Chelsea Berpesta di Atas Kegundahan Graham Potter

Sulit menyimpulkan hasil timpang dalam derbi London di Stadion Olimpiade, antara Chelsea yang bermain sangat baik dan West Ham yang tampil terlampau buruk.

23 Agt 2025 06:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, JUMAT — Reuni Pelatih West Ham United Graham Potter dengan bekas klubnya, Chelsea, berakhir sangat pahit. Tidak hanya kalah, West Ham juga dipermalukan tim tetangga dalam kekalahan telak, 1-5, di kandang sendiri. Masa depan Potter pun tampak abu-abu seusai rentetan performa dan hasil ”horor” di awal musim.

Hanya butuh kurang dari satu jam bagi sebagian pendukung tuan rumah untuk pulang dalam laga kandang pertama West Ham musim ini, di Stadion Olimpiade, London, Sabtu (23/8/2025) dini hari WIB. Chelsea seolah sudah mengamankan poin penuh di menit ke-58 lewat gol bek Trevor Chalobah yang menambah keunggulan jadi 5-1.

”Malam yang sangat berat untuk kami, pastinya. Sangat kecewa dengan hasil ini, dengan cara kami kemasukan, apalagi setelah sempat unggul lebih dulu. Kami terlalu mudah kecolongan gol. Itu tidak boleh dilakukan melawan tim papan atas (seperti Chelsea). Seperti saya katakan sebelumnya, gol mengubah pertandingan,” kata Potter.

Gol indah tembakan jarak jauh gelandang Lucas Paqueta di awal laga ternyata harapan palsu. West Ham unggul hanya sekitar 10 menit, sebelum dihujani tiga gol balasan dalam rentang 20 menit. Chelsea membalas lewat sumbangan gol Joao Pedro, Pedro Neto, dan Enzo Fernandez. Tuan rumah tertinggal, 1-3, saat turun minum.

Pendosa terbesar dalam tiga gol tersebut adalah bek sayap Aaron Wan-Bissaka. Mantan pemain Manchester United itu selalu kehilangan pemain yang semestinya dijaga. Pedro, Neto, dan Fernandez dengan mudah mengeksekusi bola di depan gawang seusai terbebas dari penjagaan. Masalah disiplin itu harus dibayar mahal.

Bencana tim asuhan Potter berlanjut seusai turun minum. Seperti gol pertama tim tamu, mereka kembali kemasukan sepasang gol dari tendangan sudut. Kali ini giliran kesalahan fatal kiper Mads Hermansen. Pemain yang baru didatangkan dari Leicester City itu gagal memotong umpan dengan sempurna sehingga tercipta kemelut yang menguntungkan Chelsea.

West Ham's Lucas Paqueta scores during the Premier League soccer match between Chelsea and West Ham in London, Friday, Aug. 22, 2025. (AP Photo/Dave Shopland)
Quote

Saya bertanggung jawab terhadap tim ini. Saat ini kami tidak menunjukkan performa dan mendapatkan hasil yang diinginkan.

Saking buruknya pertahanan West Ham, mereka kecolongan lima gol dari enam tembakan tepat sasaran pertama Chelsea. Banyak faktor yang menyebabkan bencana di lini pertahanan tersebut. Mulai dari koordinasi bertahan buruk, daya juang minim, hingga penampilan pemain yang jauh di bawah standar.

Itu yang membuat Chelsea tidak perlu susah payah untuk mencetak gol walaupun bermain tanpa gelandang serang andalan Cole Palmer. Palmer dikeluarkan dari daftar starter setelah mengalami cedera saat pemanasan. Posisinya digantikan oleh pemain 18 tahun Estevao yang berhasil menyumbang asis untuk gol Fernandez.

Kekalahan dan penampilan buruk itu membuat Potter berada di ambang pemecatan. Sang pelatih memperburuk keadaan seusai kalah tiga gol tanpa balas dari tim promosi Sunderland di laga pembuka. ”Saya bertanggung jawab terhadap tim ini. Saat ini kami tidak menunjukkan performa dan mendapatkan hasil yang diinginkan,” ujar Potter.

Dalam sejarah Liga Primer, pelatih dengan pemecatan tercepat setelah kompetisi berlangsung dipegang oleh Paul Sturrock di Southampton pada musim 2004-2005 (9 hari). Jika dipecat pada esok hari, Potter bisa melampaui rekor itu dengan hanya memimpin West Ham selama delapan hari pada musim ini.

Tentu, tidak adil menentukan keberhasilan pelatih hanya dari dua laga awal musim. Masalahnya, Potter sudah diberikan kesempatan sejak pertengahan musim lalu. Dia menggantikan peran Pelatih Julen Lopetegui mulai 9 Januari 2025. Sejak itu, West Ham hanya menang 5 kali dari 18 laga. Mereka pun finis di peringkat ke-14.

Jarrod Bowen, kapten West Ham, enggan menyalahkan Potter. ”Ini adalah persoalan kolektif. Bukan salah pemain bertahan karena kurang baik, gelandang, ataupun penyerang. Mungkin karena kami kurang baik dalam menekan. Kami harus berkaca karena bukan pelatih yang bermain di lapangan,” kata pemain tim nasional Inggris itu.

Chelsea's Portuguese midfielder #07 Pedro Neto battles for the ball with West Ham United's Moroccan defender #05 Nayef Aguerd during the English Premier League football match between West Ham United and Chelsea at the London Stadium, in London on August 22, 2025. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Di sisi lain, Chelsea akhirnya bisa meraih kemenangan pertama pada musim ini. Mereka berpesta gol setelah sempat kesulitan ketika ditahan imbang Crystal Palace, 0-0, di kandang sendiri. Tim asuhan Enzo Maresca itu sedikit terbantu dengan permainan buruk West Ham, tetapi tetap memperlihatkan potensi besar di lini serang.

Terutama dalam situasi transisi serangan balik. Kecepatan dua pemain sayap, Neto dan Estevao, berkali-kali menyulitkan tuan rumah. Chelsea sebenarnya bisa saja menang lebih banyak. Namun, Maresca memutuskan untuk merotasi skuad di setengah jam terakhir. Salah satunya memberikan kesempatan debut untuk bek 19 tahun Jorrel Hato.

”Cole cedera saat pemanasan dan kami kemasukan gol lebih dulu, tetapi saya merasa kami memperlihatkan reaksi yang sangat baik. Kami melanjutkan bermain dengan rencana yang sudah dibuat. Meskipun begitu, kami masih bisa lebih baik dari ini. Terutama dalam menguasai bola dan permainan,” ujar Maresca.

Maresca memuji penampilan Estevao karena mampu beradaptasi sangat cepat saat ditunjuk sebagai pengganti Palmer. Namun, sang pelatih masih mengharapkan peningkatan dari sang remaja. ”Kemasukan pertama kami bermula dari kesalahannya. Kami juga sempat kecolongan situasi transisi karena penyebab yang sama,” pungkasnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase