PIALA DUNIA 2026

Ceko dan Afsel Terancam Angkat Koper Lebih Awal

Hasil imbang 1-1 antara Ceko dan Afrika Selatan dalam laga kedua penyisihan Grup A membuat langkah kedua tim untuk lolos ke babak 32 besar makin sulit.

19 Jun 2026 06:20 WIB · Olahraga

AP/Moises Castillo

Oleh Adrian Fajriansyah

ATLANTA, KAMIS — Pendekatan pragmatis yang diperagakan timnas Ceko berujung petaka. Sempat unggul cepat, skuad asuhan Miroslav Koubek dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Afrika Selatan. Kedua tim terancam gagal lolos ke fase gugur.

Kedua tim bertemu dalam laga lanjutan penyisihan Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) malam WIB. Pertandingan ini dipimpin wasit perempuan asal AS, Tori Penso.

Di awal laga, Ceko mengusung formasi 3-5-2. Namun, di lapangan, strategi itu bertransformasi secara defensif menjadi 5-3-2. Sebaliknya, Afsel yang menerapkan pakem 4-2-3-1 bermain lebih agresif. Saat menyerang, mereka mendorong sayapnya hingga membentuk formasi 4-3-3.

Ceko yang menempati peringkat ke-44 dunia sebenarnya lebih diunggulkan ketimbang Afsel di urutan ke-61 dunia. Namun, kekalahan 1-2 dari Korea Selatan pada laga perdana tampaknya membuat Ceko bermain sangat hati-hati. Sebaliknya, meski kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pertama, Afsel justru tampil lebih lepas.

Gaya bermain Ceko sempat berbuah manis pada menit ke-6. Berawal dari lemparan ke dalam, penyerang Adam Hlozek menerima bola dan mengirim umpan tarik kepada gelandang Alexandr Sojka.

Dengan jeli, Sojka memantulkan bola kepada gelandang Michal Sadilek yang bergerak bebas ke dalam kotak penalti lawan. Tanpa kawalan berarti, Sadilek melepaskan tembakan keras yang menghunjam deras ke jala Afsel. Ceko unggul 1-0.

Alih-alih menjaga momentum, Ceko justru memilih bermain pasif setelah unggul cepat. Mereka menumpuk pemain di lini belakang dan hanya mengandalkan serangan balik melalui umpan-umpan lambung.

Kondisi itu dimanfaatkan Afsel untuk mengurung pertahanan Ceko. Namun, ketatnya barisan belakang Ceko membuat pemain Afsel frustrasi. Mereka juga terpaksa melepaskan sejumlah tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang tidak menemui sasaran.

Infografik Prediksi Susunan Pemain Ceko Vs Afrika Selatan.

Bahkan, pertandingan sempat berjalan monoton pada pertengahan babak pertama karena kerap terhenti akibat duel-duel keras di lini tengah.

Wasit tercatat mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Afsel, yakni Teboho Mokoena pada menit ke-33 dan Thalente Mbatha pada menit ke-40.

Di ujung babak pertama, Afsel nyaris menyamakan kedudukan. Umpan lambung bek sayap Aubrey Modiba gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Ceko.

Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar dengan tendangan keras penyerang Thapelo Maseko, tetapi barisan pertahanan Ceko dengan sigap mengeblok bola.

Hukuman untuk Ceko

Memasuki babak kedua, Afsel mencoba meningkatkan daya gedor dengan memasukkan penyerang muda Relebohile Mofokeng menggantikan gelandang Jayden Adams. Namun, Ceko tampil mengejutkan di awal paruh kedua dengan mulai berani menyerang.

Pada menit ke-47, Ceko menciptakan dua peluang beruntun. Umpan terobosan matang mengarah ke Sadilek di dalam kotak penalti.

Kemudian, dia melepaskan umpan tarik kepada gelandang Vladimir Darida yang tidak terkawal. Darida menyambutnya dengan tendangan keras satu sentuhan, tetapi bola masih bisa diblok bek lawan.

Bola muntah berakhir di kaki gelandang Lukas Cerv. Tanpa berpikir panjang, Cerv melepaskan sepakan roket dari luar kotak penalti.

Namun, kiper Afsel melakukan penyelamatan gemilang. Semenit berselang, sundulan penyerang Patrik Schick memanfaatkan sepak pojok masih gagal menjadi gol.

Para pemain Republik Ceko melakukan pemanasan selama sesi latihan menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA melawan Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko, Rabu (10/6/2026). AP/Moises Castillo

Tekanan Ceko lewat variasi umpan terobosan dan umpan silang sempat membuat lini belakang skuad ”Bafana Bafana” pontang-panting.

Bahkan, pada menit ke-59, Sadilek kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti, tetapi tembakannya lagi-lagi membentur bek lawan.

Petaka bagi Ceko dimulai saat mereka kembali mengendurkan serangan dan memilih bermain pragmatis di sisa waktu pertandingan. Afsel yang terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan akhirnya mendapatkan durian runtuh pada menit ke-81.

Tembakan keras Maseko dari luar kotak penalti mengenai tangan pemain pengganti Ceko, Pavel Sulc, yang berupaya mengeblok bola di dalam area terlarang.

Wasit Tori Penso tanpa ragu menunjuk titik putih. Gelandang Teboho Mokoena yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-83. Sepakan kerasnya ke pojok kiri gawang gagal dibaca kiper Ceko, Matej Kovar, sehingga mengubah skor menjadi 1-1.

Gol penyeimbang itu membakar semangat Afrika Selatan. Pada menit ke-88, tembakan terarah Mofokeng dari luar kotak penalti memaksa kiper Kovar melakukan penyelamatan heroik.

Kovar kembali menjadi pahlawan Ceko pada masa injury time di menit ke-90+6 setelah sukses mementahkan sepakan jarak dekat Evidence Makgopa yang berhasil lolos dari kawalan.

”Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus hari ini, kecuali satu momen di awal babak pertama di mana kami tidak berkonsentrasi, tidak fokus, sehingga kebobolan cepat. Selebihnya, kami bermain agresif dan menciptakan banyak peluang,” ujar Pelatih Afsel Hugo Broos.

Para pemain Korea Selatan saat sesi latihan menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA melawan Republik Ceko di Guadalajara, Meksiko, Rabu (10/6/2026). AP/Matias Delacroix

Kalah dalam segala lini

Berdasarkan data statistik resmi FIFA, keputusan Ceko untuk bermain pragmatis membuat mereka kalah di segala lini.

Ceko hanya mencatatkan 38 persen penguasaan bola berbanding 55 persen milik Afsel. Dari segi agresivitas, Ceko menciptakan 14 peluang dengan 3 tepat sasaran, sedangkan Afsel tampil lebih mengancam melalui 17 peluang dengan 4 tepat sasaran.

Sadilek tidak menafikan timnya terlalu bertahan sehingga memberikan lawan kesempatan untuk mengembangkan permainan. ”Setelah mencetak gol, entah bagaimana kami terbawa suasana. Kami terlalu bertahan sehingga membuat lawan terus bermain,” katanya.

Terlepas dari itu, hasil imbang menjadi skenario terburuk bagi kedua tim yang baru kembali ke panggung elite sepak bola dunia setelah absen lama.

Ceko absen selama 20 tahun sejak Jerman 2006, sementara Afsel absen 16 tahun sejak menjadi tuan rumah pada 2010.

Dengan hanya mengemas satu poin dari dua laga, peluang kedua tim untuk lolos dari Grup A kini menipis dan membutuhkan keajaiban.

Pada laga pamungkas penyisihan grup, Ceko harus menghadapi tuan rumah Meksiko, sedangkan Afsel saling sikut dengan Korea Selatan yang tengah berada dalam performa menanjak.

Menurut Koubek, Ceko telah memberikan segalanya untuk memenangi pertandingan tersebut. Hal itu sudah cukup membanggakan untuk Koubek.

”Saya tidak bisa menyalahkan para pemain atas apa pun. Sebaliknya, saya hanya bisa memuji mereka. Mereka memberikan segalanya dan terkadang itu bernilai lebih dari kemenangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Broos masih menyimpan kepercayaan diri tinggi untuk bisa melaju ke babak 32 besar. Syaratnya, Afsel harus mempertahankan mentalitas seperti menghadapi Ceko saat berjumpa Korsel.

”Kami harus menang melawan Korsel walau sulit. Namun, jika kami bermain seperti hari ini, menang bukan sesuatu yang mustahil,” ucapnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar