PIALA DUNIA 2026

Mantra Ampuh Deschamps dan Ketajaman Mbappe Beri Perancis Hasil Sempurna

Perancis mengawali laga Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna setelah mengalahkan Senegal dengan skor 3-1. Kylian Mbappe tampil gemilang dengan mencetak dua gol.

17 Jun 2026 05:12 WIB · Olahraga

AP Photo/Frank Franklin II

Oleh Prasetyo Eko Prihananto, dari New Jersey, Amerika Serikat

NEW JERSEY, KOMPAS — Entah mantra apa yang diucapkan oleh Pelatih Perancis Didier Deschamps di ruang ganti paruh babak, tetapi itu terbukti sangat ampuh. Setelah bermain buruk pada babak pertama, Perancis bangkit pada babak kedua dengan mencetak tiga gol kemenangan atas Senegal pada laga perdana penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) sore waktu setempat.

Dari sisi permainan, kata sempurna barangkali terlalu berlebihan. Akan tetapi, mengingat ini adalah laga perdana menghadapi lawan yang berbahaya, dari sisi hasil, kemenangan 3-1 ”Les Bleus” atas ”Singa Teranga” terbilang sempurna.

Gol pertama Perancis dicetak oleh striker Kylian Mbappe pada menit ke-66. Gol itu adalah gol yang berkualitas. Pergerakan tanpa bola Mbappe dan kejelian Michael Olise melepas umpan, diikuti finis sempurna sang kapten, membuat gol itu istimewa.

Salah satu perubahan yang dilakukan Deschamps untuk memperbaiki permainan Perancis adalah memindah Olise yang bermain tidak efektif di sayap kanan ke tengah, bertukar tempat dengan Ousmane Dembele. Langkah itu menjadi keputusan yang brilian. Dari umpan Olise-lah, gol pembuka Perancis lahir.

Deschamps kembali menunjukkan keampuhannya mengubah jalannya pertandingan saat melakukan perubahan dengan memasukkan penyerang Bradley Barcola menggantikan Dembele pada menit ke-80. Hanya dua menit di lapangan, Barcola memperbesar keunggulan Perancis setelah membobol gawang Edouard Mendy memanfaatkan asis dari Adrien Rabiot.

Striker Perancis, Kylian Mbappe (kanan), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Senegal pada laga penyisihan Grup I Piala Dunia 20206 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) waktu setempat. Perancis menang 3-1.

Senegal memperkecil ketertinggalan melalui sepakan penyerang remaja berusia 18 tahun, Ibrahim Mbaye, menit ke-90+5. Tetapi, Mbappe melengkapi penampilan gemilangnya pada babak kedua dengan gol keduanya lewat tendangan keras yang tidak bisa diantisipasi oleh Mendy.

Dua gol yang dicetak Mbappe ke gawang Senegal membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Perancis dengan 58 gol, melewati catatan Olivier Giroud dengan 57 gol.

Kemenangan itu menghapus kenangan buruk yang menghantui juara bertahan Les Blues pada 24 tahun lalu kala mereka takluk 0-1 dari lawan yang sama. Deschamps sehari sebelum laga menjanjikan, tragedi itu tidak akan terulang kali ini.

Hal itu dibuktikan dengan hasil di lapangan, meskipun didapat dengan permainan yang jauh dari sempurna. Perancis tampil sangat buruk pada babak pertama. Meskipun lebih banyak menguasai bola, tetapi justru Senegal yang lebih banyak memiliki peluang berbahaya.

Tiga kali para penyerang Senegal nyaris membobol gawang Mike Maignan. Peluang terbaik dimiliki Ismaila Sarr pada menit terakhir babak pertama. Ia tinggal menceploskan bola ke gawang yang kosong, tetapi tendangannya justru melambung di atas mistar.

Sebelumnya, pada menit ke-22, striker Nicolas Jackson juga mengancam gawang Perancis dengan tendangan keras, tetapi masih bisa ditepis oleh Maignan.

Seperti diprediksi sebelumnya, empat dari sembilan penyerang pada skuad Perancis menjadi pemain mula. Kylian Mbappe memimpin di lini depan, di belakangnya ada Ousmane Dembele, sedangkan posisi sayap kiri ditempati Desire Doue dan sayap kanan Michael Olise.

France head coach Didier Deschamps and Kylian Mbappe celebrate after the third goal during the World Cup Group I soccer match between France and Senegal in East Rutherford, N.J., near New York, Tuesday, June 16, 2026. (AP Photo/Adam Hunger)

Empat penyerang itu akan membuat bek-bek berkeringat dingin. Untuk menyeimbangkan tim, Pelatih Didier Deschamps yang setia dengan formasi 4-2-3-1 memasang dua gelandang bertahan, Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni.

Adapun William Saliba, Dayot Upamecano, Jules Kounde, dan Theo Hernandez menjadi palang pintu di depan kiper Mike Maignan.

Adapun di kubu Senegal, Nicolas Jackson menjadi ujung tombak didampingi Sadio Mane dan Ismaila Sarr sebagai trisula. Pelatih Pape Thiaw menggunakan formasi 4-3-3 untuk menjinakkan para penyerang Perancis.

Lalu, di belakang trio penyerang ada tiga gelandang, Lamine Camara, Idrissa Gueye, dan Pape Gueye. Di barisan bek, El Hadji Malick Diouf, Moussa Niakhate, Kalidou Koulibaly, dan Krepin Diatta. Di bawah mistar, Edouard Mendy akan menjadi benteng terakhir Senegal.

Buruknya permainan Perancis pada babak pertama terlihat dari statistik pertandingan. Meski lebih banyak menguasai bola, 56 persen berbanding 44 persen, dari sisi peluang jauh lebih banyak dimiliki oleh Senegal.

Perancis hanya mampu melakukan satu kali tembakan ke gawang, sementara lawan melakukan lima kali tembakan, dengan dua di antaranya mengarah ke gawang. Dari kualitas peluang, Senegal lebih baik dengan mencatatkan 0,44 expected goal (xG), adapun Perancis hanya 0,02 xG.

APTOPIX Senegal France WCup Soccer

Kondisi berbalik setelah para pemain Perancis keluar dari ruang ganti babak kedua. Peluang demi peluang mereka ciptakan. Bahkan, mereka mengira mendapatkan penalti setelah Mbappe terjatuh di area terlarang akibat diganjal oleh bek lawan.

Wasit sempat melakukan tinjauan video untuk memastikan kemungkinan penalti, tetapi Perancis harus kecewa karena penalti tidak diberikan, sebelum Mbappe mengakhiri kekecewaan dengan gol gemilangnya.

Permainan Perancis yang menanjak di babak kedua terlihat dari statistik. Meskipun penguasaan bola menurun menjadi 49 persen, mereka mampu menciptakan begitu banyak peluang dengan 10 kali tembakan yang 8 di antaranya mengarah ke gawang. Perancis kali ini juga mencatatkan 1,87 xG, berbanding Senegal yang hanya 0,06 xG.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto, dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto