AS Roma terpental dari Liga Europa akibat blunder fatal Hummels. Blunder itu seakan memvalidasi keputusan Ranieri yang sering tak memainkannya sejak awal tahun.
14 Mar 2025 09:47 WIB · Olahraga
BILBAO, JUMAT — Pilihan Claudio Ranieri untuk memainkan Mats Hummels menjadi senjata makan tuan. Blunder fatalnya pada awal laga berbuah kartu merah sehingga AS Roma menyerah 1-3 dari Athletic Bilbao pada babak 16 besar Liga Europa di Stadion San Mames, Jumat (14/3/2025) dini hari WIB. Blunder Hummels memperkuat alasan Ranieri yang kerap menyimpan Hummels di bangku cadangan sejak awal tahun ini.
Satu blunder Hummels mengacaukan mimpi puluhan ribu pendukung Roma. Mereka sangat yakin Roma mampu mempertahankan keunggulan 2-1 pada pertemuan pertama di markas sendiri. Dengan kekalahan ini, Roma tersingkir dari Liga Europa sekaligus gagal mengulangi kegemilangan pada tiga musim sebelumnya yang selalu mampu menembus semifinal.
Hummels, yang didatangkan secara gratis awal musim ini, mulanya menjadi andalan Ranieri di lini belakang. Berbekal pengalamannya di level atas sepak bola Eropa, Hummels diharapkan menjadi solusi kerentanan pertahanan Roma.
Namun, sejak awal tahun ini, Ranieri mulai menegasikan Hummels. Dia sempat hanya tampil sebagai pemain mula di dua laga kompetitif sejak 17 Januari. Sementara pada tujuh laga lainnya, Hummels hanya menjadi pelengkap bangku cadangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/b8617f7b990cd02295969693bb8af79f-2818f15c3e37469787b2ba84870aeecc_0_ce6c5d1bc76d4ce6a19ab2a286d86af0.jpg)
Keputusan Ranieri untuk menyimpan Hummels didasari atas kebugaran fisiknya yang di bawah rata-rata. Menurut Ranieri, Hummels butuh waktu istirahat untuk kembali ke performa terbaiknya. Namun, Hummels yang keberatan berbalik menyindir Ranieri melalui unggahan di media sosial pribadinya.
”Penghargaan Oscar untuk liburan terlama jatuh kepada…,” tulis Hummels seraya hendak mengatakan kepada Ranieri bahwa masa penepiannya dari skuad utama Roma sudah terlampau lama.
Kesempatan bagi Hummels untuk unjuk pembuktian kualitas dirinya tersaji pada laga krusial menghadapi Bilbao. Cedera Zeki Celik memaksa Ranieri mengubah susunan tiga bek. Hummels bermain sebagai bek tengah menggantikan Celik. Sementara pos bek kanan yang biasanya diisi Celik ditempati Gianluca Mancini.
Memainkan Hummels barangkali menjadi sebuah keputusan yang tidak akan terlalu disesali Ranieri. Bagaimanapun Ranieri sudah punya semacam firasat buruk bila memainkan Hummels. Pilihan memainkan Hummels pada akhirnya terpaksa Ranieri ambil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/f1f4581c5179f0bc0313ab977fbf3c59-c3f82c348c9b424982bc37a1b1b14bbb_0_928088d3657a45acb4a745d8ccaf73fa.jpg)
Benar saja, saat laga baru berjalan 10 menit, Hummels menerima kartu merah langsung. Hukuman kartu merah diberikan wasit setelah Hummels salah mengoper bola hingga bisa direbut penyerang Bilbao. Hummels kemudian menghentikan pergerakan lawan dengan tekel keras yang dianggap berbahaya.
”Itu jelas kartu merah. Saya pikir dia pantas mendapatkannya,” kata Ranieri.
Pengambilan keputusan serta naluri Hummels tampak semakin pudar seiring bertambahnya usia. Bek 36 tahun itu punya opsi mengoper bola kepada Evan N’Dicka yang berdiri bebas di sisi kiri. Namun, Hummels dengan ceroboh mengoper bola secara pelan sehingga mampu direbut lawan.
Kalah jumlah pemain, pertahanan Roma pun menjadi sasaran empuk para pemain Bilbao. Awalnya Roma sangat canggung bermain dengan 10 orang. Lubang besar yang ditinggalkan Hummels di belakang kerap terlambat ditutup.
Sepanjang laga, Bilbao mampu melepaskan delapan tembakan tepat sasaran. Di tengah gempuran bertubi-tubi Bilbao, Roma beruntung memiliki kiper Mile Svilar yang melakukan lima penyelamatan gemilang. Akan tetapi, itu saja belum cukup menghindarkan Roma dari kekalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/83c8fb6ff41f37a9a5ed9c4dc0006b07-AFP_37294A4.jpg)
Saya minta maaf. Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar dan rekan satu tim saya.
Tiga gol Bilbao disumbangkan Nico Williams pada pengujung babak pertama dan menit ke-82. Satu gol lainnya dari Bilbao diciptakan Yuri Berchiche pada menit ke-68. Satu-satunya gol balasan Roma tercipta pada pengujung laga berkat eksekusi penalti Leandro Paredes.
Hummels merasa bersalah setelah menerima kartu merah. Akibat kecerobohannya, Roma harus mengubur impian memenangi Liga Europa. Ia mengungkapkan penyesalan seusai laga.
”Saya minta maaf. Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar dan rekan satu tim saya. Saya mengecewakan semua orang hari ini dengan kesalahan yang sungguh bodoh dan mengerikan,” kata Hummels.
”Pertandingan-pertandingan seperti ini biasanya merupakan pertandingan di mana tim saya dapat mengandalkan saya. Namun, sekarang saya mengacaukannya dan membuat seluruh klub kehilangan impian untuk memenangi Liga Europa,” lanjut Hummels.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/48502672b96a857bb3825ad370bcdf6c-AFP_37299WF.jpg)
Cedera Zeki Celik tidak memberi Ranieri banyak pilihan untuk menambal lini belakang. Ia terpaksa berjudi dengan memainkan Hummels dan kalah. Situasi ini ironis bagi Ranieri yang dikenal punya semacam indra keenam dalam keputusan menurunkan pemain. Pada pertemuan pertama di Roma, pilihan Ranieri memainkan Eldor Shomurodov dan Alexis Saelemaekers membawa Roma menjejakkan satu kaki di perempat final.
Sementara itu, bagi Bilbao, kemenangan atas Roma kian membuka lebar peluang mereka menembus final, yang artinya bermain di rumah sendiri. Laga final Liga Europa musim ini akan dihelat di San Mames. Akan tetapi, pertama-tama, sebelum mencapai final, Bilbao harus terlebih dulu mengalahkan Rangers di perempat final.
(Reuters)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/14/c5de3bb8-44ba-42a3-a5e2-3e64a4acd601_png.png)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .