Berwisata ke Tempat Terpanas di Dunia

Wisata ekstrem di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat.

18 Agt 2025 10:22 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Suhu ekstrem di hamparan gurun California, Amerika Serikat, ini menarik pengunjung setiap tahun. Beberapa orang bertekad menyelesaikan lomba lari yang melelahkan selama beberapa hari, sedangkan yang lain hanya ingin tahu tentang panasnya yang menyengat dan keindahan lanskapnya yang luas. Namun, terlepas dari peringatan yang ada, panas kawasan ini membunuh satu hingga tiga orang setiap tahun.

Taman Nasional Death Valley di California menjadi salah satu tempat terpanas di dunia. Keadaan ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Estrada, salah seorang warga Las Vegas, adalah salah satunya. Hari itu dia mengajak cucunya, Ray, yang masih berusia 11 tahun, berkunjung ke taman nasional ini.

WIsatawan berjalan ke tempat yang menghadap di Zabriskie Point, 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.

Walaupun keluarga ini telah terbiasa dengan musim panas yang terik di kota Las Vegas, mereka selalu tertarik merasakan panasnya terik matahari di Taman Nasional Death Valley. Hari itu suhu menunjukkan angka 47,78 derajat celsius. Estrada dan cucu serta keluarga lainnya melengkapi diri dengan payung, air minum, dan elektrolit tambahan.

”Kami harus sangat berhati-hati. Kalau kamu mulai merasa pusing atau apa pun, kami akan kembali dan memastikan semuanya aman agar kami bisa melakukannya lagi lain kali,” kata Estrada pada rombongan keluarganya. Estrada juga memastikan bahwa ia selalu terhubung dengan petugas dinas taman nasional itu. 

Melissa Bolding dan Bryan Bolding dari Oklahoma City berpose di sebelah termometer yang menampilkan suhu 55 derajat Celcius di Furnace Creek Visitors Center, di Death Valley National Park, California, 7 Juli 2024.

Death Valley memegang rekor suhu terpanas yang pernah tercatat secara resmi pada suhu 56,67 derajat celsius di bulan Juli 1913. Klaim ini dibantah oleh para ahli, yang mana rekor sebenarnya adalah 54,4 derajat celsius yang dialami bulan Juli 2021. Terlepas dari pro dan kontra, taman nasional ini tetap menjadi daya tarik bagi sebagian wisatawan.

Di Amerika Serikat, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional, suhu panas membunuh lebih banyak orang daripada gabungan peristiwa cuaca lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengomunikasikan bahaya suhu panas ekstrem dan tindakan pencegahan keselamatan kepada masyarakat.

Joe Chyuwei, Addison Black, James Black, dan Helen Chyuwei, Jameson Black, Grace Chyuwei, dan Grayson Black menyaksikan matahari terbenam di tengah panas di Zabriskie Point, Minggu (3/8/2025), di Taman Nasional Death Valley, California, AS.
Sebuah telur digoreng di wajan kecil dengan memanfaatkan panas terik matarahari di Taman Nasional Death Valley, California, 7 Juli 2024.
Sebuah mobil mengalami kecelakaan setelah pengemudinya terkena hipotermia atau kepanasan di Death Valley National Park, 1Agustus 2024.
Para turis mengunjungi Zabriskie Point, 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.
Seorang pendaki beristirahat di tempat teduh dekat Zabriskie Point, 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.

Risiko dan rambu

Di seluruh gurun ini terdapat peringatan tentang panas yang mematikan. ”Berhenti. Bahaya panas ekstrem. Berjalan setelah pukul 10.00 tidak disarankan,” demikian bunyi salah satu rambu.

”Panas Membunuh!” pada rambu peringatan yang lain. Di dinding kamar mandi terdapat pengingat untuk tetap waspada bahaya dehidrasi dalam bentuk bagan yang menampilkan warna urine. Semakin gelap urine, semakin banyak Anda perlu minum air.

Selain itu, banyak juga rambu peringatan dan pemberitahuan pengunjung bahwa helikopter untuk keadaan darurat medis tidak dapat terbang dengan aman di tengah suhu ekstrem. Ambulans paling sering dikerahkan dalam cuaca panas ekstrem, tetapi ini juga tidak menjamin keselamatan. 

Pada musim panas lalu, sebuah helikopter tidak dapat terbang untuk melakukan penyelamatan karena suhu mencapai 53,33 derajat celsius. Saat itu, sekelompok pengunjung yang mengendarai sepeda motor terjebak dalam suhu panas di gurun. Salah satu dari mereka meninggal karena kepanasan, yang lain dirawat di rumah sakit.

Pelari berkompetisi di Badwater 135 Ultramarathon, dekat Lone Pine, California, AS, Rabu (9/7/2025).
Salah satu jalur Badwater 135 Ultramarathon, 8 Juli 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.
Pedro Luque, dari Spanyol, mengisi botol air di Pusat Pengunjung Furnace Creek, 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.
Danny Westergaard, memimpin kelompok pelari Badwater 135 Ultramarathon, 7 Juli 2025, dekat Badwater Basin di Taman Nasional Death Valley, California.
Grace Chyuwei menuangkan air ke Joe Chyuwei untuk membantu mengatasi panas pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.

Pilihan penyelamatan bahkan lebih terbatas bagi pendaki yang tersesat. Kecuali jaraknya dekat dan tim penyelamat tahu akan keberadaannya, mereka kemungkinan akan menunggu hingga matahari terbenam jika suhu di atas 46,11 derajat celsius. 

Dua bulan tersibuk di taman ini adalah musim panas. Biasanya jumlah pengunjungnya sedikit meningkat ketika suhu diperkirakan mencapai 48,89-54,44 derajat celcius. Ini menjadi kewaspadaan bagi petugas. Selain itu, Death Valley memiliki lebih dari 50 pintu masuk sehingga banyak pengunjung tidak melihat penjaga hutan yang dapat menyampaikan informasi penting. 

WIsayawan berjalan di bukit pasir pada hari 3 Agustus 2025, di Taman Nasional Death Valley, California.

Petugas juga selalu mengimbau pengunjung untuk menghindari pendakian setelah pukul 10.00. Pengunjung diimbau tetap berada di jalan beraspal dan di dekat mobil. Mereka menyarankan untuk minum dan membawa banyak air, serta mencari tempat teduh dan minum air jika merasa pusing, mual, atau sakit kepala. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan