ENERGI

Sejumlah Negara Cari Jalur Alternatif untuk Amankan Pasokan Minyak dan Gas

India mencari pemasok dan jalur aman kiriman pupuk menjelang musim tanam. Korsel menggunakan pelabuhan migas di Laut Merah. Irak memiliki jalur pipa BBM lewat Turki.

06 Apr 2026 21:02 WIB · Internasional

AFP

Oleh Iwan Santosa

MUMBAI, SENIN — Meskipun Iran dan Amerika Serikat tengah mengkaji proposal gencatan senjata, Senin (6/4/2026), perang belum kunjung mereda. Bahkan, Israel kian memperkuat serangannya ke sasaran strategis di Iran, termasuk menyerang pabrik petrokimia Iran yang berada di kawasan ladang gas alam South Pars.

Macetnya arus lalu lintas energi di Selat Hormuz memaksa sejumlah negara mencari jalur alternatif. Demi menjamin keamanan ekonomi dalam negeri, BUMN pupuk India, India Potash Ltd, pada Sabtu pekan lalu membuka tender untuk mendatangkan pupuk.

Untuk memenuhi kebutuhan domestik, India berencana mendatangkan 1,5 juta ton pupuk melalui pantai barat negeri itu. Selain itu, India juga akan mendatangkan 1 juta ton pupuk melalui jalur timur. Tender untuk pengadaan itu akan ditutup pada 16 April. Komoditas itu diharapkan telah diberangkatkan dari pelabuhan asal pada 14 Juni.

”Surplus pupuk urea dunia tidak tersalurkan merata karena dampak perang di Timur Tengah. Kita menunggu siapa saja yang ikut dalam tender karena hasil tender akan menentukan besaran harga pupuk,” kata seorang pejabat India yang dekat dengan isu tersebut.

People wait to collect household cylinders of liquefied natural gas from an authorized dealer in Ahmedabad, India, Monday, March 16, 2026. (AP Photo/Ajit Solanki)

Warga antre untuk membeli gas elpiji rumah tangga di salah satu penyalur resmi di Ahmedabad, India, 16 Maret 2026.

Pada November 2025, IPL menang tender urea dengan harga 418,40 dolar AS per ton, termasuk biaya pengiriman (CFR). Namun, seorang pejabat di New Delhi mengatakan angka tersebut tidak lagi bisa dijadikan patokan harga karena melonjaknya biaya pengiriman dan lain-lain sebagai dampak agresi AS-Israel.

India merupakan salah satu importir pupuk urea terbesar di dunia. Ketersediaan urea sangat penting bagi ketahanan pangan India. Seiring hadirnya musim hujam, Juni nanti merupakan masa tanam padi, jagung, dan kedelai.

Mayoritas dari 1,4 miliar penduduk India menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Pertanian India membutuhkan aneka pupuk, seperti urea, diammonium fosfat (DAP), dan potas, serta LNG untuk produksi urea.

Negara Teluk memasok 20 hingga 30 persen kebutuhan urea dan 50 persen LNG India. Menteri Urusan Pupuk India Aparna Sharma mengatakan, impor LNG tersebut digunakan India untuk produksi urea di dalam negeri.

Kapal tanker bendera Liberia, Shenlong Suezmax yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi melintasi Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai, India, Kamis (12/3/2026). India mendapat perkecualian dari Iran untuk dapat melintasi Selat Hormuz. Liberia-flagged tanker Shenlong Suezmax, carrying crude oil from Saudi Arabia, that arrived clearing the Strait of Hormuz, is seen at the Mumbai Port in Mumbai, India, Thursday, March 12, 2026. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Produksi urea India jatuh bulan lalu karena ketiadaan gas sejak serangan AS-Israel ke Iran tanggal 28 Februari 2026. Walaupun India berhasil mendatangkan gas, seorang pejabat di Mumbai mengatakan, produksi urea turun ke kisaran 600.000 ton hingga 700.000 ton.

Produksi diharapkan kembali meningkat jika arus gas dan pupuk kembali mengalir. Dengan koordinasi khusus, India menjadi salah satu negara yang diberi keleluasaan Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Jalur Alternatif

Selain India, Korea Selatan kini juga tengah berjibaku mengamankan pasokan energi. Negeri itu menggantungkan 70 persen kebutuhan BBM dari Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz ”memaksa” Korsel mengambil langkah-langkah darurat.

Selain itu, Seoul juga berencana mengirim kapal untuk mengambil minyak melalui jalur Laut Merah. Setidaknya Seoul akan mengirim lima kapal berbendera Korsel untuk mengambil minyak produk Arab Saudi dari pelabuhan Yanbu yang ada di pesisir Laut Merah. Langkah alternatif itu juga diambil oleh Taiwan.

”Kapal niaga berbendera Korea harus menggunakan jalur alternatif demi mengamankan ekonomi nasional dengan menghindari Selat Hormuz. Kita mengirim konvoi lima kapal niaga ke Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, di tepi Laut Merah,” kata anggota Parlemen Ahn Do-geol seusai rapat darurat dengan Kementerian Energi Korsel.

Seorang pengunjuk rasa Korea Selatan mengenakan topeng Presiden AS Donald Trump saat protes terhadap permintaan Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz di depan kedutaan AS di Seoul padaMinggu (16/3/2026).

AFP/Jung Yeon-je

Korsel juga mengirim utusan khusus perdagangan ke Arab Saudi, Oman, dan Aljazair untuk mengamankan kebutuhan minyak mentah.

Seperti negara-negara Asia lainnya, Korsel menggantungkan diri pada impor energi yang diperoleh dari Teluk dan diangkut melalui Selat Hormuz. Krisis akibat serangan AS-Israel yang memicu Iran menutup Selat Hormuz membuat Pemerintah Korsel mengajukan dana darurat sebesar 17,2 miliar dolar AS untuk tanggap darurat ekonomi.

Kepada rakyat Korsel, Presiden Lee Jae Myung mengatakan bahwa perekonomian negeri itu ada dalam situasi darurat perang. Kementerian Energi Korsel mengeluarkan panduan teknis penghematan energi, seperti memotong waktu mandi dan mengisi baterai telepon genggam secara efektif.

Minyak Irak

Dalam perkembangan perundingan dengan Iran, Irak mendapat keleluasaan mengekspor minyak melalui Selat Hormuz. Dalam laporannya, Bloomberg menyebutkan Pemerintah Irak mengabarkan kepada pembeli dan pengilang dapat mengirim kapal tanker ke Irak.

Badan Penjualan Minyak Irak (SOMO) mengumumkan pada Minggu siang, pembeli minyak Irak dapat melintasi Selat Hormuz. Minyak Irak dikecualikan dari pembatasan melintasi Hormuz. Pihak Irak mendapat jaminan keamanan dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Iran atas hubungan baik kedua negara.

Truk tangki mengangkut minyak Iran melintas menuju Sulaimaniyah di utara Irak yang merupakan wilayah Kurdistan, 11 Maret 2026. Terdapat jalur alternatif pengiriman BBM dari Irak melalui pipa dan jalan darat ke Turki yang dapat menjadi alternatif menghindari Selat Hormuz. Karena hubungan baik dan diplomasi, Iran mengijinkan minyak Irak diangkut melintasi Selat Hormuz sejak pekan ini. TOPSHOT - An Iranian fuel oil tanker drives en route to Sulaimaniyah in Iraq's northern Kurdistan region after passing the Bashmagh border crossing on March 11, 2026. The International Energy Agency said its member countries would unlock 400 million barrels of oil from their reserves to ease the impact of the Middle East war, the biggest such release ever. The crude market has been hit by wild volatility since the United States and Israel began striking Iran at the end of last month, with Tehran retaliating by attacking targets across the oil-rich Gulf and effectively shutting down the Strait of Hormuz. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

Badan Penjualan Minyak Irak meminta pembeli menentukan jadwal pembelian dan data kapal tanker serta volume BBM yang dibutuhkan. Irak menyatakan sejumlah pelabuhan BBM seperti Basrah siap melayani pembeli 24 jam.

Turki mengatakan, tanker Ocean Thunder yang mengangkut 1 juta barel minyak Irak menuju Malaysia kemarin melintasi Selat Hormuz dengan aman. Irak biasa menjual minyak dengan prosedur free-on-board yang berarti pembeli mengatur sendiri kapal tanker pengangkut.

Selain mengekspor minyak melalui Selat Hormuz, Irak juga memiliki jalur alternatif pengiriman minyak dengan pipa melintasi Turki. Namun, kuantitas pengiriman dengan pipa tersebut terbatas.

Sebelumnya, Vietnam, Kamboja, dan Filipina berhasil mendatangkan BBM dari Rusia dan China. Sementara Indonesia masih terus berjuang melakukan diplomasi ke Iran dan menjaga kelanjutkan kontrak pembelian BBM dari Amerika Serikat sesuai kesepakatan dagang RI-AS. (AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim