KONFLIK TIMUR TENGAH

”Ceritakan Kisah Perang seperti yang Kami Lihat...”

Semua presiden pasti pernah bersinggungan dengan pers, karena itu adalah konsekuensi alami dari peran pengawas jurnalis dalam masyarakat demokratis.

18 Mar 2026 13:40 WIB · Internasional

AP/Julia Demaree Nikhinson

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Memasuki minggu ketiga perang antara Israel dan Amerika melawan Iran, Presiden Trump mulai mengeluhkan liputan media, baik spesifik maupun umum tentang perang dan dampaknya. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa laporan berita melebih-lebihkan kerusakan pada pesawat yang diserang Iran di Bandara Arab Saudi.

Ia menyerang media dengan sebutan ”Media Korup” karena termakan oleh laporan palsu yang dihasilkan AI pihak Iran. Trump juga mengatakan media ”benci melaporkan” betapa baiknya kinerja militer AS.

Saat bertemu dengan wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih dari Florida pada Minggu (15/3/2026) malam, Trump keberatan dengan pertanyaan jurnalis Mariam Khan dari ABC News. Khan saat itu menanyakan penggalangan dana yang menggunakan foto upacara pemindahan jenazah anggota militer AS  pekan lalu.

<p>Ketua Komisi Komunikasi Federal Brendan Carr di Capitol Hill di Washington, Selasa (14/1/2026).</p><p>AP/Jose Luis Magana</p><p>Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendengarkan saat Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan dipesawat Air Force One dalam perjalanan dari Pangkalan Angkatan Udara Dover, ke Miami, Sabtu (7/3/2026).</p><p>AP/Mark Schiefelbein</p><p>Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (15/3/2026) dalam perjalanan dari West Palm Beach,  ke Joint Base Andrews.</p><p>AP/Mark Schiefelbein</p>

Ketua Komisi Komunikasi Federal Brendan Carr di Capitol Hill di Washington, Selasa (14/1/2026).

AP/Jose Luis Magana

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendengarkan saat Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan dipesawat Air Force One dalam perjalanan dari Pangkalan Angkatan Udara Dover, ke Miami, Sabtu (7/3/2026).

AP/Mark Schiefelbein

Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (15/3/2026) dalam perjalanan dari West Palm Beach, ke Joint Base Andrews.

AP/Mark Schiefelbein

Khan bertugas sebagai reporter yang meliput berita di pesawat. Tetapi, ketika dia memberi tahu Trump bahwa dia bekerja untuk ABC, Trump berkata, ”Saya pikir itu mungkin organisasi berita paling korup di planet ini. Saya pikir mereka mengerikan.”

Ketua Komisi Komunikasi Federal Brendan Carr, dalam pernyataannya mengutip pesan Trump di Truth Social tentang pesawat yang diserang di Arab Saudi, berpesan agar media berhati-hati dengan apa yang mereka laporkan. ”Lembaga penyiaran yang menyebarkan hoaks dan distorsi berita kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sebelum masa berlaku izin siaran mereka berakhir,” tulis Carr di media sosial X.

Melalui ceramah, teguran, dan ancaman terang-terangan, Presiden Donald Trump dan para pembantunya meningkatkan tekanan pada para jurnalis untuk meliput perang di Timur Tengah sesuai keinginan pemerintah.

Selain melampiaskan kemarahannya di media sosial tentang berita yang tidak disukainya, presiden dari Partai Republik itu juga memarahi seorang reporter di pesawat Air Force One.

Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum naik Marine One, Jumat (13/3/2026) di Pangkalan Gabungan Andrews.

AP/Julia Demaree Nikhinson

Regulator media tertinggi pemerintah telah memperingatkan bahwa lembaga penyiaran berisiko kehilangan izin siaran jika mereka tidak menjauhi ”berita palsu”. Trump dan menteri pertahanannya, Pete Hegseth, juga mempertanyakan patriotisme media berita karena pemberitaan mereka.

Dalam pengarahan perang Pentagon terbarunya, Hegseth secara khusus menyerang CNN. Ia mengatakan bahwa berita CNN tentang pemerintahan yang tidak siap menghadapi serangan Iran terhadap pasokan minyak dunia adalah hal yang menggelikan. Hegseth lantas menawarkan suntingan judul berita versinya sendiri yang seharusnya digunakan oleh ”pers patriotik”.

<p>Gambar ini diambil dari sebuah video yang menunjukkan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di kawasan Industri Al Quoz Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (13/3/2026).</p><p>AP</p><p>Api tampak menyala di sebuah struktur di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, Selasa (17/3/2026).</p><p>AP/Ali Jabar</p><p>Ekspresi Presiden Donald Trump saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (15/3/2026).</p><p>AP/Mark Schiefelbein</p>

Gambar ini diambil dari sebuah video yang menunjukkan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di kawasan Industri Al Quoz Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (13/3/2026).

AP

Api tampak menyala di sebuah struktur di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, Selasa (17/3/2026).

AP/Ali Jabar

Ekspresi Presiden Donald Trump saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (15/3/2026).

AP/Mark Schiefelbein

Menanggapi hal ini, Mark Thompson, Kepala Eksekutif CNN, mengatakan, ”Para politisi memiliki motif yang jelas untuk mengklaim bahwa jurnalisme yang mempertanyakan keputusan mereka adalah salah,” katanya. Menurut Thompson, satu-satunya kepentingan CNN adalah menyampaikan kebenaran kepada audiens mereka di AS dan di seluruh dunia. Ia juga menambahkan, tidak ada penghinaan dan ancaman politik yang akan mengubah hal itu.

Seruan Paus Leo

Dalam sebuah pertemuan di Senin (16/3/2026), Paus Leo mendesak para jurnalis untuk menyoroti penderitaan yang disebabkan perang. Dalam pertemuan dengan para penyiar program berita televisi TG2 Italia, Paus menyampaikan agar wartawan menunjukkan wajah perang dan bercerita dari sisi korban.

<p>Presiden Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif mengenai gugus tugas penipuan di Kantor Oval Gedung Putih, Senin (16/3/2026).</p><p>AP/Julia Demaree Nikhinson</p><p>Presiden Donald Trump menaiki Air Force One, Minggu (15/3/2026)   di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach.</p><p>AP/Mark Schiefelbein</p><p>Kebakaran di luar halaman markas Kedutaan Besar AS di "Zona Hijau" berbenteng Baghdad pada Senin (17/3/2026).</p><p>AFP/AHMAD AL-RUBAYE </p>

Presiden Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif mengenai gugus tugas penipuan di Kantor Oval Gedung Putih, Senin (16/3/2026).

AP/Julia Demaree Nikhinson

Presiden Donald Trump menaiki Air Force One, Minggu (15/3/2026) di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach.

AP/Mark Schiefelbein

Kebakaran di luar halaman markas Kedutaan Besar AS di "Zona Hijau" berbenteng Baghdad pada Senin (17/3/2026).

AFP/AHMAD AL-RUBAYE

”Dalam situasi perang yang dramatis, seperti yang kita alami saat ini, informasi harus waspada terhadap risiko berubah menjadi propaganda,” kata Leo, paus pertama dari Amerika Serikat ini. Ia juga menekankan agar jurnalis selalu memverifikasi berita agar tidak menjadi corong kekuasaan. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto