Bersama atau Tanpa Ronaldo di Amerika, Tanda Tanya Portugal

Saat Cristiano Ronaldo absen, Portugal justru menang besar dan meraih tiket ke Piala Dunia. Permainan Portugal lebih mengalir dan kolektif tanpa sang kapten tim.

17 Nov 2025 07:17 WIB · Olahraga

AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA

Oleh Kelvin Hianusa

Portugal dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Penyerang megabintang Cristiano Ronaldo pun berkesempatan untuk tampil dalam enam edisi turnamen beruntun. Di balik itu, ada tanda tanya besar, apakah Portugal lebih berpeluang menjadi juara dunia bersama Ronaldo atau tidak?

Tanda tanya itu muncul seusai laga terakhir kualifikasi di Stadion do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (16/11/2025) WIB. Portugal menang 9-1 atas Armenia. Tanpa Ronaldo yang menjalani sanksi kartu merah, Portugal justru bisa mengamankan posisi juara Grup F dengan penampilan sangat dominan.

Bruno Fernandes dan rekan-rekan tampil begitu ofensif dengan struktur sangat cair. Mereka fokus mencetak gol dengan cara apa pun, tidak hanya bertujuan menyuplai Ronaldo seperti biasanya. Lihat saja di papan skor, nama para pencetak gol tim tuan rumah begitu bervariasi.

Dua gelandang tengah, Fernandes dan Joao Neves, masing-masing menyumbang hattrick. Penyerang Goncalo Ramos dan Francisco Conceicao mencetak satu gol. Bek Renato Veiga turut terlibat menghasilkan gol pembuka. Skuad Portugal benar-benar berpesta di pertahanan lawan.

Hasil itu merupakan kemenangan terbesar Portugal setelah laga versus Luksemburg pada 2023. Menariknya, Ronaldo juga tidak tampil ketika kemenangan telak atas Luksemburg. Saat sang kapten tidak hadir, skuad Portugal justru bisa mengeluarkan potensi terbaik sebagai kesatuan tim.

”Saya tahu banyak orang membicarakan ini (eksistensi Ronaldo), tetapi dia sudah mencetak banyak gol untuk kami selama kualifikasi. Dia memberikan yang tidak bisa diberikan pemain lain untuk tim. Sementara itu, para pemain lain juga memberikan yang tidak bisa dilakukan Cristiano,” kata Fernandes.

Portugal's Bruno Fernandes reaches for the ball during a World Cup 2026 group F qualifying soccer match between Portugal and Armenia in Porto, Portugal, Sunday, Nov. 16, 2025. (AP Photo/Luis Vieira)

Tentu tidak adil menyimpulkan eksistensi Ronaldo hanya dari dua laga itu. Armenia dan Luksemburg merupakan tim yang secara kualitas jauh di bawah Portugal. Terbukti, Portugal juga menang 5-0 di kandang Armenia pada September lalu. Ronaldo menyumbang sepasang gol ketika itu.

Meskipun begitu, realitas tidak bisa dimungkiri. Penampilan Portugal memang lebih mengalir tanpa ”CR7”. Sementara itu, saat terakhir kali Ronaldo tampil, Portugal takluk 0-2 dari Irlandia. Adapun Ronaldo diganjar kartu merah saat waktu normal masih tersisa setengah jam.

Pelatih Portugal Roberto Martinez berkata, tidak hanya Ronaldo yang absen dalam laga tadi. Bek sayap Paris Saint-Germain, Nuno Mendes, yang sedang dalam tren performa terbaik di level klub dan timnas juga tidak tampil. Namun, apakah berarti Portugal lebih baik tanpa mereka berdua?

”Tidak. Kami lebih baik ketika bersama Ronaldo, Nuno, dan Pedro Neto (yang juga absen). Hal terpenting adalah menyamakan fungsi para pemain. Mereka sama pentingnya. Ketika ada satu pemain yang absen, para pemain lain harus mencari jalan untuk menang,” jelas Martinez.

Martinez selalu mendukung penuh Ronaldo sejak menukangi Portugal pada awal 2023. Saat tersedia, sang veteran selalu diprioritaskan untuk memimpin lini serang. Martinez tidak berhenti memuji anak asuhnya itu di depan awak media, termasuk seusai Ronaldo diusir dari lapangan di laga versus Irlandia.

Karena itu, hampir tidak mungkin sang pelatih meninggalkan pemain asal klub Arab Saudi, Al Nassr, tersebut di Piala Dunia Amerika. Martinez enggan seperti pelatih sebelumnya, Fernando Santos, yang kehilangan kontrol di ruang ganti karena tidak mampu lagi memfasilitasi ego CR7.

Portugal coach Roberto Martinez reacts at the the end of a World Cup 2026 group F qualifying soccer match between Portugal and Armenia in Porto, Portugal, Sunday, Nov. 16, 2025. (AP Photo/Luis Vieira)

Lantas, di Amerika, apakah Portugal akan lebih baik bersama Ronaldo atau justru sebaliknya? Jawabannya, tergantung Ronaldo versi mana yang akan muncul. Jika kisah di Piala Dunia Qatar 2022 terulang, Portugal akan sulit menggapai mimpi untuk juara dunia pertama kali.

Ketika itu, di bawah kepemimpinan Santos, Portugal seolah hanya tentang Ronaldo. Sang striker yang berambisi besar mengalahkan Lionel Messi lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri. Adapun Ronaldo sempat diisukan berseteru dengan Santos karena dicadangkan di 16 besar dan perempat final.

Portugal juga akan kesulitan jika Ronaldo mengeluarkan versi emosional seperti di kandang Irlandia. Dia begitu mudah terprovokasi oleh gangguan bek lawan di lapangan dan perang psikologis pelatih lawan sebelum laga. Sebagai kapten yang sudah di usia sangat matang, dia semestinya lebih bijak.

Portugal hanya akan lebih baik jika CR7 datang dengan versi seperti di final Liga Nasional Eropa 2024-2025, Juni lalu. Saat itu, Ronaldo tampil begitu spartan dalam membantu pertahanan. Dia mau berkorban untuk pemain lain, tidak hanya menunggu bola di depan. Berkat itu, Portugal keluar sebagai juara dengan mengalahkan juara bertahan Piala Eropa, Spanyol.

Ronaldo akan berusia 41 tahun ketika Piala Dunia Amerika digelar. Dia menyadari, usianya sudah tidak muda dan kemungkinan akan segera pensiun. Namun, dia tetap berkomitmen untuk tampil terakhir kali di Piala Dunia. ”Saya pikir itu akan menjadi sebuah momen dalam kompetisi besar,” ujarnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan