Target Medali Fadia di Kejuaraan Dunia

Fadia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis untuk ketiga kali dengan partner berbeda. Dia menargetkan medali dalam kejuaraan terakhirnya bersama Lanny.

22 Agt 2025 13:38 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Bermain pada nomor ganda memungkinkan pebulu tangkis berganti pasangan karena berbagai sebab. Salah satu pemain ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti, menjalani pergantian tersebut, termasuk dalam ajang Kejuaraan Dunia.

Fadia akan tampil di Adidas Arena, Paris, Perancis, 25-31 Agustus 2025, dalam Kejuaraan Dunia edisi ke-29. Ini menjadi Kejuaraan Dunia ketiga secara beruntun untuk atlet berusia 24 tahun tersebut setelah Tokyo 2022 dan Kopenhagen 2023.

Dalam debut dalam kejuaraan mayor terbesar untuk persaingan individu tersebut, Fadia berpasangan dengan Ribka Sugiarto dan kalah dari Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) pada babak kedua. Ribka adalah rekan seangkatan Fadia sejak mereka bertanding pada kategori yunior.

Pada penyelenggaraan 2023 di Kopenhagen, Denmark, Fadia bermain bersama Apriyani Rahayu yang menjadi partnernya sejak Juni 2022. Mereka menjadi ganda putri kedua Indonesia yang lolos ke final setelah Lili Tampi/Finarsih pada 1995. Peluang menjadi ganda putri pertama Indonesia yang menjadi juara dunia dipatahkan oleh Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Pasangan China ini berstatus sebagai juara dunia untuk ketiga kali beruntun.

Setelah meraih perak di Kejuaran Dunia 2023, Fadia bertekad mendapat medali lagi, kali ini, bersama Lanny Tria Mayasari. Mereka akan mulai bertanding sejak babak kedua melawan Tea Margueritte/Flavie Vallet (Perancis) atau Hasini Ambalangodage/Hasara Wijayarathne (Sri Lanka). Jika menang, Fadia/Lanny harus bersiap menghadapi kemungkinan melawan unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), pada babak ketiga.

Target meraih medali dipunyai Fadia mengingat dia akan tampil terakhir kali bersama Lanny sebagai pasangan (setidaknya untuk 2025), sebelum bermain dengan formasi baru pada Tur Asia, September. Setelah Kejuaraan Dunia, Fadia akan bermain kembali bersama Apriyani, sementara Lanny berpasangan dengan Amalia Cahaya Pratiwi.

Quote

Kami mau mengeluarkan permainan terbaik pada setiap babak dan punya target mendapat medali. Saya sendiri ingin ’upgrade’ medali.

Siti Fadia Silva Ramadhanti (kanan) dan Lanny Tria Mayasari berpose di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (22/8/2025). Mereka dan tim bulu tangkis Indonesia berangkat ke Perancis untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, 25-31 Agustus.

Seperti Fadia/Lanny, Amalia pun akan bermain di Kejuaraan Dunia lebih dulu bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Pada dua Kejuaraan Dunia sebelumnya, perjalanan Febriana/Amalia tak begitu jauh, yaitu kalah babak pertama pada 2022 dan babak ketiga pada tahun berikutnya.

Sebelum bersiap untuk pergantian pasangan, kedua pasangan itu mencurahkan fokus mereka untuk Kejuaraan Dunia. Salah satu program yang dijalani adalah berlatih tanding melawan pemain putra. Latihan ini dijalani untuk menguji kemampuan atlet-atlet putri dalam bertahan karena pemain putra memiliki kekuatan lebih besar dalam smes.

”Persiapan cukup bagus setelah Jepang Terbuka. Pemulihan juga bagus dan kami dalam kondisi prima. Kami mau mengeluarkan permainan terbaik pada setiap babak dan punya target mendapat medali. Saya sendiri ingin upgrade medali,” kata Fadia menjelang keberangkatan tim Indonesia ke Paris, Jumat (22/8/2025).

Jepang Terbuka, seperti disebutkan Fadia, adalah turnamen terakhir dia bersama Lanny sebelum Kejuaraan Dunia. Ganda putri ranking ke-14 dunia itu seharusnya melanjutkan penampilan ke China Terbuka, 22-27 Juli, tetapi agenda itu batal karena Fadia sakit.

Fadia/Lanny berpasangan sejak Oktober 2024 ketika Apriyani absen dari turnamen sejak selesai Olimpiade Paris 2024. Perjalanan mereka dimulai dari turnamen level rendah, yaitu International Challenge dan Super 100.

Pada 2025, Fadia/Lanny menjadi salah satu penyumbang gelar juara, dari hanya empat gelar, bagi Indonesia pada turnamen BWF World Tour. Mereka menjuarai Thailand Masters Super 300 pada Januari.

Alwi Farhan, Fajar Alfian, Anthony Sinisuka Ginting, Muhammad Rian Ardianto, dan Rinov Rivaldy (kiri ke kanan) saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (22/8/2025). Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, 25-31 Agustus.

Namun, belum setahun berpasangan, mereka akan dipisahkan. Pelatih ganda putri memanfaatkan sisa empat bulan 2025 untuk mencari formasi terbaik yang akan menjadi pasangan tetap sejak 2026.

Di Kejuaraan Dunia 2025, Fadia/Lanny dan Febriana/Amalia akan tampil bersama sepuluh wakil Indonesia lainnya, termasuk dua wakil yang berlatih di luar pelatnas, yaitu Jonatan Christie dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

”Atlet mengikuti program latihan dengan baik dengan kemajuan yang juga baik. Dengan persiapan ini, mereka diharapkan siap menampilkan performa terbaik di lapangan,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian.

Dalam masa persiapan setelah tiba di Paris, Eng Hian mengatakan, atlet harus menjaga pola makan dan istirahat dalam masa aklimatisasi. Kecuali pemain-pemain nomor tunggal dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang akan bertanding sejak babak pertama, pemain lain akan mulai tampil sejak babak kedua karena mendapat bye di babak awal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan