Indonesia akan melawan Denmark pada penyisihan Piala Sudirman. Laga tersebut memperebutkan posisi juara Grup D.
30 Apr 2025 19:13 WIB · Olahraga
XIAMEN, RABU – Setelah memastikan lolos ke perempat final, upaya berikutnya akan dilakukan tim bulu tangkis Indonesia pada kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman. Indonesia akan berburu posisi juara grup untuk mempertahankan momentum dan meningkatkan kepercayaan diri.
Target tersebut bisa dicapai melalui pertandingan Indonesia melawan Denmark yang akan berlangsung di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Kamis (1/5/2025), mulai pukul 08.30 WIB. Siapapun yang memenangi laga tersebut akan mendapat status juara Grup D meski saat ini Indonesia berada pada peringkat kedua, di bawah Denmark. Adapun posisi ketiga dan keempat ditempati India dan Inggris yang telah dipastikan tersingkir.
Denmark dan Indonesia, yang mendapat tiket perempat final karena menjadi dua tim terbaik Grup D, sama-sama memiliki dua poin hasil dari dua kali menang. Pembeda posisi kedua tim adalah selisih gim yang dimenangi dan yang hilang.
Dari sepuluh partai saat mengalahkan Inggris (5-0) dan India (4-1), Indonesia memenangi 19 gim dan kehilangan empat gim, sementara, Denmark memiliki selisih gim 18-2. Indonesia bisa menggeser Denmark jika menang.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian berharap, semua pemain bisa mengambil pengalaman dari dua pertandingan sebelumnya untuk bersiap menghadapi Denmark. Apalagi, posisi juara grup telah menjadi target awal PBSI.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/45823a5c99b07397be51301816ddddac-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_22.54.28.jpeg)
Meski status perempat finalis tak akan lepas apapun hasil pertandingan nanti, kemenangan atas Denmark akan bermakna besar bagi atlet. Rasa percaya diri mereka akan terjaga karena bisa mempertahankan momentum kemenangan dalam tiga pertandingan. Apalagi, pada fase berikutnya, persaingan akan terjadi hanya di antara dua tim terbaik dari setiap grup dalam sistem gugur.
Selain Indonesia dan Denmark, perempat finalis lainnya adalah China dan Thailand dari Grup A, Taiwan dan Korea (Grup B), serta Jepang dan Malaysia (Grup C). Tim yang lolos dari Grup A dan B bertanding untuk posisi juara grup pada Rabu sore hingga malam. Adapun Jepang dan Malaysia akan bertemu pada waktu yang sama dengan pertandingan Denmark versus Indonesia.
Indonesia akan melawan Denmark yang bersaing tanpa Viktor Axelsen. Peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024 itu absen di timnya karena masih dalam masa pemulihan usai operasi punggung, pada Maret.
Namun, itu tak membuat kekuatan Denmark berkurang. Tim terkuat dari Eropa ini masih memiliki Anders Antonsen yang bisa menjadi hambatan besar bagi tunggal putra pertama Indonesia, Jonatan Christie.
Catatan penampilan keduanya pada tahun ini membuat pertandingan bisa berjalan ketat. Jonatan menang sepuluh kali dari 15 pertandingan, sementara Antonsen menang dengan jumlah yang sama dari 14 pertandingan.
Berdasarkan statistik pertemuan, Jonatan unggul dengan selisih tipis 6-5, tetapi kalah dalam dua pertemuan terakhir yang terjadi pada 2024. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Jonatan dalam masa latihan, yaitu bahwa dia harus siap menghadapi persaingan berat pada fase penyisihan ketika melawan India dan Denmark. Terbukti, Jonatan bermain tiga gim selama satu jam 13 menit untuk mengalahkan Prannoy H.S. saat melawan India.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/c19c4c2ad8d935e398a28a204057e8ce-Screen_Shot_2025_04_30_at_16.52.49.png)
Jonatan mengatakan, momen buruk dari Piala Sudirman Gold Coast 2017 menjadi motivasinya untuk menyumbangkan kemenangan saat melawan Prannoy. Saat itu, dengan hanya tiga tim dalam satu grup, Indonesia juga bersaing dengan India dan Denmark. Akan tetapi, tim “Merah Putih” tersingkir pada fase penyisihan meski mencatatkan satu kali menang dan satu kali kalah, sama seperti India dan Denmark. Indonesia menempati peringkat terakhir grup karena kalah dalam selisih partai yang dimenangi.
Pertandingan di Gold Coast tersebut menjadi salah satu dari 15 pertemuan Indonesia dan Denmark sejak Piala Sudirman pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 1989. Indonesia menang sepuluh kali, termasuk pada pertemuan terakhir yang terjadi pada penyisihan grup di Vantaa, Finlandia, pada 2021.
Selain tunggal putra, persaingan Indonesia dan Denmark berpeluang ketat pada empat nomor lain jika dilihat dari catatan pertemuan para atletnya. Putri Kusuma Wardani dan Line Hoejmark Kjaersfeldt berbagi dua kemenangan dari empat pertemuan.
Putri bisa memanfaatkan momentum kemenangan pada pertemuan terakhir, di perempat final Hong Kong Terbuka 2024, dan dari performanya saat melawan pemain India, Pusarla V Sindhu. Putri mengalahkan peraih medali Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020 itu dengan skor 21-12, 21-13.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/d347ef40a2006bbc6307aa18dc09ac00-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_18.34.35.jpeg)
Pemain-pemain nomor ganda harus meningkatkan level performa untuk menghadapi Denmark, termasuk atlet ganda putri. Walaupun Denmark tak membawa pasangan tetap dengan ranking terbaik, mereka bisa menyulitkan karena kerap mengganti formasi ganda putri.
Saat melawan India, Denmark menurunkan Natasja P Anthonisen/Alexandra Boeje. Adapun ketika berhadapan dengan Inggris, Anthonisen diduetkan dengan pemain tunggal, Line Christophersen, yang terakhir kali bermain ganda saat tampil dalam Kejuaraan Dunia Yunior 2018.
“Melawan Denmark, pasti ganda putri yang turun tidak bisa ditebak. Kami harus mengantisipasi pola permainan yang tidak biasa. Selain itu, pertahanan mereka terkenal cukup rapat,” ujar Siti Fadia Silva Ramadhanti setelah bermain melawan India bersama Lanny Tria Mayasari.
Fadia/Lanny menjadi salah satu pilihan ganda putri untuk melawan Denmark selain Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Meski kalah posisi dalam ranking dunia dari rekan mereka, Fadia/Lanny mempunyai keunggulan karena menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar juara dari turnamen BWF World Tour pada 2025. Mereka menjuarai turnamen Thailand Masters Super 300, awal Februari.
Selain itu, Fadia berpengalaman membela Indonesia dalam Piala Sudirman 2021 dan 2023, sementara Lanny tampil sejak 2023. Adapun bagi Febriana/Amalia, turnamen di Xiamen menjadi Piala Sudirman pertama mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/0f2962176802f89d76b173a4d90ee208-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_20.43.36.jpeg)
Untuk meraih poin dari ganda putra, Indonesia bisa mengandalkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atau Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin untuk melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Fajar/Rian memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam Piala Sudirman, tetapi tertinggal 3-5 dari Astrup/Rasmussen. Adapun Fikri/Daniel menang dalam satu pertemuan sebelumya yang terjadi dalam babak pertama All England, pada Maret.
Sementara, pilihan untuk menghadapi ganda campuran Denmark yang tengah naik daun, yaitu Jesper Toft/Amelie Magelund, cukup beragam. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja saling mengalahkan dalam dua pertemuan dengan Toft/Magelund pada tahun ini, tetapi, mereka harus segera melupakan kekalahan saat melawan India meski telah unggul 19-16 pada gim ketiga.
Formasi lain, yaitu Dejan Ferdinansyah/Gloria juga pernah menang atas pasangan Denmark ranking ketujuh dunia itu, di China Masters 2024. Selain itu, Indonesia pun bisa menurunkan formasi Rinov Rivaldy/Gloria yang bermain pada perempat final Piala Sudirman 2023.
Setelah fase penyisihan grup selesai pada Kamis, persaingan diteruskan dengan perempat final, keesokan harinya. Pertemuan untuk babak tersebut akan diundi hingga mempertemukan juara dengan peringkat kedua dari grup berbeda.
Tunggal putra
Jonatan Christie – Anders Antonsen 6-5
Tunggal putri
Putri Kusuma Wardani – Line Hoejmark Kjaersfeldt 2-2
Ganda putra
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto – Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 3-5
Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin – Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 1-0
Ganda campuran
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari – Jesper Toft/Amelie Magelund 0-0
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja – Jesper Toft/Amelie Magelund 1-1
Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja – Jesper Toft/Amelie Magelund 1-0
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/f1898f3a-1330-4439-a23d-f5cda0745a40_png.png)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey