Sudah 57 pemain asal Brasil terdaftar di skuad tim BRI Super League 2025-2026. Indonesia masuk 10 besar negara tujuan karier pemain Brasil lima tahun terakhir.
29 Jul 2025 10:42 WIB · Olahraga
Kebijakan I.League, operator kompetisi BRI Super League 2025-2026, yang mengizinkan klub mengontrak 11 pemain asing, memberikan dampak signifikan kepada eksodus ekspatriat sepak bola asal Brasil.
Jelang 10 hari sepak mula pekan perdana musim baru dimulai, pesepak bola impor asal ”Negeri Samba” sudah mencetak jumlah terbanyak sejak liga profesional Indonesia dimulai pada 1994-1995.
Dalam aturan terkini Super League, setiap tim kontestan (18 tim) diizinkan mengontrak 11 pemain asing. Namun, hanya sembilan yang boleh masuk daftar susunan pemain di pertandingan. Dari jumlah di dalam daftar pemain itu, tujuh pemain yang diperbolehkan berlaga.
Kondisi itu dimanfaatkan baik oleh tim terbaik Tanah Air. Paling sedikit tim sudah mengontrak tujuh pemain impor. Dua tim, seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Semen Padang, bahkan sudah memenuhi kuota 11 pemain asing.
Juara bertahan Persib Bandung telah mengumumkan sembilan pemain asing. ”Maung Bandung” masih menyisakan dua lagi jatah pemain impor. Berbeda dengan tim-tim lain, seluruh pemain asing Persib berpeluang dimainkan bersamaan di Liga Champions Dua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/06/0309044a0d8a9bee4cb9a550075e572c-berguinho_04072025_bar_1eff13cc0c.jpg)
Keistimewaan itu juga dimiliki Dewa United yang berlaga di Liga Challenge Asia. Meskipun baru mengontrak delapan pemain asing, ”Banten Warriors” sejatinya memiliki dua pemain berkualitas bintang impor dari duo naturalisasi, yakni Stefano Lilipaly dan Rafael Struick.
Menariknya, penambahan kuota pemain asing memberi dampak signifikan bagi pemain asal Brasil. Sejak era Liga 1 Indonesia yang dimulai pada 2017, Brasil selalu menduduki daftar pertama sebagai negara pengeskspor pemain terbanyak.
Jumlah pemain Brasil yang berkarier di Liga 1 selalu lebih dari 20 pemain. Kuantitas terendah pemain Brasil tercipta pada edisi 2018 dengan 22 pemain.
Penambahan kuota pemain asing dalam tiga musim beruntun yang dikeluarkan I.League—nama baru PT Liga Indonesia Baru (LIB)—berkorelasi dengan melonjaknya jumlah pemain asal Brasil. Sejak musim 2023-2024, pemain impor asal Brasil menyentuh lebih dari 40 pemain dalam satu musim. Tepatnya, 42 pemain. Angka itu merupakan akumulasi dari dua bursa transfer.
Adapun pada Liga 1 edisi 2024-2025, total pemain Brasil yang mencari nafkah lewat aksi lapangan hijau di Indonesia mencapai 63 pemain. Itu adalah angka tertinggi jumlah pemain asing dari sebuah negara di kompetisi profesional Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/11/4babaf91-433d-4451-af95-4a6aa2c5f68f.jpeg)
Jika dibagi dalam dua jendela transfer, sebanyak 19 pemain Brasil datang pada paruh kedua musim. Itu artinya ada 44 pemain yang masuk dalam daftar pemain kontestan Liga 1 sejak awal musim lalu.
Namun, rekor jumlah pemain asal Brasil itu bakal pecah lagi pada Super League 2025-2026. Kompetisi belum berjalan dan bursa transfer masih dibuka hingga Agustus sudah ada 57 pemain asal Brasil yang diperkenalkan 18 klub peserta untuk mengarungi musim anyar. Kuantitas itu setara sekitar 37 persen dari 153 pemain asing yang sudah teken kontrak dengan tim-tim Super League.
Dengan belum seluruhnya tim memenuhi jumlah maksimal kuota pemain asingnya, jumlah pemain Brasil pada awal kampanye edisi 2025-2026 berpeluang menembus 60 orang, bahkan berpotensi melampaui nominal pada musim lalu.
Dari jumlah 57 pemain Brasil itu, terdapat 22 pesepak bola di antaranya yang berstatus pemain debutan di kompetisi Indonesia. Mereka tersebar ke delapan tim berbeda.
Persija Jakarta merupakan tim paling banyak mendatangkan pemain Brasil baru ke Indonesia. Lima pemain asing Brasil milik ”Macan Kemayoran” berstatus debutan. Mereka adalah Allano Lima, Van Sousa, Gustavo Franca, Fabio Calonego, dan Alan Cardoso.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/0237303991c69caf1e668fc01a8d4c14-YGX_2727.jpg)
Pemain Brasil memiliki duta di 18 klub Super League 2025-2027. Persija dan Arema FC memiliki pesepak bola asal Negeri Samba terbanyak dengan tujuh pemain.
Selanjutnya, PSM Makassar mengikuti dengan lima pemain impor dari Brasil. Persib, Borneo FC, dan tim promosi, Persijap Jepara, mengontrak empat pemain dari negara Amerika Selatan itu.
Dari 18 tim, hanya empat tim yang memiliki satu pemain Brasil. Mereka adalah Persebaya Surabaya, Persis Solo, Bali United, dan PSIM Yogyakarta.
Dengan jumlah itu, jumlah pemain Brasil tidak main-main dalam jumlah keseluruhan pemain di Super League. Persentase kehadiran mereka hingga akhir Juli ini sudah mencapai 10 persen dari akumulasi total pemain yang terdaftar sementara.
Seandainya seluruh klub memaksimalkan kuota 35 pemain untuk didaftarkan, jumlah pemain asal Brasil itu juga mencapai 9 persen dari kuantitas maksimal pemain di Super League yang berjumlah 630 pemain.
Tak ayal, jumlah pemain asing asal Brasil di Super League merupakan kuantitas terbesar di Asia Tenggara, juga Asia. Kuantitas pemain Brasil di Indonesia sudah melebihi J.League 1 atau Liga Jepang 2025 yang berjumlah 52 pemain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/01/5362864c-8a63-4eef-9b70-3b8a0251a1a6.jpg)
Di kawasan Asia Tenggara, Liga Thailand 1 2025-2026 yang sudah mengontrak 40 pemain Negeri Samba merupakan pesaing terdekat Liga Indonesia perihal jumlah pemain impor Brasil.
Keputusan klub-klub dominan mengontrak pemain Brasil tidak lepas dari faktor referensi pelatih. Persija dan Arema FC diasuh oleh juru taktik baru asal Brasil. Persija mengontrak Mauricio Souza. Sementara Arema bersama Marquinhos Santos.
PSM juga gemar mendatangkan pemain Brasil karena masih dilatih Bernardo Tavares yang berasal dari Portugal. Brasil dan Portugal sama-sama menggunakan bahasa Portugis. Begitu pun yang dilakukan Pelatih Persijap asal Portugal Mario Lemos.
Stefano ”Teco” Cugurra, mantan Pelatih Bali United dan Persija kelahiran Brasil, mengungkapkan kecenderungan pelatih mengontrak pemain Brasil didasari faktor teknis dan non-teknis. Dari pengalamannya, pemain Brasil cepat nyetel dengan gaya permainan di Liga Indonesia yang mengandalkan kecepatan dan teknik individu.
”Suasana (cuaca dan alam) Brasil mirip dengan Indonesia sehingga banyak pemain Brasil yang betah berkarier di Indonesia,” ucap Teco, yang kini melatih Barito Putera. Teco, yang memiliki tiga gelar Liga 1, telah memegang paspor Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/02/32fa0eb5-126a-46cb-8f9f-d81c29f3c372.jpg)
Merujuk laporan CIES Football Obsevatory bertajuk ”Ekspatriat Sepak Bola: 2020-2025 (Mei 2025)”, jumlah pemain Brasil yang berkarier di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai 111 pesepak bola.
Angka itu menempatkan Indonesia berada di urutan kedelapan negara tujuan favorit pemain Brasil yang berkarier di luar negeri. Peringkat Indonesia itu naik dua peringkat—posisi ke-10—pada laporan serupa tahun lalu, Mei 2024.
Tujuh negara di atas Indonesia ialah Portugal (643 pemain), Jepang (199), Malta (139), Uni Emirat Arab (133), Korea Selatan (131), Spanyol (114), dan Ukraina (112).
Dengan khusus melihat kuantitas selama 2025, Indonesia sudah berada di peringkat keempat negara dengan ekspatriat sepak bola asal Brasil terbanyak. Indonesia hanya kalah dari Portugal, Jepang, dan Uni Emirat Arab.
Sebanyak 57 pemain Brasil yang bakal bertarung di Super League 2025-2026 serupa dengan 4 persen total ekspatriat sepak bola Brasil yang hijrah dari tanah kelahiran mereka. Untuk 2025, tercatat 1.418 pesepak bola Brasil memilih berkarier di luar negeri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/29/d58f3c119f008f570cefbb13bd784ef2-IMG_0129.jpeg)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto