Bersama Qatar, Era Emas PSG Tertulis lewat Trofi Si Kuping Besar dan Rekor Finansial

PSG menuliskan era trofi terbanyak dan finansial terbaik di bawah kendali ”Danantara” milik Qatar. Gelar Eropa diraih PSG setelah melepas bintang mahal.

01 Jun 2025 16:33 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Gelar Liga Champions 2024-2025 mewujudkan ambisi besar Investasi Olahraga Qatar (QSI) untuk membentuk Paris Saint-Germain sebagai raksasa baru sepak bola Eropa. Proses menggapai puncak kompetisi antarklub terakbar itu dilalui tanpa mulus. Bintang-bintang besar pernah dikumpulkan ”Les Parisiens”, tetapi bersama generasi pemain muda trofi ”Si Kuping Besar” untuk pertama kali dibawa ke Paris, Perancis.

QSI adalah badan di bawah kendali Otoritas Investasi Qatar (QIA) yang merupakan badan pengelola aset negara. QIA serupa dengan Danantara yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Sejak 2011 memegang kendali penuh PSG dan menyelamatkan klub dari ancaman kebangkrutan akibat keterbatasan dana pemilik sebelumnya, yaitu firma investasi Amerika Serikat, Colony Capital, QSI menjadikan PSG tim yang memiliki dana tak terbatas. PSG mengentak dunia dengan mengumpulkan bintang-bintang terbaik lapangan hijau dekade 2010-an, seperti Zlatan Ibrahimovic, David Beckham, Gianluigi Buffon, Neymar Jr, Kylian Mbappe, Sergio Ramos, dan Lionel Messi.

Infografik Perjalanan Paris Saint-Germain Menuju Juara Liga Champions 2024-2025

Secara total, QSI telah mengeluarkan dana transfer sekitar 2,3 miliar euro atau sekitar Rp 42,5 triliun untuk mendatangkan 91 pemain dalam kurun waktu 14 musim. Jumlah itu belum termasuk pengeluaran QSI lainnya untuk membayar gaji dan bonus pemain.

QIA pun sudah mengeluarkan dana miliaran euro untuk menopang PSG di luar QSI. Badan usaha milik QIA, seperti Otoritas Pariwisata Qatar (QTA), Bank Nasional Qatar (QNB), Ooredoo, Qatar Airwas, Aspetar, dan beIN Sports, memberikan dukungan langsung kepada Les Parisiens melalui kemitraan sponsor. Dana berkisar 10 juta euro (Rp 185 miliar) hingga 70 juta euro (Rp 1,3 triliun) yang dibayarkan setiap perusahaan itu untuk PSG per musim.

Warga melintas di depan toko resmi Paris Saint-Germain di Mall VIllaggio, Al Rayyan, Qatar, Jumat, 19 Januari 2024. Investasi Olahraga Qatar (QSI) menopang klub selama 14 musim terakhir.

Berkat investasi dari QSI, PSG menyapu bersih trofi-trofi domestik di Perancis dalam enam musim. Dua musim di antaranya tercipta di bawah kendali Pelatih Luis Enrique pada musim 2023-2024 dan 2024-2025. Total, 36 trofi domestik sudah memenuhi galeri piala PSG di Stadion Parc des Princes.

Terlepas dari dominasi sulit disetarakan di Perancis, PSG juga menyentuh capaian finansial tertinggi dalam sejarah klub. Menurut data Deloitte melalui laporan ”Money League 2025”, PSG mencatatkan pemasukan sebesar 806 juta euro (Rp 15 triliun) selama 2024. Pendapatan PSG itu hanya kalah dari Real Madrid dan Manchester City.

Sementara itu, Football Benchmark dalam laporan ”The European Elite 2025” menyebut nilai perusahaan (enterprise value) PSG berada di urutan kedelapan dunia. PSG memiliki nilai 3,76 miliar euro (Rp 69,6 triliun).

PSG hanya tertinggal dari tim-tim yang sudah memiliki tradisi besar di sepak bola Eropa, yakni Real Madrid, City, Manchester United, Barcelona, Bayern Muenchen, Liverpool, dan Arsenal.

Nilai perusahaan PSG itu lebih tinggi dari nilai akumulasi kompetisi olahraga profesional dunia, seperti MLB (Liga Bisbol AS) dengan nilai 2,82 miliar dollar AS, Formula 1 (balap mobil) bernilai 2,31 miliar dollar AS, NHL (Liga Hoki AS) yang bernilai 1,79 miliar dollar AS, serta MLS (Liga Sepak Bola AS) yang memiliki nilai 721 juta dollar AS.

Gelar juara Liga Champions perdana dalam sejarah klub juga akan meningkatkan pemasukan klub untuk tahun ekonomis 2025. Hadiah juara Liga Champions sekitar 121,7 juta euro (Rp 2,25 triliun) akan masuk dalam laporan keuangan PSG akhir tahun nanti. Jumlah itu belum termasuk dengan bonus dari para sponsor atas prestasi di Eropa.

PSG owner Nasser bin Ghanim Al-Khelaifi kisses the trophy after the Champions League final soccer match between Paris Saint-Germain and Inter Milan at the Allianz Arena in Munich, Germany, Saturday, May 31, 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Les Parisiens juga berpeluang menambah pundi-pundi finansial jika mampu menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025. Sebagai peserta saja, PSG sudah mendapat kucuran dana 40 juta dollar AS (Rp 651,8 miliar) dari FIFA. Ada juga peluang hadiah lain dari ajang Piala Super Eropa pada Agustus 2025.

Dengan derasnya pemasukan finansial akibat prestasi di lapangan, PSG berpeluang menjadi tim kedua dalam sejarah Deloitte Money League yang mencatatkan lebih dari 1 miliar euro dalam satu musim. Catatan itu baru dikemas Real Madrid pada Money League 2025. Koleksi trofi Liga Champions 2023-2024 menjadi salah satu pendongkrak pendapatan ”Los Blancos” selama tahun lalu.

Luis Campos, Direktur Teknik PSG sekaligus penasihat olahraga QSI, mengatakan, prestasi gemilang musim ini baru permulaan bagi generasi baru skuad PSG yang dihuni banyak bintang muda. Menurut Campos, pendekatan anyar PSG untuk menyusun skuad bersama Enrique berbuah hasil, alih-alih gaya masa lalu yang mengumpulkan pemain bintang bergaji mahal.

”Saya benar-benar percaya prestasi tahun ini hanya permulaan dari sukses lebih besar yang kami ingin capai di dalam dan luar lapangan,” tutur Campos dilansir laman QSI.

Penurunan pengeluaran

Ketika tim-tim besar Eropa berlomba-lomba menghamburkan uang untuk mendatangkan dan memberikan gaji besar untuk pemain bintang, PSG justru sudah meninggalkan hal itu. Keputusan Presiden PSG Nasser bin Ghanim Al-Khelaifi dan Campos untuk merekrut Enrique merupakan upaya mereka meregenerasi skuad serta mengubah gaya pembentukan skuad.

PSG tidak menyesali kepergiaan Neymar, Messi, dan Mbappe dalam dua musim terakhir. Mereka tidak berlomba-lomba dengan tim lain untuk mendatangkan pemain berlabel megabintang.

<p>TOPSHOT – Paris Saint-Germain’s Argentinian striker Lionel Messi (L), Paris Saint-Germain’s French striker Kylian Mbappe (C) and Paris Saint-Germain’s Brazilian striker Neymar (R) react after City equalize during the UEFA Champions League Group A football match between Manchester City and Paris Saint-Germain at the Etihad Stadium in Manchester, north west England, on November 24, 2021. (Photo by Paul ELLIS / AFP)</p>

Enrique justru mendatangkan pemain-pemain di bawah usia 25 tahun yang belum banyak dikenal khalayak, sebut saja Vitinha, Joao Neves, Desire Doue, Willian Pacho, dan Bradley Barcola.

Dua transfer era Enrique yang cukup menyita perhatian adalah mendatangkan Ousmane Dembele dari Barcelona pada awal 2023-2024, lalu Khvicha Kvaratskhelia yang dibeli dari Napoli pada bursa transfer musim dingin 2024-2025.

Kebijakan itu memberikan penurunan drastis dalam pengeluaran gaji PSG. Berdasarkan data Capology, gaji tahunan akumulasi skuad PSG musim ini adalah sekitar 196 juta euro (Rp 3,63 triliun).

Dengan begitu, PSG meraih trofi yang paling diinginkan klub-klub Eropa melalui penurunan gaji yang signifikan. Pada musim 2022-2023, mereka mengeluarkan dana gaji 350 juta euro (Rp 6,48 triliun). Jumlah itu menurun ketika Enrique datang serta melepas Neymar dan Messi pada kampanye kompetisi 2023-2024 dengan pengeluaran gaji 277 juta euro (Rp 5,13 triliun).

Hasilnya, PSG bisa meraih juara berkat skuad termuda di final Liga Champions sejak milenium baru. Enrique menurunkan skuad dengan rerata berusia 24,8 tahun. Usia skuad PSG sekilas tertinggal pengalaman dari susunan pemain utama Inter yang berumur 30,3 tahun.

Namun, PSG membuktikan usia hanya angka. Mereka tampil lebih dewasa dan matang untuk menjadi tim kedua Perancis mengangkat trofi Liga Champions di Muenchen. Catatan itu seperti rival abadi mereka, Marseille, pada musim 1992-1993.

PSG's coach Luis Enrique is thrown into the air by his players as they celebrate winning the Champions League final soccer match between Paris Saint Germain and Inter Milan, at the Allianz Arena in Munich, Germany, Saturday, May 31, 2025. (Sven Hoppe/dpa via AP)

”Perjalanan ini sangat berat. Kami banyak dikritik meskipun kami berusaha memberikan sesuatu bagi sepak bola Perancis. Sejatinya hal itu sangat menyakitkan, tetapi kami fokus pada tujuan kami. Ini gelar juara tidak hanya untuk Paris, juga buat Perancis,” tutur Al-Khelaifi kepada CBS.

Al-Khelaifi, yang merupakan sahabat dekat dan sosok kepercayaan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thani, menegaskan, prestasi Liga Champions membuktikan jalan perkembangan skuad PSG berada di jalur yang tepat. Katanya, kampiun Eropa menjadi motivasi timnya untuk terus meraih prestasi terbaik sekaligus melahirkan dominasi di dunia sepak bola.

”Tahun ini tidak direncanakan seperti ini. Kami bersyukur tim ini membuktikan kami memiliki manajer, jajaran pelatih, dan pemain terbaik di dunia serta pendukung luar biasa. Kami membentuk tim untuk masa depan. Kami harus tetap rendah diri,” ujar Al-Khelaifi.

PSG menggelar parade treble winner kompetisi mayor serta satu trofi Piala Super Perancis terpusat di jalan paling termasyhur di ibu kota Perancis itu, Champs-Elysees, Minggu (1/6/2026) petang waktu setempat. Puncaknya, pesta perayaan digelar di Parc des Princes, Minggu malam.

Dunia tidak hanya melihat perayaan juara terkini, tetapi juga aura dominasi baru Les Parisiens. Selamat datang di era dominasi milik PSG di Eropa, juga dunia….


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan