Trump Ralat Perkiraan Lama Perang Lawan Iran

Di hari ketiga perang, enam kedutaan Amerika diperintahkan mengevakuasi personel nondaruratnya.

03 Mar 2026 16:51 WIB · Internasional

AP/Mark Schiefelbein

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Militer Amerika Serikat kembali kehilangan dua prajuritnya yang sebelumnya dinyatakan hilang, dipastikan tewas, Senin (2/3/2026). Komando Pusat AS menyatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa pasukan AS ”baru-baru ini menemukan jenazah dua anggota militer yang sebelumnya hilang dari sebuah fasilitas yang terkena serangan awal Iran di wilayah tersebut”. Jumlah ini menambah korban tewas menjadi enam sejak meletusnya perang melawan Iran, Sabtu. 

Pada saat yang sama, juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Haklins, menyebutkan sebanyak 18 tentaranya terluka parah. Sebelumnya, lima tentara dikabarkan terluka parah di hari pertama dimulainya perang. Enam prajurit yang tewas adalah tentara angkatan darat dari bagian logistik yang ditempatkan di Kuwait. 

Di seluruh Teheran, suara ledakan bergema sepanjang malam hingga dini hari Selasa saat AS dan Israel terus membombardir Iran. Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan jajaran elite militernya tidak menyurutkan serangan. 

Gambar satelit oleh 2026 Planet Labs PBC pada 1 Maret 2026 menunjukkan asap yang naik akibat kerusakan di pangkalan angkatan laut armada kelima AS di ibu kota Bahrain, Manama, setelah terkena serangan Iran.
Video ini diambil dari gambar UGC yang diunggah di media sosial pada 2 Maret 2026, menunjukkan seorang pilot turun dengan parasut di dekat al-Jahra di Kuwait setelah tiga pesawat tempur AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait.
Video yang diambil dari gambar UGC yang diunggah di media sosial pada 2 Maret 2026 menunjukkan jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle AS di Kuwait pada hari ketiga serangan Iran terhadap negara-negara di wilayah yang menjadi pangkalan AS.
Gambar satelit milik Vantor yang diambil dan dirilis pada 2 Maret 2026 menunjukkan kerusakan di kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco. Militer Arab Saudi meningkatkan tingkat kesiapannya setelah beberapa serangan oleh Iran. Kilang besar Ras Tanura di pantai Teluk Arab Saudi ditutup sebagian pada 2 Maret setelah serangan ”drone”.

Di lain pihak, Teheran dan sekutunya segera membalas serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk, yang dianggap menjadi sekutu Amerika. Di Oman, kantor berita milik negara itu, Oman News Agency, mengatakan, sebuah drone menabrak tangki bahan bakar di pelabuhan Duqm pada Selasa. Duqm telah menjadi jalur pasokan utama bagi kapal induk USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab.

Iran juga menyerang Kedutaan Besar AS di ibu kota Arab Saudi dengan pesawat tak berawak pada Selasa pagi. Serangan dua drone terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebabkan ”kebakaran terbatas” dan kerusakan kecil, menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Asap mengepul setelah ledakan di Teheran pada Selasa (3/3/2026). Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari, membunuh pemimpin tertinggi Iran dan pemimpin militer tertinggi.
Kombinasi foto yang dibuat pada 2 Maret 2026 menggunakan foto satelit milik Vantor menunjukkan gambaran umum fasilitas kompleks nuklir Natanz di dekat Natanz, Provinsi Isfahan, Iran, pada 1 Maret 2026 (atas) dan pada 2 Maret 2026. Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat pada 2 Maret telah menyerang fasilitas nuklirnya di Natanz, salah satu target utama konflik sebelumnya di antara ketiga negara tersebut pada Juni lalu.
Gumpalan asap yang mengepul dari area Distrik 7 Teheran seusai serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Dua pria berjalan melewati puing-puing mobil di samping bangunan tempat tinggal yang rusak di dekat alun-alun Niloufar di Teheran seusai serangan militer gabungan AS-Israel pada Senin (2/3/2026).
Anggota pasukan keamanan Iran berjaga di jalan di samping papan iklan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada 2 Maret 2026. Serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 31 orang pada 2 Maret, kata pihak berwenang.

Serangan ini terjadi setelah serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait serta penyerangan oleh warga sipil terhadap Kedutaan Besar AS di Pakistan dan Irak pada Sabtu. Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan evakuasi personel nondarurat dan keluarga di Kuwait serta Bahrain, Irak, Qatar, dan Jordania sebagai tindakan pencegahan.

Banyak negara yang dianggap sebagai tempat aman di Timur Tengah telah menjadi sasaran serangan Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. Dua pusat data Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain juga menjadi target serangan balasan. Iran juga telah menyerang fasilitas energi di Qatar dan Arab Saudi, serta menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz di Teluk Persia.

Para demonstran membakar poster bergambar Presiden Donald Trump selama protes di luar konsulat Israel di Istanbul, Minggu (1/3/2026).

”Selat Hormuz ditutup,” demikian deklarasi Brigadir Jenderal Iran Ebrahim Jabbari, seorang penasihat Garda Revolusi paramiliter. Ia juga mengancam akan membakar kapal-kapal yang mencoba melewatinya. Penutupan selat sempit yang dilalui seperlima dari seluruh minyak yang diperdagangkan di dunia ini menyebabkan harga minyak dan gas alam global melonjak.

Trump ralat waktu perang

Melihat perkembangan perang, Trump, yang semula mengatakan perkiraan perang akan berlangsung selama empat minggu, dalam pernyataan terbarunya menyatakan AS memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama daripada perkiraan jangka waktu empat hingga lima minggu untuk operasi militernya melawan Iran.

Presiden AS Donald Trump berbicara di Ruang Timur Gedung Putih, Senin (2/3/2026), di Washington.
Pelaut AS memindahkan persenjataan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln untuk mendukung Operasi Epic Fury, Sabtu (28/2/2026).
Gambar ini disediakan oleh AS. Komando Pusat menunjukkan EA-18G Growler bersiap diluncurkan di USS Abraham Lincoln untuk mendukung Operasi Epic Fury, Senin (2/3/2026).
Pelaut AS memuat persenjataan ke pesawat F/A-18E Super Hornet di dek penerbangan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, saat beroperasi untuk mendukung Operasi Epic Fury pada Minggu (1/3/2026).
Sebuah pesawat F/A-18E Super Hornet bersiap mengangkasa dari dek penerbangan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, saat beroperasi untuk mendukung Operasi Epic Fury, Minggu (1/3/2026).
Foto selebaran Angkatan Laut AS yang dirilis urusan publik Komando Pusat AS ini menunjukkan sebuah F/A-18F Super Hornet mendarat di dek kapal induk USS Abraham Lincoln, Sabtu (28/2/2026).

”Sejak awal kami memperkirakan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu,” kata Trump di Gedung Putih. Sementara Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan surat perintah evakuasi personel nondarurat dan keluarga di enam negara.

Perintah evakuasi sebelumnya telah diterbitkan untuk lima negara, yakni Bahrain, Irak, Jordania, Kuwait, dan Qatar. Uni Emirat Arab menjadi negara keenam. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar