Berharap Akhir Bahagia ”Drama” Megawati Hangestri di Korea

Bertepatan dengan momen Lebaran, Megawati Hangestri akan menjalani laga pertama babak final. Ibarat drama Korea, dia berharap mendapatkan akhir bahagia.

30 Mar 2025 19:27 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Apabila pertandingan-pertandingan babak final Liga Bola Voli Korea ibarat sebuah drama, pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, ingin mendapatkan akhir yang bahagia. Untuk mendapatkan akhir yang bahagia itu, dia bahkan tak segan berperan sebagai tokoh antagonis yang memberi kisah pahit bagi lawan.

Megawati Hangestri Pertiwi tak bisa berlama-lama larut dalam euforia. Hanya berselang dua hari setelah merebut tiket ke final, Megawati bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks akan langsung mengawali perjalanannya meraih gelar juara Liga Bola Voli Korea 2024-2025 tepat pada momen Lebaran, Senin (31/3/2025).

Megawati dan kawan-kawan akan menjalani laga perdana babak final kontra Incheon Heungkuk Life Pink Spiders. Red Sparks akan lebih dahulu bertandang ke markas Pink Spiders di Gimnasium Samsan World, Incheon.

Pink Spiders berhak menjadi tuan rumah dalam dua laga pertama karena berhasil lolos ke babak final sebagai juara fase reguler. Baru pada dua laga selanjutnya, Red Sparks akan bermain di kandang sendiri.


Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil apik untuk membawa Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate, di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025) siang WIB itu. Berkat kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format palyoff the best of three.

Red Sparks dan Pink Spiders akan memainkan babak final dengan format best of five. Tim yang berhak meraih gelar juara adalah tim yang pertama kali memenangi tiga pertandingan dari total lima pertandingan yang dimainkan. 

Dengan format tersebut, terbuka peluang persaingan merebut gelar juara itu dipenuhi drama. Apalagi, kedua tim sama-sama bertekad untuk mengakhiri dahaga gelar di Liga Bola Voli Korea. Pink Spiders telah menahan dahaga tiga tahun, Red Sparks lebih lama lagi dengan 13 tahun.

Selain penuh drama, perjalanan Megawati bersama Red Sparks dipastikan tidak akan mudah. Selain karena harus bermain di markas lawan pada dua laga perdana, Red Sparks harus menghadapi rekor pertemuan yang berpihak pada Pink Spiders.

Pada musim ini, Pink Spiders lebih baik dalam rekor mengalahkan Red Sparks. Pink Spiders unggul empat kali dari enam pertemuan di babak reguler.

Quote

Aku kebanyakan menonton komedi romantis yang bahagia atau melodrama dalam drama Korea. Aku ingin mengakhiri musim ini dengan ”happy ending”.

Kendati demikian, Megawati dan rekan setim tak gentar. Kapten tim, Yeum Hye-seon, bahkan menegaskan, Red Sparks punya kekuatan berupa kerja sama tim yang kuat. Ini modal berharga menghadapi Pink Spiders.

Jika pertarungan babak final ibarat sebuah drama, Yeum juga menegaskan siap memerankan peran antagonis. Dia tidak segan memberi akhir pahit untuk Pink Spiders maupun Kim Yeon-koung yang dijuluki ”Ratu Bola Voli Korea”.


Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil apik untuk membawa Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate, di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025) siang WIB itu. Berkat kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format palyoff the best of three.

Kim, yang mengukir banyak gelar juara di Korea, Jepang, Turki, serta beragam ajang dunia, akan pensiun. Kim berharap bisa menutup kisahnya dengan manis lewat torehan juara bersama Red Sparks.

”Untuk tim, saya ingin menjadi ’penjahat’ seperti dalam sebuah drama. Saya ingin mengangkat trofi juara bersama tim,” kata Yeum, dikutip dari media Korea Selatan, Star News Korea.

Megawati menyetujui perkataan kaptennya. ”Saya suka istilah penjahat. Kami harus profesional. Kim Yeon-koung adalah idola saya. Namun di dalam stadion, dia hanyalah bagian dari tim lain,” ucapnya.

Bersyukur

Megawati tahu betul babak final begitu berarti baginya, tidak peduli siapa yang akan menjadi lawannya. Ini merupakan musim kedua pemain asal Jember, Jawa Timur, itu berkarier di Korea Selatan. Di tengah masa depannya di ”Negeri Ginseng” yang masih jadi pertanyaan, dia ingin menandai musim keduanya itu dengan pencapaian tinggi.


Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil apik untuk membawa Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate, di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025) siang WIB itu. Berkat kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format palyoff the best of three.

Kebahagiaan pun terpancar dalam diri Megawati selepas memastikan Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate dengan pukulan kerasnya. Pemain andalan timnas Indonesia ini langsung sujud syukur, memeluk pelatih dan rekan setim, lalu menangis haru.

Kata Megawati, kebahagiaan itu bukan hanya karena berhasil mengantar Red Sparks lolos ke final untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Pemain berusia 25 tahun ini juga bersyukur, bahagia, dan terharu karena mampu mengatasi tekanan dan kesulitan untuk meraihnya.

”Alhamdulillah senang banget. Khususnya aku yang tidak menyerah sampai akhir,” kata Megawati selepas laga terakhir playoff melawan Hillstate dalam unggahan di Youtube resmi Red Sparks.


Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil apik untuk membawa Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate, di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025) siang WIB itu. Berkat kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format palyoff the best of three.

Megawati mengaku sempat goyah saat set pertama dan kedua melawan Hillstate. Menurut Megawati, pada dua set itu, Hillstate mampu mempelajari permainannya sehingga dia cukup kesulitan. Hillstate pun mampu merebut set kedua.

Namun, memasuki set ketiga, Megawati mulai mencoba fokus pada permainan sendiri. Red Sparks pun akhirnya menang 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20).

”Aku berpikir, untuk apa aku goyah. Aku main saja kayak biasanya karena sama saja. Saat set ketiga dan keempat, akhirnya aku (berpikir) yang penting aku main saja, urusan hasil biar Tuhan yang bantu,” tuturnya lagi.

Dalam kesempatan berbeda ketika diwawancara KOVO (Federasi Bola Voli Korea Selatan), Megawati mengatakan, kemenangan atas Hillstate sangat berarti karena menunjukkan Red Sparks bisa belajar dari kesalahan. Kesalahan yang dimaksud adalah laga kedua playoff ketika Megawati takluk di kandang sendiri.


Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil apik untuk membawa Red Sparks meraih kemenangan atas Suwon Hyundai E&C Hillstate, di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3/2025) siang WIB itu. Berkat kemenangan 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format palyoff the best of three.

Megawati bersama Red Sparks sebenarnya berpeluang lolos ke final dalam dua pertandingan saja. Mereka punya modal kemenangan pada laga perdana di markas lawan. Artinya, mereka tinggal menyelesaikan laga kedua di kandang sendiri untuk bisa melaju ke final. Namun, skenario itu tak berjalan.

Terlepas dari itu, Megawati senang menjadi bagian dari Red Sparks dan perjalanan tim menuju puncak prestasi. ”Ini pertama kalinya aku masuk final di liga ini. Tahun lalu, aku peringkat tiga aja. Terima kasih atas kerja kerasnya, terima kasih diriku karena bertahan sampai sekarang,” ucapnya lagi.

””Aku kebanyakan menonton komedi romantis yang bahagia atau melodrama dalam drama Korea. Aku ingin mengakhiri musim ini dengan happy ending,” tutur Megawati, dikutip dari harian Chosun.

Akankah Megawati meraih akhir bahagia di Korea?


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata