Pramono Anung dan Rano Karno menyatakan tidak menjanjikan yang tidak mungkin dikerjakan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2025-2030.
20 Feb 2025 17:16 WIB · Metro
”Amanah sekaligus tantangan …”
Begitu kata Pramono Anung dalam pidato perdananya sebagai Gubernur DKI Jakarta 2025-2030. Dua tanggung jawab besar itu coba dijawabnya, bersama Rano Karno, dalam 100 hari pertama kepemimpinannya di Jakarta.
Pramono mengatakan, masih tidak menyangka bakal jadi gubernur. Apalagi, ia tak pernah ke Balai Kota Jakarta, selama menjadi petinggi PDI-P atau pejabat negara.
Maka dalam pidato perdana di hadapan DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/2/2025), mantan Sekretaris Kabinet ini bertekad menyempurnakan pelayanan dasar bagi warga. Ia juga hendak menuntaskan masalah klasik perkotaan sekaligus membawa Jakarta sebagai kota global yang inklusif, lebih maju, dan lebih sejahtera.
Untuk mewujudkan visi misi saat kampanye, Pramono-Rano telah merumuskan berbagai program prioritas. Program ini dijanjikan bakal berkesinambungan, termasuk melibatkan masyarakat dalam forum dialog.
Ia beberapa kali menyebutnya dengan 40 program hasil terbaik cepat (quick wins) 100 hari pertama. Pertama, sebelum menuju lokasi pelantikan di Istana Negara.
Kedua, saat serah terima jabatan di Balai Kota Jakarta. Pramono kembali menyebutnya ketika pidato perdana di hadapan anggota legislatif.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/20/c5a609be-d21a-427b-87a8-ae171381447f_jpg.jpg)
Di hadapan anggota dewan, Pramono membuka 12 program prioritas. Ia memulainya dengan penyempurnaan pelayanan pendidikan Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, serta uji coba sekolah swasta gratis.
Keduanya lantas meluaskan akses transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda. Ini termasuk gratis naik transportasi umum untuk 15 golongan masyarakat.
Selanjutnya, Jaki akan dikembangkan menjadi aplikasi super. Bahkan, masyarakat bisa mengakses pelayanan kesehatan jiwa 24 jam.
Ada juga memperluas akses air bersih dan air minum. Targetnya ambisius, mencapai 100 persen dalam 5 tahun.
Selain itu, taman kota akan terbuka 24 jam. Fungsinya sebagai ruang ekspresi dan kegiatan ekonomi UMKM.
Pramono-Rano lalu hendak memulai proyek kawasan berorientasi transit (ToD) Blok M dan Bundaran HI. Dua kawasan ini mengusung konsep perekonomian berbasis komunitas, kebudayaan, dan simpul transportasi.
Pasar kerja dibuka lebar melalui bursa kerja. Ini untuk mendorong partisipasi dan produktivitas masyarakat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/30/bc0b653b-c1e5-4338-9ec9-09939b4523a3_jpg.jpg)
Selain itu, pengendalian banjir dilakukan terpadu dan berkelanjutan. Pengerukan sungai dan pembangunan tanggul jadi prioritas.
Sama halnya dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkecukupan. Di antaranya proyek strategis, seperti RDF Plant Rorotan, Jakarta Sewerage System, dan konektivitas pesisir dan daratan.
Tiga program prioritas lainnya ialah pengendalian inflasi pangan, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga, serta pemajuan kebudayaan Betawi.
Pidato perdana Pramono pun disambut tepuk tangan. DPRD DKI Jakarta menekankan kerja sama dan saling kontrol demi kepentingan masyarakat.
Di sela-sela itu, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian meminta Pramono-Rano untuk membuka akses rancangan APBD kepada publik.
”Kami sulit bahas anggaran dalam waktu singkat. Ke depan, perlu dibuka. Harapannya transparansi karena ada temuan beli dua biji proyektor sampai Rp 250 juta,” tutur Justin.
Namun, pembicaraan itu sempat diinterupsi anggota Dewan lain. Mereka meminta pembicaraan itu di kesempatan lain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/20/80953001-f825-4c07-bc8c-057d51e887a0_jpg.jpg)
Hari makin sore, Balai Kota Jakarta masih riuh. Giliran warga menikmati jajanan gratis dan panggung hiburan rakyat sambil berharap Pramono-Rano menepati janji saat kampanye.
Pramono mengucapkan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih atas dukungan semua pihak kepadanya dan Rano. Alhasil, mereka menang satu putaran.
”Izinkan kami bekerja sungguh-sungguh, bahagiakan, memperbaiki, sempurnakan, selesaikan persoalan termasuk keluhan KJP, Kartu Sehat, difabel, dan lansia. Beri waktu untuk tuntaskan,” kata Pramono kepada warga.
Ia juga menekankan tidak ada lagi pasangan calon nomor 1, nomor 2, atau nomor 3. Seluruh masyarakat Jakarta mari bersama-sama membangun dan memajukan kota tercinta.
Rano menambahkan, keduanya akan langsung tancap gas. Sepekan ke depan, ia akan memimpin seluruh organisasi perangkat daerah. Untuk sementara, Pramono harus ikut retret atau orientasi kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, mulai 21-28 Februari.
”Besok pagi keruk kali. Semua kali serentak. Dimulai dari Waduk Pluit,” ujar Rano.
Ia turut menjanjikan akan merekrut petugas lapangan agar memadai. Misalnya, pasukan oranye (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum/PPSU) dengan syarat tak muluk-muluk, yakni harus bisa baca dan tulis.
Jakarta, tambah Rano, juga butuh tambahan ribuan pasukan biru (Dinas Sumber Daya Air) dan petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/20/e9962056-d450-419d-8fac-e604a7feb1a6_jpg.jpg)
Ucapan tersebut sontak panen sorak-sorai. Satu di antaranya Riris (56), warga Jakarta Timur. Ia orangtua tunggal yang harus membiayai sekolah anak-anak.
”Pengurusan KJP dibantu dan kalau bisa ada pekerjaan untuk tambah pemasukan,” kata Riris.
Di sisi lain, Bachtiar (50), pegiat Sanggar Si Pitung Rawa Belong, Jakarta Barat hanya meminta satu hal. Betawi tidak menjadi tamu di tanah kelahiran sendiri.
”Tolong perhatian kebudayaan Betawi. Kami jangan sampai jadi penonton. Anak-anak kami kalau bisa dapat beasiswa supaya bisa berdaya saing,” ujar Bachtiar.
Harapan Pramono-Rano, anggota Dewan, hingga warga tentu menjadi doa terbaik untuk Jakarta. Keinginan itu kurang lebih sama dengan bunyi pantun yang menyambut kedatangan Pramono-Rano di Balai Kota Jakarta.
”Ikan patin diikat kenur
Ditaruhnya di atas tanah
Kita doain gubernur dan wakil gubernur
Agar menjabat sukses dan amanah”
Penulis:
Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Cornelius Helmy Herlambang