Rangkaian Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 ditutup dengan "Fun Run" yang melibatkan warga setempat. Sukacita mewarnai "pesta" apresiasi bagi warga itu.
08 Des 2024 14:47 WIB · ekonomi
Hajatan besar Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 telah sukses terselenggara pekan lalu. Hal itu salah satunya berkat dukungan masyarakat dalam menyambut dan memberikan semangat kepada para pelari. Pada Minggu (8/12/2024), giliran warga yang larut dalam ”pesta” merayakan kebersamaan ini.
Wajah-wajah ceria dengan senyum lebar menghiasi pemandangan di garis finis Borobudur Fun Run 2024, di kawasan Candi Pawon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu pagi. Ajang lari gembira itu menjadi penutup rangkaian Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, yang puncaknya digelar pada 1 Desember lalu.
Borobudur Fun Run merupakan acara apresiasi bagi warga, siswa sekolah, dan berbagai pihak lain yang telah mendukung perhelatan tahunan tersebut. Sekitar 2.000 peserta meramaikan Fun Run pagi itu dengan jarak tempuh 3,3 kilometer.
Meski bertajuk ”Fun Run”, panitia tetap mempersiapkan segala fasilitas secara serius, seperti layaknya event utama Borobudur Marathon, hanya saja dengan skala mini. Ini agar warga bisa turut merasakan pengalaman berlari seperti yang dinikmati para peserta Borobudur Marathon.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/08/4b2bd256-b83d-4e59-a9a6-06770ea72d8a_jpg.jpg)
Peserta Fun Run merupakan warga desa, siswa sekolah, guru, dan pelaku usaha kecil yang daerahnya dilintasi rute para pelari Borobudur Marathon. Tahun ini, total terdapat 19 desa dan 35 sekolah yang berpartisipasi sebagai tim cheering atau penyemangat para pelari.
Seusai lari gembira, para peserta diajak menikmati berbagai sajian kuliner dari usaha kecil binaan Bank Jateng dalam program Pawone. Sejumlah hadiah undian pun dibagikan di sela-sela panggung hiburan yang menyemarakkan acara.
Semoga tahun depan bisa pas waktu larinya dengan panen rambutan.
Yohana (42) dan Titi Handayani (33), warga Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, masih terkesan dengan penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun ini. Desanya menyajikan kesenian Tari Dayakan untuk menyemangati pelari.
Interaksi dengan para pelari pun menjadi momen yang melekat setelah sepekan berlalu. ”Ada pelari yang tanya, ’Bu, kok rambutannya enggak ada?’ Soalnya tahun lalu larinya pas rambutan berbuah, jadi mereka ingat itu. Tahun ini sayangnya belum berbuah,” ujar Titi, menirukan perbincangannya dengan seorang peserta maraton.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/01/61d84b44-8be0-40bd-9335-a0f0f97c193a_jpg.jpg)
Walau hanya obrolan ringan, Titi mengatakan, hal itu membuatnya senang karena artinya desa mereka telah menancapkan kesan baik di benak peserta. ”Semoga tahun depan bisa pas waktu larinya dengan panen rambutan,” kata Titi sambil terkekeh.
Yohana mengatakan, meski tak ada rambutan tahun ini, para peserta disuguhi berbagai buah-buahan lain dan teh hangat. Sajian itu pun membuat banyak pelari, termasuk dari mancanegara, betah singgah berlama-lama di desa tersebut.
”Kami senang sekali bisa memperkenalkan Sumberarum kepada banyak orang,” ucapnya.
Sumberarum pun terpilih sebagai juara 1 cheering terbaik kategori desa dalam Borobudur Marathon 2024. Panitia memberikan hadiah Rp 3,75 juta dan sejumlah peralatan olahraga bagi desa tersebut.
Kegembiraan juga dirasakan warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, yang meraih juara 2 cheering. Setiap tahun berpartisipasi meramaikan Borobudur Marathon, baru pada tahun ini mereka mendapatkan gelar tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/867a3daa-e523-4bf8-ace2-9ca9c6df7e92_png.png)
”Ini saya infokan di grup (Whatsapp), teman-teman masih pada tidak percaya kalau kita menang,” ujar Lili Ariyani (35), warga yang mewakili desa menerima hadiah tersebut di atas panggung.
Terlepas dari penghargaan itu, Lili mengatakan, warga Tempurejo selalu antusias tiap kali Borobudur Marathon digelar. Tahun ini, mereka sampai membangun gapura khusus dari bahan-bahan daur ulang plastik minuman untuk menyambut pelari saat memasuki desa.
Tim cheering yang terdiri atas 30 ibu-ibu pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) itu menampilkan tarian poco-poco untuk memompa semangat pelari. Mereka tampil mengenakan kostum kreasi yang juga berbahan plastik daur ulang.
”Banyak yang berhenti untuk foto-foto bersama sambil minum jamu beras kencur yang kami sediakan,” kata Lili.
Pada kategori sekolah, cheering dari siswa dan guru SD Negeri Wanurejo dipilih juri sebagai yang terbaik tahun ini. Persiapan selama dua minggu penuh sebelum ajang itu pun terbayar manis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/08/0389ae65ff647941cfef8d57ca738b51-20241208eng01.jpg)
Indah Wijayanti, guru SDN Wanurejo sekaligus koordinator cheering, tampak sangat gembira saat pembawa acara mengumumkan nama sekolahnya sebagai pemenang. ”Alhamdulillah, senang sekali. Saya sampai ndredeg (gemetaran) ini,” katanya.
Sebanyak 187 siswa dan 17 guru SDN Wanurejo tampil all-out saat menyemangati pelari. Mereka menampilkan tari jathilan atau kuda lumping, tari warok, dan karawitan. Ada pula tarian yang dikreasikan sendiri, yakni tari semar.
Sejumlah siswa juga memainkan trunthung, alat musik mirip rebana yang ditabuh dengan tongkat kayu, untuk menggedor langkah pelari. ”Selain memeriahkan lomba, ini juga untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang ada di desa kami,” ujar Indah.
Ada teman saya ikut kategori maraton hanya mengincar suasana cheering itu di sepanjang rute.
Bukan hanya bagi warga dan siswa sekolah, Borobudur Marathon menjadi momen istimewa bagi komunitas pelari di Magelang. Salah satu yang turut mendukung ajang ini adalah komunitas Magelang Runners.
Delvian (25), anggota Magelang Runners, mengungkapkan kebanggaannya bahwa Borobudur Marathon telah menjadi ajang lari yang prestisius dari Magelang. Apalagi, manajemen lomba kian ciamik setelah tahun ini menyandang status Label dari World Athletics, induk olahraga atletik dunia.
Menurut dia, ciri khas Borobudur Marathon yang sulit diperoleh di ajang lain adalah cheering dari masyarakat setempat. ”Ada teman saya ikut kategori maraton hanya mengincar suasana cheering itu di sepanjang rute. Lari selesai enam jam tidak masalah,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/01/f8cf8b86-0a67-4180-a8ab-70e86d9b9095_jpg.jpg)
Dia pun berharap kualitas Borobudur Marathon dapat terus dipertahankan. Ini termasuk rute yang melalui ”Tanjakan Cinta”, tanjakan panjang yang telah menjadi ”ikon” lomba tersebut di kalangan pelari.
Borobudur Marathon digelar oleh Pemerintah Provinsi Jateng, Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, dan harian Kompas. Tahun ini, sebanyak 10.500 peserta dari 28 negara berpartisipasi, dengan titik start dan finis di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur.
Peserta dibagi dalam tiga kategori, yakni 10 kilometer (km), half marathon (21,1 km), dan maraton (42,2 km). Jumlah peserta terbanyak pada kategori half marathon, yakni sebanyak 4.250 orang, disusul 10K (4.100 peserta), dan maraton (2.150 peserta). Terdapat pula 75 pelari elite nasional dan mancanegara yang turut serta.
Vice General Manager Event Kompas Budhi Sarwiadi mengatakan, Fun Run digelar sebagai apresiasi kepada masyarakat Magelang karena telah menjadi tuan rumah yang baik. ”Masyarakat dengan rela dan penuh kesadaran menerima para pelari Borobudur Marathon sebagai tamu. Cheering dari warga menjadi momen berkesan bagi para pelari,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/01/589cbee8-1171-457b-b669-a1269eafb177_jpg.jpg)
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Djaka Nur Sahid mengutarakan, sambutan hangat dari masyarakat sekitar Borobudur menyukseskan acara ini. Fun Run ini pun digelar sebagai bentuk rasa terima kasih kepada masyarakat.
Ke depan, dia berharap penyelenggaraan Borobudur Marathon juga bisa terus bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Hal ini tampak dari geliat penginapan, kuliner, dan aktivitas ekonomi lain selama perhelatan ajang tersebut.
”Setiap tahun dampak ekonominya terus meningkat. Evaluasi akan dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas Borobudur Marathon ke depan,” katanya.
Perhelatan besar Borobudur Marathon 2024 telah usai. Sampai berjumpa lagi di ajang yang sama tahun depan.
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
C. Wahyu Haryo P