Hingga kini, belum diketahui siapa kader PDI-P yang dipilih oleh Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk menjabat posisi sekjen.
13 Agt 2025 17:49 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau DPP PDI-P periode 2025–2030 akan menggelar rapat pleno perdana, Kamis (14/8/2025) besok. Agenda ini memunculkan spekulasi, apakah sekaligus menjadi momentum pengumuman sekretaris jenderal partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Politisi PDI-P, Hendrawan Supratikno, menyampaikan, rapat pleno itu akan menjadi pertemuan perdana pengurus DPP hasil Kongres VI.
”Tunggu besok. Besok ada rapat pleno DPP 2025–2030 yang pertama,” ujarnya saat ditanya apakah di momentum rapat itu akan diumumkan pula sekretaris jenderal (sekjen) baru partai, Rabu (13/8/2025).
Struktur kepengurusan DPP PDI-P periode 2025–2030 telah diumumkan dalam Kongres VI di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (2/8/2025). Sebanyak 37 nama telah ditetapkan sebagai pengurus pusat. Namun, khusus untuk posisi sekjen, masih dirangkap oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/02/a47cc359c0775266ba921011f8747692-ecb1cf60_a9de_4429_bc68_a9277815a780.jpeg)
Meski belum ada kepastian apakah kader PDI-P yang mengisi posisi sekjen akan sekaligus diumumkan, Hendrawan memprediksi kemungkinan pengumuman itu terbuka. ”’Naga-naganya’ demikian,” katanya.
Soal siapa yang akan ditunjuk Megawati untuk posisi sekjen, ia pun mengaku belum mengetahuinya. Keputusan penunjukan sekjen sepenuhnya kewenangan dari Megawati.
”Kami semua belum tahu siapa yang diangkat sebagai sekjen,” ujarnya.
Sejauh ini, beredar sejumlah nama yang dinilai berpeluang dipilih Megawati untuk menjabat sekjen. Di antaranya, Hasto Kristiyanto yang menjabat posisi sekjen selama dua periode sebelum Kongres VI PDI-P. Kemudian, mantan sekjen PDI-P yang kini menjabat Gubernur Jakarta Pramono Anung. Ada pula nama Ahmad Basarah, Olly Dondokambey, hingga Andi Widjajanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/07/24/0451b1cc-7afe-4837-b075-7f381a5f4c40.jpg)
Ketua Bidang Kehormatan PDI-P Komarudin Watubun pun mengaku belum mengetahui apakah pengumuman sekjen akan dilakukan dalam rapat tersebut.
Hal serupa disampaikan Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo. ”Saya belum tahu,” katanya.
Politisi PDI-P, Hendrar Prihadi, juga menyatakan belum mendapat informasi soal pengumuman sekjen. ”Saya belum terinfo,” ujarnya.
Adapun Ketua Bidang Reformasi Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut hanya mengetahui adanya rapat perdana besok. ”Kamu lebih update dari saya. Saya tahu ada rapat perdana besok,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/10/22/13ae410d-f2d1-4c78-a8ec-c7d82df653ad.jpg)
Ia menambahkan, dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan untuk pengesahan kepengurusan PDI-P hasil Kongres VI di Kementerian Hukum masih dipersiapkan hingga kini.
”Batas pelaporan 30 hari. Masih mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan,” ucapnya. Jika Kongres VI PDI-P untuk mengukuhkan kepengurusan baru digelar pada 2 Agustus lalu, berarti batas pelaporan ke Kementerian Hukum kira-kira berakhir sekitar 2 September 2025.
Adapun politisi PDI-P, Guntur Romli, enggan berspekulasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi Sekjen PDI-P. Ia hanya menegaskan bahwa posisi sekjen merupakan prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
”Kami hanya menunggu siapa pun yang ditunjuk beliau, akan patuh dan tunduk,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/30/df2ee9e847013e043011c94195a058c5-45f3c91c_60b9_40d7_8478_b5b4f2bebeee.jpeg)
Sementara itu, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani sebelumnya menyatakan akan ada kejutan terkait nama sekjen baru. Ia meminta semua pihak menunggu keputusan prerogatif dari Megawati.
”Pasti akan ada kejutan, ya. Kita tunggu saja kejutannya,” ucap Puan yang juga Ketua DPR, seusai menerima Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, ada dua kejutan yang mungkin terjadi di balik posisi Sekjen PDI-P. Salah satu kejutan adalah munculnya sosok baru sebagai sekjen partai tersebut.
”Soal kejutan itu, dua kemungkinan. Pertama, bakal muncul sekjen baru. Tentu itu kejutan karena selama ini Hasto masih dirumorkan jadi sekjen lagi,” tutur Adi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/02/10/b9fd986d-0856-4930-8613-39baa6426fb2.jpg)
Kejutan lainnya, lanjutnya, Hasto Kristiyanto terpilih lagi sebagai Sekjen PDI-P. Menurut dia, kondisi itu juga menjadi kejutan lantaran Hasto akan menjadi sekjen terlama PDI-P.
”Kedua, tetap Hasto sebagai sekjen, tentu kejutan karena Hasto akan jadi Sekjen PDI-P terlama yang akan pecah rekor,” ucapnya.
Meski demikian, Adi tidak bisa memprediksi siapa sosok Sekjen PDI-P yang akan dipilih oleh Megawati. Ia menyebut ada banyak sosok yang bisa mengisi posisi tersebut.
”Gelap gulita. Karena yang masuk nominasi Sekjen PDI-P banyak sekali. Karena saking banyaknya, PDI-P sepertinya kerepotan cari sekjen yang dinilai paling pas mengisi posisi itu,” ujarnya.
Penulis:
Nikolaus HarbowoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul