentuk dukungan pada Palestina setelah otoritas Israel pada 1967 melarang pengibaran bendera Palestina serta penggunaan warna-warna nasional (merah, hijau, hitam, dan putih) di Gaza dan Tepi Barat. Para seniman Palestina lantas menyiasatinya dengan menggambar semangka yang punya corak warnanya sama dengan bendera Palestina.

Majalah Time, 20 Oktober 2023, menyebutkan simbol semangka ini sempat hilang dan muncul lagi pada 2021. Ini menyusul putusan pengadilan Israel yang menyatakan keluarga-keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur akan diusir dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi para pemukim.

Bersama dengan simbol semangka, bendera ”One Piece” juga jadi simbol perjuangan pembebasan Palestina dan perlawanan terhadap Israel. Ketika pertama kali muncul di Twitter—kini bernama X—dalam sebuah demonstrasi Palestina tahun 2023, dukungan mengalir deras dan bendera itu jadi simbol persatuan dan pembebasan. Apalagi, One Piece juga populer di Palestina.

Seperti halnya ”Bajak Laut Topi Jerami”, rakyat Palestina juga menentang pendudukan dan ketidakadilan dengan membangkang otoritas. Tema dan narasi dalam One Piece berfungsi sebagai representasi simbolis dari perjuangan rakyat Palestina untuk kebebasan, keadilan, dan penentuan nasib sendiri. Paralel dengan seruan itu adalah pernyataan yang menekankan hasrat universal manusia pada kebebasan dan perlawanan terhadap penindasan.

Solidaritas

Bendera ”One Piece” juga jadi ekspresi kekecewaan dan protes sosial. Bendera berfungsi sebagai simbol perlawanan dalam konteks budaya populer. Dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikembangkan sosiolog George Herbert Mead dan Herbert Blumer, makna bendera terbentuk melalui interaksi sosial dan menjadi simbol signifikan yang memengaruhi identitas kolektif.

Dalam konteks perlawanan, bendera menjadi tanda yang dipahami bersama sebagai representasi identitas kelompok dan penolakan terhadap otoritas yang berkuasa. Gerakan sosial, menurut sosiolog Alberto Melucci yang terkenal dengan teori identitas kolektifnya, butuh simbol yang mempersatukan orang. Bendera berfungsi sebagai ”penanda identitas” yang memudahkan individu merasa menjadi bagian dari perjuangan bersama.

Masalahnya, menurut sosiolog James Jasper melalui teori emosi kolektif dan mobilisasinya, ada risiko bagi para penguasa. Bendera dapat menggerakkan emosi kolektif seperti kemarahan, harapan, dan keberanian, elemen-elemen penting untuk mobilisasi massa. Melihat ada bendera di tengah protes dapat menciptakan rasa ”bersatu melawan musuh bersama”.

Seperti yang terjadi pada bendera Meksiko yang jadi simbol kuat perlawanan di Los Angeles terhadap pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Demonstran yang mengibarkan bendera Meksiko dianggap pemberontak tetapi bagi banyak pengunjuk rasa yang merupakan warga negara Meksiko-Amerika, bendera itu mewakili kebanggaan atas asal-usul mereka dan simbol solidaritas pada imigran yang dideportasi.

”Akan sulit melarang orang mengibarkan bendera tanah air mereka karena itu memberi orang rasa bangga,” kata pengamat gerakan hak-hak imigran Latin dan Guru Besar Studi Etnis di University of California Alfonso Gonzales Toribio.

Pada awal tahun 2025, di AS juga ramai orang mengibarkan bendera AS secara terbalik. Secara historis, mengibarkan bendera terbalik ini sebenarnya jadi sinyal marabahaya atau simbol kesedihan. Menurut kode bendera AS, bendera terbalik hanya boleh digunakan ”sebagai sinyal bahaya yang mengerikan dalam keadaan bahaya ekstrem terhadap jiwa atau harta benda”.

Seorang pengunjuk rasa membawa bendera AS terbalik, di samping sebuah bangunan yang terbakar di Minneapolis, pada hari Kamis, 28 Mei 2020, saat protes atas kematian George Floyd.

Namun, kini bendera terbalik dipakai sebagai bentuk protes. Majalah Newsweek, 24 Februari 2025, menyebutkan para perusuh di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 juga membawa bendera AS terbalik dan itu tidak dianggap sebagai tindakan ilegal. Ensiklopedia Amendemen Pertama menjelaskan Mahkamah Agung telah menegakkan hak untuk menggunakan bendera sebagai bentuk ekspresi simbolis.

Di China, lain lagi bentuk ekspresi perlawanannya. Tidak dengan bendera atau simbol buah, tetapi kertas kosong berukuran A4. Pada berbagai unjuk rasa protes terhadap Partai Komunis China dan strategi ”nol Covid-19” dari Presiden China Xi Jinping pasti ada lembaran kertas kosong A4 yang diangkat. Kertas kosong putih ini juga dipakai dalam demonstrasi di Hong Kong pada 2020. Ini cara kreatif rakyat dalam menyiasati penggunaan kata-kata dan gambar yang dilarang oleh pemerintah.

Guru Besar Ilmu Politik dan Hubungan Internasional di University of Southern California Stanley Rosen, kepada majalah New Yorker, 2 Desember 2022, mengatakan, kertas-kertas kosong yang jadi cara senyap rakyat menyerukan protes itu menyisakan ruang untuk imajinasi. Bisa diartikan apa saja dan tidak akan bisa ditindak karena tidak ada tulisan apa-apa.

Meski tak ada tulisan apa-apa, semua orang tahu kalau ada kertas kosong A4 itu artinya protes kepada pemerintah. Rosen yakin orang protes karena hanya ingin kebijakan terkait Covid-19 dicabut agar kondisi perekonomian China normal kembali. Rakyat butuh solusi konkret dari pemerintah.

Poster berbentuk semangka dalam aksi Stop Genosida Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (19/4/2024). Aksi yang digelar secara kolektif oleh Koalisi Musik Untuk Gaza ini menyuarakan kecaman terhadap Israel yang melakukan agresi mengarah ke genosida kepada rakyat Palestina. Pihak Amerika Serikat menjadi salah satu negara besar yang mendukung dan menjadi kekuatan dibalik invasi Israel tersebut, baik pendanaan, persenjataan, hingga pengaruh politik internasional. Koalisi Musisi Untuk Gaza ini gerakan bersama sejumlah kelompok musik Indonesia seperti The Brandals, Seringai, Efek Rumah Kaca, The Jansen, Indische Partij, Kelompok Penerbang Roket, dan sejumlah kelompok musik lain yang bergerak bersama mengecam invasi Israel. Mereka menilai invasi dan upaya genosida Israel terhadap rakyat Palestina saat ini termasuk kejahatan kemanusiaan terbesar dalam sejarah peradaban dunia. Gerakan musisi melawan peperangan dan memperjuangkan kemanusiaan juga dilakukan sejumlah musisi dunia, seperti vokalis Rage Against The Machine Zack De La Rocha yang telah beberapa kali turut aksi mengecam invasi Israel. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 19-4-2024

”Saya rasa tidak banyak orang yang berpikir akan bisa menyingkirkan Partai Komunis China. Saya yakin mereka tidak ingin menyingkirkan partai karena tidak ada yang bisa menggantikan,” kata Rosen.

Namun, kertas kosong itu—seperti halnya bendera dan semangka—jadi simbol dan nilai-nilai keadilan sejati, kebebasan individu, dan perlawanan terhadap ”situasi penindasan”. Seperti nilai-nilai One Piece yang membuatnya diterima sebagai inspirasi gerakan kebebasan.

Berkaca dari simbolisme itu, banyak penggemar One Piece menafsirkan perjalanan Luffy sebagai metafora melawan rezim korup, hukum yang tidak adil, dan monopoli informasi. Ia menjadi narasi perjuangan melawan tirani, memotivasi pembacanya untuk mempertanyakan hegemoni otoritas dan memperjuangkan kebebasan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan