Senyum Manchester United di Balik ”Hujan” Penalti

MU menunjukkan banyak hal positif dari kemenangan atas Sociedad. Mulai dari pertahanan hingga performa trisula lini depan, Fernandes, dan Dorgu. Mereka mulai bangkit.

14 Mar 2025 07:44 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, JUMAT — Empat kali sepakan penalti mewarnai duel 180 menit antara Manchester United versus Real Sociedad. MU dirugikan lebih dulu, tetapi diuntungkan kemudian. Terlepas dari ”hujan” penalti dan kedermawanan wasit, MU tampil solid dalam pertempuran dua laga tersebut.

MU berhak melaju setelah menang atas tim tamu Sociedad 4-1 dalam laga kedua babak 16 besar Liga Europa di Stadion Old Trafford, Jumat (14/3/2025) dini hari WIB. Bruno Fernandes dan rekan-rekan lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 5-2. 

Fernandes menjadi pahlawan berkat capaian hattrick di depan pendukung sendiri. Dua golnya dicetak lewat tendangan penalti yang membuat tuan rumah berbalik unggul 2-1. ”Kami bereaksi cepat (setelah tertinggal). Itu sangat bagus. Kami hanya ingin menang,” ujar sang kapten tim.

Wasit Benoit Bastien begitu dermawan sejak awal laga. Dia, setelah berdiskusi dengan asisten wasit video (VAR), sudah memberikan hadiah penalti untuk tim tamu pada menit ke-10. Sociedad membuka keunggulan lewat eskekusi penyerang Mikel Oyarzabal.

Bastien berbagi ke tuan rumah hanya empat menit setelah itu. Dia langsung menunjuk titik penalti setelah penyerang Rasmus Hojlund dijatuhkan bek Igor Zubeldia. Pada awal paruh kedua, saat agregat imbang 2-2, MU kembali mendapatkan hadiah penalti berkat aksi bek sayap Patrick Dorgu.

Quote

Itu kejam. Mereka memang lebih baik, tetapi kami tidak punya kesempatan (yang adil) untuk bersaing. Wasit tidak membiarkan kami bersaing. Itu bukan kinerja wasit yang netral.

Manchester United's Matthijs de Ligt, right, fouls Real Sociedad's Mikel Oyarzabal during the Europa League soccer match between Manchester United and Real Sociedad at Old Trafford stadium in Manchester, England, Thursday, March 13, 2025 . (AP Photo/Dave Thompson)

Dorgu nyaris memenangi penalti ketiga untuk MU pada 10 menit waktu tersisa. Bastien sudah meniup peluit setelah Dorgu terjatuh di kotak penlati, tetapi VAR merevisi keputusan itu. Adapun pada laga pertama pekan lalu, Sociedad berhasil menyamakan kedudukan juga berkat sepakan penalti.

”Itu kejam. Mereka memang lebih baik, tetapi kami tidak punya kesempatan (yang adil) untuk bersaing. Wasit tidak membiarkan kami bersaing. Itu bukan kinerja wasit yang netral,” kata Pelatih Kepala Sociedad Imanol Alguacil yang sangat kecewa dengan keputusan wasit, seperti dikutip AS.

MU menunggangi momentum seusai berbalik unggul. Sociedad lebih agresif menyerang, sementara tuan rumah semakin nyaman dengan serangan balik. Bencana menghampiri tim tamu pada menit ke-63, bek Jon Aramburu diganjar kartu merah karena pelanggaran dalam situasi transisi.

Sociedad yang sudah kesulitan berkreasi di sepertiga akhir semakin frustrasi setelah bermain dengan sepuluh orang. Martin Zubimendi dan rekan-rekan hanya mampu membuat dua kali percobaan tembakan pada setengah jam terakhir. Tidak satu percobaan pun menemui sasaran.

Kebangkitan MU

MU, terlepas dari penalti dan keunggulan pemain, memang bermain baik di dua laga versus Sociedad. Khususnya di Old Trafford, mereka mampu menciptakan 25 tembakan yang bernilai 4,02 xG (expected goals). Menurut Opta, itu merupakan angka xG tertinggi sejak era Amorim. 

Penampilan cemerlang di lini serang ”Setan Merah” tidak jatuh begitu saja dari langit. Semua terwujud berkat disiplin dan komitmen di pertahanan. Seperti diketahui, pertahanan merupakan sumber bencana MU sepanjang musim ini. Amorim mulai berhasil membenahi itu. 

Manchester United's Bruno Fernandes scores his third goal of the game during the Europa League soccer match between Manchester United and Real Sociedad at Old Trafford stadium in Manchester, England, Thursday, March 13, 2025 . (Nick Potts//PA via AP)

Sociedad kebingungan saat MU sudah menerapkan pertahanan blok rendah. Wakil Spanyol itu bahkan tidak bisa mencetak gol dari permainan terbuka selama 180 menit. Kedua gol mereka berasal dari penalti. Pertahanan solid serupa ditunjukkan MU saat menahan Arsenal pada akhir pekan lalu.

”Pekan yang lengkap. Pekan ini sulit, tetapi hasilnya bagus. Kami menunjukkan sedikit masa depan (tim ini). Kami bermain bagus, bisa bersaing dari segi fisik. Bahkan, sebelum kartu merah, Anda bisa merasakan kami akan menang pada laga ini,” ujar Amorim. 

Amorim, menggunakan formasi 3-4-3, sangat mengandalkan transisi. Cara paling efektif untuk menyerang balik adalah bertahan dengan baik. Ketika lawan terpancing dan kehilangan bola, MU bisa menggigit balik. Kecepatan transisi ”Setan Merah” benar-benar merepotkan Sociedad.

Hampir semua pemain MU memberikan pengaruh positif di lini serang. Trisula Rasmus Hojlund, Joshua Zirkzee, dan Alejandro Garnacho sama-sama merepotkan. Hojlund dan Zirkzee mengusik dengan presensi fisik mereka di kotak penalti, sementara Garnacho dengan kecepatan di sisi sayap.

Manchester United's head coach Ruben Amorim watches his team while Real Sociedad's head coach Imanol Alguacil looks on during the Europa League soccer match between Manchester United and Real Sociedad at Old Trafford stadium in Manchester, England, Thursday, March 13, 2025 . (AP Photo/Dave Thompson)

Dorgu memperlihatkan performa terbaik sejak bergabung pada Januari lalu. Dia selalu mengancam lewat pergerakan di sisi kiri, termasuk menyebabkan penalti dan kartu merah untuk tim tamu. Fernandes, selain menyumbang tiga gol, juga menjadi penyuplai bola langsung dari lini tengah ke depan.

Menurut Fernandes, MU akan semakin baik seiring waktu. ”Dengan hasil dan performa yang baik, Anda akan menemukan kepercayaan diri. Kepercayaan diri adalah sesuatu hal besar di sepak bola. Kami membuat kemajuan yang sangat baik,” ujarnya. 

MU akan bertemu wakil Perancis, Lyon, di perempat final. Lyon melaju tanpa kesulitan berarti seusai menang dengan agregat 7-1 atas Steaua Bucuresti. Adapun Liga Europa merupakan satu-satunya gelar tersisa yang bisa diraih tim asuhan Amorim pada musim ini.

(AP/REUTERS)

infografik Perempat Final Liga Europa


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .