Pada musim keduanya, Megawati Hangestri selangkah menuju gelar juara di Korea. Dia menandai sejarah baru Red Sparks dengan lolos ke final setelah penantian 13 tahun.
30 Mar 2025 05:00 WIB · Olahraga
SUWON, SABTU — Perjalanan pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, hanya tinggal selangkah lagi menuju puncak prestasi di Korea Selatan. Megawati menandai momen penting dan bersejarah pada musim keduanya dengan mengantarkan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks menembus babak championship atau final Liga Bola Voli Korea Selatan setelah penantian 13 tahun.
Setelah melepaskan pukulan keras yang membuat bola sulit dibendung para pemain Suwon Hyundai E&C Hillstate, Megawati langsung melakukan syukur di lapangan Gimnasium Suwon, Korea Selatan. Pukulan keras pemain yang dijukuki ”Megatron” ini menghasillan poin ke-25 Red Sparks sekaligus memastikan kemenangan mereka atas Hillstate.
Dalam laga ketiga playoff Liga Bola Voli Korea 2024-2025, Sabtu (29/3/2025) siang WIB atau dua hari sebelum Idul Fitri itu, Red Sparks menang 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20). Berkat kemenangan tersebut, Red Sparks pun berhak melaju ke babak final dengan keunggulan 2-1 atas Hillstate dalam format the best of three.
Format tersebut membuat tim harus berhadapan kembali pada laga ketiga jika pada dua laga sebelumnya saling mengalahkan. Laga ketiga merupakan pertandingan penentu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/fe1cd30c-76a9-4836-812d-4185c8a53925_png.jpg)
Keberhasilan ini membuat para pemain Red Sparks tak bisa menahan diri untuk merayakannya bersama-sama di lapangan. Mereka juga larut dalam haru. Tak sedikit yang berlinang air mata, termasuk Megawati.
Wajar Megawati terharu. Dengan kemenangan tersebut, Megawati memastikan tekadnya pada awal musim untuk tampil lebih baik akan segera terwujud. Setelah musim lalu membawa Red Sparks menembus babak playoff untuk pertama kalinya dalam 7 tahun, kini Megawati mengantarkan tim tersebut melangkah lebih jauh dengan menembus babak perebutan gelar juara.
Red Sparks melaju ke babak final untuk pertama kali dalam 13 tahun. Terakhir kali tim ini tampil pada babak final adalah musim 2011-2012. Itu merupakan musim ketiga Red Sparks bermain pada fase puncak.
Dua kesempatan sebelumnya didapatkan Red Sparks pada musim 2005 dan 2009-2010. Pada setiap kesempatan tampil pada fase puncak, mereka selalu pulang dengan meraih gelar juara.
Untuk bisa meraih hasil serupa musim ini, Red Sparks harus menaklukkan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders yang lolos langsung setelah menjadi pemuncak klasemen fase reguler. Red Sparks dan Pink Spiders akan memainkan babak final dengan format best of five.
Tim yang berhak meraih gelar juara adalah tim yang pertama kali memenangi tiga pertandingan dari total lima pertandingan yang dimainkan.
Megawati adalah pemain yang hebat. Ini adalah pertandingan yang penuh tekanan, tetapi dia melakukan yang harus dia lakukan. Suatu keberuntungan bisa memiliki Megawati di tim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/32a20d3dc459e7bdcd8861976f692cee-media_image_61316_88_89_8_.png)
”Untuk menjadi juara, kami tidak harus langsung di atas. Kami harus melewati tangga yang ada di depan lebih dulu, tetapi saya berharap kami bisa meningkat lebih tinggi,” tutur Megawati dikutip dari media Korea Selatan, KBS, pada awal musim.
Dalam laga penentuan ke final, Megawati tampil gemilang dengan mencetak poin tertinggi, 26 poin. Kendati efektivitas penerimaan bola Red Sparks masih kalah dari Hillstate dengan 20,99 persen berbanding 26,67 persen, performa impresif Megawati membuat tim unggul dalam tingkat serangan.
Red Sparks mencatatkan tingkat serangan 40,74 persen, unggul dari Hillstate dengan 27,07 persen. Selain Megawati, tiga pemain Red Spakrs lainnya juga tampil gemilang dengan sama-sama mencetak dua digit poin. Mereka adalah Vanja Bukilic dengan 15 poin, Park Eun-jin (13), dan Jeong Ho-yeong (12).
”Megawati adalah pemain yang hebat. Ini adalah pertandingan yang penuh tekanan, tetapi dia melakukan yang harus dia lakukan. Suatu keberuntungan bisa memiliki Megawati di tim ini,” ucap Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin, dikutip dari media Korea Selatan, The Spike.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/dfa78692-d45c-419b-9353-858a5015d849_png.jpg)
Ko Hee-jin juga mengatakan, keberhasilan tim melaju ke babak final tak lepas dari dukungan penggemar yang tetap datang dalam laga tandang. Selain itu, menurut Ko Hee-jin, Red Sparks juga bisa lolos ke babak final karena para pemain berlatih lebih keras dan hidup lebih disiplin selama waktu libur.
”Saya bukan orang yang banyak menangis, tetapi saya terharu melihat para pemain kami bersemangat. Para pemain kami menunjukkan semangat juang bola voli putri Korea meskipun tidak dalam kondisi fit,” lanjut Ko Hee-jin.
Red Sparks sempat dirundung mendung ketika para pemain andalan mereka cedera menjelang babak playoff. Vanja Bukilic, misalnya, mengalami cedera pergelangan kaki kiri sehingga absen pada sisa babak reguler.
Kehadirannya pada fase playoff sempat diragukan meski kemudian dia akhirnya tampil. Namun, Bukilic masih belum mencapai performa terbaiknya karena masih belum pulih sempurna. Pemain asal Serbia ini tidak bisa melepaskan pukulan keras seperti saat kondisi tidak cedera.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/c34501ff-0663-4ad8-b2c7-fb6707b31e76_png.jpg)
Pada laga kedua, Red Sparks tidak bisa diperkuat setter andalan mereka, Yeom Hye-seon. Pemain pengganti Yeom, Kim Chae-na, belum mampu menambal lubang di tim. Akibatnya, Red Sparks tampil kurang ganas, terutama dalam aspek serangan. Mereka pun kalah.
Saat Yeom kembali pada pertandingan ketiga, giliran libero Noh Ran yang mengalami cedera. Noh Ran terpaksa ditarik keluar dan digantikan Choi Hyo-seo. Kali ini, Ko Hee-jin mengambil keputusan tepat ketika Noh Ran tidak bisa bermain dan melihat Choi Hyo-seo tampak sangat tertekan. Apalagi, Red Sparks sedang dalam kondisi tertekan setelah kalah pada set kedua.
Ko Hee-jin memilih outside hitter-nya, Park Hye-min, untuk menjadi libero dadakan. Park Hye-min, yang menggunakan rompi biru untuk membedakannya dengan pemain lain, mampu melaksanakan tugas dengan sempurna. Red Sparks pun berhasil mengatasi tekanan dan memastikan kemenangan.
Sejak kemenangan Red Sparks pada laga playoff perdana kontra Hillstate, sejarah sebenarnya telah berpihak pada Megawati dan kawan-kawan. Di Liga Bola Voli Korea kategori putri, tim yang memenangi pertandingan pertama dalam 18 playoff terakhir selalu sukses melaju ke babak final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/26/e416da0eda8089bacf80e91ea731bf03-media_image_61316_83_84__1.png)
Namun, modal berharga itu tak mampu dimanfaatkan ketika Red Sparks justru kalah pada laga kedua di kandang. Untuk bisa menembus final, Megawati dan kawan-kawan terpaksa harus berjuang hingga laga penentuan. Beruntung bagi Red Sparks, mereka bisa merebut laga ketiga.
”Saya ingin penampilan yang menarik melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di final pertama kali dalam 13 tahun. Saya akan memastikan bahwa banyak penggemar Red Sparks akan datang dan menikmatinya,” ujar Ko.
Adapun Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung memuji penampilan Red Sparks yang mampu mengalahkan timnya sebagai juara bertahan. Red Sparks, kata Kang, menunjukkan koneksi yang kuat antarpemain.
Kang juga mengatakan, Megawati tampil lebih baik ketimbang laga kedua. Itu tak lepas dari kehadiran kembali setter Yeom Hye-seon yang mampu memberi aliran bola yang nyaman kepada Megawati.
”Semoga Red Sparks menunjukkan permainan yang bagus pada babak final mendatang,” ucapnya.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata