LIGA INGGRIS

Bersama Bruno Fernandes, MU Serasa Punya ”Quarterback”

Bruno Fernandes kembali membuktikan diri sebagai pemain paling kreatif saat ini di Liga Inggris, mungkin juga di dunia. MU menikmati perannya sebagai ”quarterback”.

16 Mar 2026 04:35 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, MINGGU — Dalam permainan american football, pemain berposisi quarterback merupakan sosok paling berharga. Mereka, sebagai otak serangan dan mesin pengumpan, berpengaruh besar terhadap kesuksesan tim. Ada satu pemain yang punya peran sebesar itu dalam sepak bola. Dia adalah gelandang Manchester United, Bruno Fernandes.

Pesona Fernandes kembali terpancar di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (15/3/2026) WIB. Dia menginspirasi kemenangan 3-1 MU atas tim pesaing empat besar Aston Villa lewat sumbangan dua asis sekaligus. Kreativitas tingkat tinggi dan umpan-umpan terukur sang kapten tim menjadi pembeda di laga krusial tersebut.

Fernandes kini telah mencatat 16 asis di liga. Jumlah itu berhasil memecahkan rekor klub dalam kategori penyumbang asis terbanyak yang sebelumnya diciptakan pemain legendaris David Beckham pada 1999-2000 (15 asis). Dia berpotensi memecahkan rekor liga, 20 asis, dengan delapan pekan yang masih tersisa.

Manchester United's Portuguese midfielder #08 Bruno Fernandes (3rd L) takes a shot outside the box but misses during the English Premier League football match between Manchester United and Aston Villa at Old Trafford in Manchester, north west England, on March 15, 2026. (Photo by Oli SCARFF / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

”Saya lebih bangga dan puas karena bisa melayani rekan-rekan saya. Memberikan kegembiraan kepada yang lain juga sangat baik,” kata Fernandes saat ditanya soal rekor barunya. ”Itu pencapaian besar buat saya, tetapi tujuan utamanya adalah agar kami bisa finis di papan atas pada akhir musim,” lanjutnya.

Peran Fernandes benar-benar mirip dengan seorang quarterback. Ketika MU ingin mengeksekusi serangan, para pemain lain langsung mencari Fernandes. Setelah itu, dia langsung mencari lubang di pertahanan lawan. Para penyerang ”Si Setan Merah”, seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, seketika berlari membuka ruang.

Kreativitas pemain tim nasional Portugal itu berhasil melancarkan serangan tim di sepanjang laga. Fernandes menciptakan enam peluang, hampir separuh dari total kreasi peluang MU (13). Dua dari tiga peluang besar tim tuan rumah juga bermula dari kakinya. Saat diberikan bola, dia seperti bisa mengubah batu jadi emas.

Fernandes sudah berkreasi sejak menit awal, tetapi umpannya baru bisa dimanfaatkan setelah turun minum. Dia menyumbang asis untuk gol pembuka MU yang dicetak gelandang Casemiro lewat tendangan sudut. Gol itu membuktikan, Fernandes bisa menghasilkan peluang dari situasi apa pun, baik permainan terbuka maupun bola mati.

MU kehilangan momentum pada pertengahan paruh kedua. Villa mengambil alih kendali permainan, lalu mencetak gol penyeimbang lewat gelandang Ross Barkley. Dalam rentang 15 menit setelah MU unggul, tim tamu berhasil mendominasi baik penguasaan bola (63,1 persen) maupun jumlah percobaan tembakan (5-1).

Sampai akhirnya, Fernandes mengeluarkan daya sihir dari kakinya pada menit ke-71. Dari sisi kiri, dekat garis tengah lapangan, dia mengirim umpan terobosan kepada Cunha. Umpan itu dapat memecah jebakan offside lawan. Cunha tidak menyia-nyiakan sajian spesial tersebut. Tim tuan rumah berbalik unggul 2-1 sekaligus mematahkan semangat skuad Villa.

Manchester United's Benjamin Sesko, right, celebrates scoring their side's third goal of the game with team-mate Matheus Cunha during the Premier League match between Manchester United and Aston Villa, in Manchester, England, Sunday March 15, 2026. (Martin Rickett/PA via AP)

Pelatih interim MU Michael Carrick terpukau dengan kontribusi Fernandes sepanjang 90 menit. ”Dia memiliki begitu banyak momen besar, mencetak gol atau memberikan umpan, dan dia selalu ada di sana. Umpan kepada Matheus sangat fantastis dan melengkapi penampilan bagusnya secara keseluruhan,” ujar Carrick.

Fernandes bisa mencatatkan jumlah asis sebanyak itu dengan bermain sebagai gelandang bertahan selama separuh musim lebih. Dia memainkan posisi kurang lazim itu di era Pelatih Ruben Amorim. Sejak Carrick datang, Fernandes diberikan peran bebas dengan posisi yang lebih maju dibandingkan sebelumnya.

Itulah yang membuat Fernandes semakin moncer belakangan ini. Dia sudah menghasilkan dua gol dan delapan asis dalam delapan pertandingan liga. Jumlah asis itu sama dengan keseluruhan capaiannya di rezim Amorim. Jumlah itu juga sama dengan milik penyumbang asis kedua terbanyak di liga setelah Fernandes, gelandang Manchester City Rayan Cherki (8).

Kemenangan itu ditutup dengan manis oleh gol penyerang pengganti, Benjamin Sesko. Walaupun tidak diturunkan sebagai starter seperti pada dua laga sebelumnya, Sesko kembali mampu memperlihatkan sosok supersub dalam dirinya. Adapun empat dari lima gol Sesko di era Carrick dihasilkan dengan status pemain pengganti.

Berkat hasil tersebut, MU saat ini nyaman di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 54 poin. Mereka mulai meninggalkan para pesaing, yaitu Villa (51), Liverpool (49), dan Chelsea (48). ”Kami melakukan banyak hal baik dan menyudahi laga dengan benar. Kami sadar, sangat penting untuk kembali ke jalur kemenangan,” kata Carrick.

Villa yang masuk radar perebutan gelar juara pada paruh musim semakin terpuruk. Mereka berada dalam tren tiga kekalahan beruntun di liga. ”Hasil yang buruk. Ya, kami kalah karena kesalahan sendiri. Kami semestinya bisa lebih baik menguasai bola. Tentu MU sedang dalam level tinggi dan sulit dikalahkan saat ini,” ujar Pelatih Villa Unai Emery. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti