Kunjungan Tottenham ke kandang Manchester City agaknya kurang tepat dari sisi waktu. Tim tamu dinanti Erling Haaland yang selalu tampil beringas di awal musim.
22 Agt 2025 17:18 WIB · Olahraga
MANCHESTER, JUMAT — Di antara performa naik turun penyerang Erling Haaland selama tiga musim bersama Manchester City, ada satu hal yang pasti terjadi. Dia selalu ”meledak-ledak” setiap awal musim. Pertanda kemunculan fenomena serupa sudah terlihat di laga pembuka musim baru Liga Inggris.
Haaland memulai petualangan musim ini dengan sumbangan brace atau sepasang gol dalam kemenangan 4-0 City atas Wolverhampton Wanderers. Peraih Sepatu Emas Liga Inggris 2022-2023 dan 2023-2024 itu kembali mempertontonkan ketajaman setelah penurunan performa musim lalu.
Tottenham Hotspur patut waspada. Mereka akan bertamu menghadapi Haaland dan rekan-rekan di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (23/8/2025) pukul 18.30 WIB. ”(Haaland) lebih baik dari sebelumnya. Dari ritme dan kecepatan, rasanya mirip dengan musim pertamanya,” kata Manajer City Pep Guardiola.
Pada musim pertamanya, 2022-2023, Haaland membukukan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak dalam semusim di era Liga Primer Inggris (36 gol). Pemain tim nasional sepak bola Norwegia itu bisa memproduksi gol rerata setiap 77 menit. Adapun jumlah gol itu terus menurun di musim kedua (27) dan ketiga (22).
Terlepas dari kembalinya versi terbaik Haaland, ada hal yang lebih perlu dikhawatirkan oleh Tottenham, yaitu fenomena sang striker yang selalu ”menggila” di setiap awal musim. Rerata produktivitas Haaland bersama City dalam lima pertandingan pertama di liga hampir mencapai sembilan gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/21/74d4b376-f77c-4dcb-b967-51a004ac6308_jpg.jpg)
Pada musim terburuknya, musim lalu, Haaland bahkan mampu menghasilkan 10 gol dalam lima laga awal. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan musim 2022-2023 (9 gol) dan 2023-2024 (7 gol). Adapun Haaland hanya mencetak 12 gol dari 26 pertandingan liga setelah awal cemerlang musim lalu.
Potensi kemunculan fenomena awal musim Haaland didukung dengan kehadiran gelandang baru di City, yaitu Tijjani Reijnders. Pemain timnas Belanda itu terlihat bisa menjadi tandem terbaik untuk Haaland dan mengisi lubang yang ditinggalkan Kevin De Bruyne.
Melawan City, Tottenham hampir pasti menggunakan pendekatan pragmatis lagi. Mereka akan bertahan dengan blok pertahanan rendah, lalu mengincar serangan balik.
Reijnders sudah menunjukkan kualitasnya di laga pembuka. Ia terlibat dalam proses dua gol Haaland. Menariknya, dia bermain dengan pola pikir sebagai pelayan sang striker. ”Haaland selalu menjadi target yang bisa dicapai. Ketika bola di kakinya, saya tahu dia akan mencetak gol,” kata Reijnders.
Taji Haaland, ditambah dukungan Reijnders, akan sangat penting bagi City dalam menjalani laga kandang pertama musim ini. Mereka sudah dinanti salah satu tim yang paling merepotkan dalam lima tahun terakhir. Adapun terakhir kali menjamu Tottenham, November 2024, mereka takluk 0-4.
Apalagi, Tottenham datang bersama manajer baru, Thomas Frank. Guardiola tidak pernah menjalani laga mudah saat bertemu dengan Frank. Dalam enam pertemuan terakhir mereka, yaitu saat Frank masih di Brentford, Guardiola hanya mampu menang tiga kali.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/22/ac9a94f1-89c9-4c8a-aa8c-6c0d3229b6ae_png.png)
Kendala Guardola itu bukan tanpa alasan. Frank merupakan juru taktik yang fleksibel dalam pendekatan taktik. Dia bisa bermain super-defensif dengan formasi 5-3-2 saat menghadapi Paris Saint-Germain, lalu tampil terbuka dengan formasi 4-3-3 ketika menjamu Burnley pada pekan lalu. Laga itu hanya terpaut tiga hari.
Semua itu tergantung karakteristik lawan. Ketika melawan tim besar, Frank tidak ragu bertahan total. Tottenham nyaris menghukum PSG dengan penguasaan bola hanya 25,7 persen. Mereka kurang beruntung karena kecolongan dua gol di pengujung laga sehingga pemenang ditentukan dengan adu penalti.
Melawan City, Tottenham hampir pasti menggunakan pendekatan pragmatis lagi. Mereka akan bertahan dengan blok pertahanan rendah, lalu mengincar serangan balik. City harus berhati-hati terhadap transisi serangan tim tamu, terutama dengan duet penyerang lawan Richarlison dan Mohammed Kudus.
Richarlison menghasilkan brace pada laga pekan lalu versus Burnley. Sepasang gol itu dicetak berkat asis dari Kudus. Kedatangan Kudus sebagai fasilitator memberikan harapan baru untuk Richarlison yang kurang mendapatkan jam terbang di era manajer sebelumnya, Arne Postecoglou.
Menurut Frank, penyelenggaraan Piala Dunia pada tahun depan bisa memotivasi banyak pemain, salah satunya Richarlison yang ingin menjadi pemain utama Brasil. ”Tentu kami belum melihat kontribusinya dalam waktu lebih lama, tetapi pertanda awal darinya sudah baik,” ujarnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/11/25/fa4b7978-1c1b-4d95-9840-b56dbc7b5ab9_jpg.jpg)
Masalah terbesar dari kejatuhan City musim lalu adalah pertahanan. Mereka rapuh dalam menghadapi transisi cepat lawan. Masalah itu sempat muncul dalam 30 menit awal versus Wolves, tetapi teratasi dengan dua gol beruntun. City patut waspada, Tottenham lebih berbahaya dibandingkan dengan Wolves.
Sementara Tottenham akan bertamu dengan membawa rasa amarah dari peristiwa di tengah pekan. Mereka baru saja kehilangan kans untuk mendapatkan pemain timnas Inggris, Eberechi Eze, dari Crystal Palace. Eze ”dirampok” oleh tim tetangga sekaligus rival abadi mereka, Arsenal. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra