Kongres PDI-P Akhirnya Digelar, Megawati Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

Dengan terpilih lagi di Kongres PDI-P 2025, dan akan menjabat hingga 2030, periode ini akan menjadi periode keenam Megawati memimpin PDI-P.

01 Agt 2025 16:21 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

NUSA DUA, KOMPAS — Megawati Soekarnoputri resmi ditetapkan kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P. Keputusan itu diambil dalam Kongres Ke-VI PDI-P yang akhirnya digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (1/8/2025).

Dengan kini terpilih lagi di Kongres PDI-P tahun 2025, dan akan menjabat hingga 2030, periode ini akan menjadi periode keenam Megawati memimpin partai pemenang Pemilu Legislatif 2024 tersebut.

Semua pemegang hak suara dalam Kongres PDI-P, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara dewan pimpinan daerah (tingkat provinsi) serta dewan pimpinan cabang (kabupaten dan kota), mengikuti Kongres Ke-VI PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center. Kongres digelar secara tertutup mulai pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, para peserta kongres dilarang membawa telepon genggam selama mengikuti acara. Semua pintu masuk area kongres pun dijaga ketat petugas sehingga orang luar yang tidak memiliki kartu identitas kongres dan kartu tanda anggota PDI-P tidak diperbolehkan masuk.

Sekitar dua jam berselang, peserta kongres mulai meninggalkan ruangan untuk dilanjutkan rapat komisi membahas hal-hal strategis partai selama lima tahun ke depan.

Kedua anak Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, berangkulan menjelang pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bali Beach Convention Center, Denpasar, Rabu (30/7/2025). Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tampak ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Steering Comitte Kongres ke-6 PDI-P Komarudin Watubun mengatakan, semua peserta kongres sepakat menunjuk Megawati sebagai Ketua Umum PDI-P periode 2025-2030.

”Tadi peserta begitu selesai pembukaan dibuka sidang pertama, 100 persen minta mendesak segera dikukuhkan kembali jadi sudah selesai,” ujar Komarudin seusai acara.

Megawati sebenarnya sudah diusulkan untuk menjadi ketua umum PDI-P dalam Rakernas PDI-P ke V Tahun 2024.

Komarudin mengakui pengukuhan berjalan cepat karena hanya menindaklanjuti hasil rakernas tersebut. ”Saya juga tidak tahu secepat ini. Kita setting-kan sampai jam 10 malam,” katanya.

Kongres VI PDI-P sedianya digelar tahun lalu, tetapi kemudian terus mundur karena dinamika politik sehingga baru bisa digelar saat ini.

Presiden Megawati Soekarnoputri, didampingi suaminya, Taufik Kiemas, menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah dicelup tinta menandakan dia sudah melaksanakan hak pilihnya pada pemilu presiden 2004 hari Senin (5/7) di TPS 46, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan. *** Local Caption *** Presiden Megawati Soekarnoputri, didampingi Taufik Kiemas, menunjukan jari kelingkingnya yang sudah dicelup tinta menandakan dia sudah melaksanakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden 2004, hari Senin (5/7) di TPS...., Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Kiprah Megawati

Megawati sudah memimpin PDI-P sejak partai berlambang banteng itu masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) melalui Kongres PDI pada 1993.

Namun, terjadi konflik internal yang menyebabkan PDI terpecah menjadi dua kubu dan memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh PDI. Kongres PDI di Medan menobatkan Soerjadi menjadi Ketua Umum PDI sejak 22 Juni 1996. Puncak perselisihan di antara dua kubu ini terjadi bentrokan fisik di kantor pusat PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, yang dikenal dengan sebutan peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996. Akibat dari bentrokan ini, Megawati tidak dapat mengikuti Pemilihan Presiden 1997.

Pasca-berakhirnya kepemimpinan Presiden kedua RI Soeharto pada 21 Mei 1998, PDI berganti nama. Berdasarkan hasil keputusan Kongres PDI di Denpasar, Bali, pada 1 Februari 1999, PDI berganti nama menjadi PDI Perjuangan (PDI-P) dengan Megawati sebagai ketua umumnya.

Pada tahun yang sama, pada Pemilu 1999 atau awal era reformasi, PDI-P memenangi pemilu. Meskipun partainya meraih suara terbanyak, Megawati dalam pemilihan presiden lewat MPR kalah suara dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri membacakan pidato kenegaraan Presiden Abdurrahman Wahid setelah sebelumnya Presiden memberikan kata pengantar dalam Sidang DPR di Jakarta, Rabu (16/8). Terkait berita Kompas, 17-08-2000, 1. Judul Amplop : ST MPR : Pidato Gus Dur & Megawati

Puncak karier politik Megawati menjadi orang nomor satu di Indonesia, yakni pada 23 Juli 2001, MPR secara aklamasi memilih Megawati sebagai Presiden ke-5 RI periode 2001–2004. Megawati menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang jabatannya kurang dari dua tahun (1998–2000). Megawati pun menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.

Pada akhir periode jabatannya, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden, berpasangan dengan Hasyim Muzadi maju pada Pilpres 2004. Namun, Megawati harus mengakui kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. Lima tahun berikutnya, pada 2009, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden dengan menggandeng Prabowo Subianto. Namun, Megawati kembali harus menelan kekalahan dari SBY yang berpasangan dengan Boediono untuk melanjutkan masa pemerintahan periode 2009–2014.

Pada Pemilu 2014, Megawati tidak ikut mencalonkan diri sebagai Presiden. Meski demikian, Megawati tetap aktif sebagai Ketua Umum PDI-P. Dalam Pilpres 2014, Megawati menunjuk kader dari PDI-P Joko Widodo atau Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla. Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI setelah berhasil memenangi Pilpres 2014.

Kepemimpinan Jokowi berlanjut pada periode berikutnya. Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amien berhasil mempertahankan kedudukannya sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri melantik  pengurus DPP PDI-P periode 2019-2024 dalam penutupan Kongres V PDI-P di di Grand Inna Bali Beach Hotel, Bali,  Sabtu (10/8/2019).

Adapun posisi puncak di PDI-P terus dipertahankannya setelah kongres PDI-P pada 2000, kemudian kongres pada 2005, 2010, 2015, dan 2019. Dengan kini terpilih lagi di Kongres PDI-P tahun 2025, dan akan menjabat hingga 2030, maka periode ini akan menjadi periode keenam Megawati memimpin partai pemenang Pemilu Legislatif 2024 tersebut.

Sejak peringatan HUT PDI-P

Sinyal bahwa Megawati akan memimpin kembali PDI-P sudah tampak saat peringatan HUT Ke-52 PDI-P di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 10 Januari 2025.

Dalam pidatonya kala itu, Megawati menyinggung soal adanya pihak yang ingin mengincar kursi ketua umum saat mengangkat permintaan para kader yang menginginkan dirinya kembali menjadi Ketua Umum PDI-P periode 2025-2030. Megawati berkelakar, dirinya enggan memenuhi permintaan itu jika para kader tidak solid dan tidak memiliki semangat yang sama.

”Katanya minta saya ketua umum lagi, ketum lagi, tetapi nek anak buahku ngene kabeh, emoh (Kalau anak buah saya seperti ini semua, enggak mau),” tutur Megawati.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di upacara peringatan HUT ke-79 RI, di Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (17/8/2024).

Namun, ia lantas mengungkapkan, jika dirinya tidak ditetapkan lagi sebagai ketua umum, ada pihak yang diam-diam mengincar posisinya. ”Tetapi terus ada yang kepengin (jadi ketua umum PDI-P), ha-ha-ha, gile,” katanya sambil tertawa.

Putri proklamator Bung Karno ini pun menanyakan kepada para jajaran DPP PDI-P yang hadir di lokasi HUT, ”Mau enggak kalau (dipimpin) sama yang kepengen (menjadi ketua umum PDI-P) itu?”

”Tidak,” jawab para elite PDI-P.

Sebelumnya, persisnya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P pada 2024, permintaan agar Megawati memimpin kembali PDI-P sudah disuarakan oleh kader. Salah satu hasil rakernas tersebut, seluruh DPC dan DPD PDI-P merekomendasikan Megawati untuk ditetapkan kembali sebagai ketua umum.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari