Setiap tim juara butuh momen magis. Siapa sangka, momen itu hadir di kubu Arsenal lewat bocah 16 tahun, Max Dowman, yang jadi pahlawan kemenangan 2-0 atas Everton.
15 Mar 2026 04:35 WIB · Olahraga
AP
LONDON, SABTU — Arsenal nyaris saja terpeleset lagi dalam perburuan gelar juara Liga Inggris, sampai akhirnya pemain 16 tahun asal akademi, Max Dowman, datang sebagai penyelamat. Dowman memberikan sesuatu yang tidak dimiliki Arsenal di sepanjang laga, yaitu keberanian. Berkat performa dan kontribusi memukau, sang bocah ajaib kini tercatat abadi dalam sejarah.
Manajer Arsenal Mikel Arteta membuat salah satu keputusan terbaik sepanjang kariernya dalam laga versus Everton di Stadion Emirates, London, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. Saat skor masih 0-0 dan permainan Arsenal tidak berkembang pada menit ke-74, sang pelatih memutuskan untuk memainkan Dowman.
Sebagai konteks, laga itu sangat krusial untuk dimenangi ”Si Meriam”. Mereka perlu menjaga jarak dari kejaran pesaing terdekat, Manchester City. Lalu, di tengah pertaruhan yang sangat besar, pemain cadangan yang dipilih masuk adalah Dowman. Sang remaja terakhir kali tampil di liga pada akhir Agustus 2025, versus Liverpool, hanya semenit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/62e6026d17930c0f66f746cdbf5cec8b-Britain_Premier_League_Soccer_2_.jpeg)
Apa yang perlu ditakutkan bocah seusia itu? Jelas tidak ada. Dowman menunjukkan itu di lapangan. Sejak masuk, pemain asal Inggris itu membuat sisi kanan Arsenal jadi lebih hidup lewat aksi-aksi dribel. Dia mengambil inisiatif mengumpan silang saat waktu normal tersisa satu menit. Umpan itu kemudian berujung menjadi gol pembuka tuan rumah.
Kiper Everton, Jordan Pickford, salah mengantisipasi umpan silang deras itu. Bek Arsenal, Piero Hincapie, memantulkan bola ke arah penyerang Viktor Gyokeres yang tinggal menyontek bola ke dalam gawang. Atmosfer kecemasan di Stadion Emirates tiba-tiba berubah menjadi sukacita. ”Ketika Max masuk, Anda bisa merasakan akan ada (momen spesial),” kata Gyokeres.
”Dia pemain yang luar biasa. Dia mampu tetap tenang dan bermain tanpa rasa takut setiap mendapatkan bola. Dia juga mengambil keputusan tepat dalam hampir semua kesempatan. Kami semua ada di belakangnya. Saya sangat senang dengan pencapaiannya,” tambah Gyokeres, yang juga dimasukkan sebagai pengganti di paruh kedua.
Kecemerlangan Dowman ditutup dengan sempurna di pengujung laga, saat injury time tersisa beberapa detik. Dowman mencetak gol pertama di liga dalam kariernya. Dia memanfaatkan kelengahan Pickford yang ikut maju saat tendangan sudut. Sang ”bocah ajaib” melewati dua pemain sekaligus untuk melaju sendirian ke gawang Everton yang sudah kosong.
Gol itu membuat nama Dowman tercatat dalam sejarah. Dia resmi menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak gol di liga (16 tahun, 73 hari). Pemain bertubuh kurus itu mematahkan rekor milik mantan pemain Everton, James Vaughan, yang tercipta saat berhadapan dengan Crystal Palace pada 2005 (16 tahun, 270 hari).
Atmosfer Stadion Emirates langsung ”pecah” setelah gol tersebut. Para pemain Arsenal menyelamati Dowman, menepuk-nepuk kepala remaja yang masih bersekolah tersebut. Berkat kemenangan itu, Arsenal bisa memperlebar jarak dengan City jadi 10 poin. Adapun Declan Rice dan rekan-rekan tinggal memainkan tujuh pertandingan liga di musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/82a50251c10af5080bf9ab7ae9ce16ed-wires_photo_20_.jpg)
Arteta menyanjung Dowman setinggi langit. ”Dia mengubah permainan kami sejak masuk. Untuk melakukan itu di usianya, dengan tekanan dan ekspektasi untuk memenangi laga, adalah hal yang tidak normal. Namun, semua terasa alami baginya karena dia memiliki talenta untuk mencapai banyak hal baik di masa depan,” ujarnya.
Dowman berhasil tampil sebagai pembeda karena mematahkan permainan Arsenal yang cenderung aman. Sejak menit awal, mereka selalu berhati-hati menyerang Everton yang mayoritas menggunakan pertahanan blok rendah. Tim tuan rumah enggan melakukan kesalahan dalam serangan yang bisa berujung menjadi serangan balik.
Dalam situasi seperti itu, biasanya tim asuhan Arteta bisa mengambil keuntungan dari bola mati. Namun, senjata andalan itu berhasil dicegah dengan baik oleh tim Everton. Alhasil ”Si Meriam” lebih banyak merotasi umpan dari sisi kiri ke kanan seperti membentuk tapal kuda. Ketika Dowman masuk, sang remaja berani mengambil risiko.
Tanpa dua momen ajaib Dowman, Everton sebenarnya lebih pantas unggul dibandingkan Arsenal. ”Saya pikir (David) Raya melakukan lebih banyak penyelamatan penting daripada Jordan malam ini. Kami hampir bisa menangkap mereka, tetapi Arsenal jelas memperlihatkan kekuatan mereka dalam bertahan. Anda harus memuji mereka untuk itu,” kata Pelatih Everton David Moyes.
Bakat Dowman sudah bersinar di akademi Arsenal sejak tahun lalu. Itu yang membuatnya dilibatkan oleh Arteta ke tim senior pada fase pramusim. Dowman bahkan pernah dimainkan di liga pada awal musim, ketika masih berusia 15 tahun. Progres pemain tim nasional Inggris U-19 itu terganggu karena cedera cukup lama sejak akhir tahun lalu.
Sosok calon bintang baru sudah menetas di Stadion Emirates. Dengan potensi yang diperlihatkan di laga tadi, dia bisa sangat berguna bagi Arsenal di sisa musim ini. Adapun Arsenal masih bersaing mengejar gelar juara di empat kompetisi sekaligus dan membutuhkan kontribusi dari sebanyak mungkin pemain.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti