Bonny dan Pellegrini, Pahlawan Tersembunyi Terbangkan Inter Milan dan AS Roma

Inter Milan dan AS Roma kompak menang demi berbagi dua posisi teratas Liga Italia. Peran pemain pelapis membantu kedua tim mengamankan tiga poin berharga.

10 Nov 2025 08:27 WIB · Olahraga

AFP/STEFANO RELLANDINI

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SENIN — Pemuncak klasemen Liga Italia kembali mengalami pergantian seusai Napoli dan AC Milan tersandung di pekan ke-11. Inter Milan dan AS Roma, dua tim teratas, memiliki pahlawan ”underclass” yang mampu menyubtitusi peran sentral pemain utama yang cedera.

Inter dan Roma meraih kemenangan identik 2-0 jelang jeda internasional November ini. Mereka mengungguli Milan dan Napoli yang memiliki 22 poin. Pada gim pekan ini, Milan ditahan Parma 2-2. Sementara Napoli tumbang 0-2 di hadapan Bologna.

”I Nerazzurri” patut berterima kasih atas performa penyerang pelapis Ange-Yoan Bonny. Penyerang muda asal Perancis itu diturunkan sejak menit awal pada laga kontra Lazio, Senin (10/11/2025) dini hari WIB, di Stadion San Siro.

Pelatih Inter Cristian Chvu menempatkan Bonny sebagai tandem kapten Inter, Lautaro Martinez. Pemain berusia 22 tahun itu mengganti peran Marcus Thuram yang belum cukup fit seusai dibekap cedera.

Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny mengecoh kiper Lazio Ivan Provedel sebelum mencetak gol pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Inter menang 2-0 pada laga itu.

Kesempatan kelima tampil sebagai pemain inti tidak disia-siakan Bonny. Ia mengunci keunggulan 2-0 Inter lewat sontekan di menit ke-62. Bonny memaksimalkan umpan silang akurat Federico Dimarco. Gol pertama Inter dicetak Martinez ketika laga baru berjalan tiga menit.

Bonny yang ikut diboyong Chivu dari Parma memang masih sulit mengganti peran utama Thuram dan Martinez. Namun, Chivu sudah mengenal baik potensinya.

Buktinya, Bonny sudah mencetak empat gol dan tiga asis dalam 11 penampilan di Liga Italia musim ini. Jumlah itu sudah hampir menyamai koleksi enam gol dan empat asis untuk Parma musim lalu.

Bonny pun menjadi pemain Inter dengan catatan frekuensi kontribusi gol terbaik. Ia hanya perlu bermain selama 59 menit untuk mencatatkan sebuah gol atau asis di Liga Italia.

Peran apik Bonny itu menjadi bekal penting I Nerazzurri untuk bersaing mengejar scudetto. Inter setidaknya memiliki empat penyerang tengah yang sudah berandil mencetak gol ke gawang lawan. Mereka ialah Martinez, Thuram, Bonny, dan Francesco Pio Esposito.

Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny merayakan golnya ke gawang Lazio pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Inter menang 2-0 pada laga itu.

Dimarco menyebut Bonny adalah rekrutan penting Inter di musim panas lalu. ”Bonny bekerja keras sejak bergabung. Dia memiliki banyak ruang untuk peningkatan,” kata Dimarco kepada DAZN.

Setelah mencetak gol ke gawang Lazio, Bonny bertekad melanjutkan produktivitasnya ketika Liga Italia kembali berlangsung usai jeda laga internasional. Inter akan menjalani derby della madonnina kontra AC Milan, Senin (24/11/2025).

”Saya menyadari derbi adalah gim yang sangat penting, tetapi kami ingin memiliki pendekatan yang sama di setiap gim,” ujar Bonny.

Pembuktian

Di sisi Roma, anak asli ibu kota Italia, Lorenzo Pellegrini, tidak menyia-nyiakan kepercayaan Pelatih Roma Gian Piero Gasperini untuk mengganti peran Paulo Dybala yang cedera.

Pellegrini tidak hanya memerankan posisi Dybala sebagai duo penyerang bayangan bersama Matias Soule, ia juga diberi amanah menggantikan tugas eksekutor penalti utama ”Si Serigala”.

Pemain AS Roma Lorenzo Pellegrini mencetak gol melalui penalti ke gawang Udinese pada laga Liga Italia di Stadion Olympico, Roma, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Roma menang 2-0 pada laga itu.

Pellegrini membuka gol Roma melalui eksekusi dari titik putih di menit ke-42 saat menaklukkan Udinese, Senin WIB, di Stadion Olimpico.

Laga menghadapi Udinese adalah keempat kalinya nama Pellegrini masuk dalam susunan 11 pemain utama Roma di Liga Italia musim ini. Dua dari laga itu dimanfaatkannya untuk memberikan bukti kualitas dengan menyumbang gol.

Pemain lulusan Akademi Roma itu adalah kunci bagi kedalaman skuad Roma yang memerlukan banyak opsi bagi pemain menyerang. Pasalnya, Roma masih kesulitan mencetak gol.

Dari empat tim teratas, Si Serigala adalah tim dengan kuantitas gol terendah. Mereka baru melesakkan 12 gol dari 11 laga.

Tak heran, Pellegrini berada di peringkat kedua pemain tersubur Roma di kancah domestik. Dua golnya setara dengan penyerang tengah Artem Dovbyk yang memiliki menit bermain lebih banyak. Pellegrini hanya berselisih satu gol dari Soule yang menjadi top scorer Roma di Liga Italia.

Pelaatih AS Roma Gian Piero Gasperini memberi instruksi kepada para pemainnya saat melawan Udinese pada laga Liga Italia di Stadion Olympico, Roma, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Roma menang 2-0 pada laga itu.

”Kesempatan berharga bagi kami untuk diasuh oleh pelatih sekaliber Gasperini. Kami harus memanfaatkan kemampuannya untuk membantu tim meraih capaian apik,” tutur Pellegrini seusai laga kepada Sky Sport Italia.

Situasi seret gol membuat Roma selalu kalah peringkat ketika memiliki poin setara. Bulan lalu, Roma duduk di peringkat kedua karena kalah produktivitas dari Napoli. Pada pertengahan November, kondisi serupa mereka alami dari Inter.

Mengemas 24 poin, Roma hanya mencatatkan selisih +7 gol. Inter di pucuk klasemen berkat selisih +14 gol yang ditopang koleksi 26 gol alias menjadi tim tersubur di Liga Italia musim ini.

Gasperini tidak ketinggalan melontarkan pujian kepada performa Pellegrini. Meskipun sempat ditepikan dari skuad inti, Pellegrini, yang berusia 29 tahun, perlahan mendapat kepercayaan dari Gasperini.

”Dia pemain yang bagus. Dia sangat bugar dan dewasa,” ucap Gasperini dilansir Corriere dello Sport.

Pemain AS Roma Zeki Celik (kanan) berebut bola dengan pemain Udinese Hassane Kamara pada laga Liga Italia di Stadion Olympico, Roma, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Roma menang 2-0 pada laga itu.

Ia menambahkan, ”Kami harus memberikannya kepercayaan kembali yang patut didapatkannya. Ia melakukan hal-hal yang baik untuk kondisi fisiknya. Kami senang untuknya, juga kami mendapatkan keuntungan dari situasinya sekarang.”

Ketika disinggung peran Pellegrini untuk memegang tanggung jawab sebagai eksekutor penalti utama, Gasperini menjawab diplomatis. Menurut dia, Pellegrini dan Dybala adalah penendang penalti terbaik milik Roma.

”Siapa pun bisa mengambil penalti. Mencetak gol penalti adalah hal asing bagi kami. Pellegrini mengeksekusi sangat baik, tetapi Dybala pun memiliki rekor baik sebelum menghadapi AC Milan,” kata Gasperini. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto