Setelah menjuarai Jepang Terbuka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil di China Terbuka. Mereka datang sebagai juara bertahan.
22 Jul 2026 18:35 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
CHANGZHOU, RABU — Untuk pertama kali ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, datang dengan status juara bertahan turnamen. Mereka menjalani tes itu di ajang China Terbuka dan memenangi babak pertama.
Kemenangan itu didapat saat berhadapan dengan wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, China, Rabu (22/7/2026). Tiba di China tanpa kesempatan berlatih di tempat pertandingan, mereka beradaptasi dengan lapangan, arah angin, karakter kok, dan atmosfer pertandingan sambil berhadapan dengan lawan berat.
Tantangan pertama itu dilalui Fajar/Fikri dengan kemenangan 21-15, 20-22, dan 21-9.
”Pertandingan yang tidak mudah. Pasangan China bermain sangat ngotot dan semangat dengan dukungan publik tuan rumah yang luar biasa dari hari pertama. Ramai sekali, tapi kami tidak mau kalah,” komentar Fajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/2c2728deaf198bb2e09528aa4d974b68-WhatsApp_Image_2026_07_22_at_15.41.45.jpeg)
Fajar/Fikri tak dapat memanfaatkan kesempatan berlatih di tempat pertandingan karena tampil hingga final Jepang Terbuka, pekan sebelumnya. Mereka tiba di Changzhou, pada Senin, sehari sebelum China Terbuka dimulai. Maka, laga pertama pun dijadikan ajang beradaptasi dengan lawan yang tak mudah.
Ganda putra ranking kedua dunia itu tiba di China dengan bekal rasa percaya diri setelah menjuarai Jepang Terbuka, gelar pertama dalam rentang setahun. Namun, tantangan di depan mata tak akan mudah.
China Terbuka adalah turnamen BWF World Tour Super 1000, lebih tinggi dibanding Jepang Terbuka dengan level Super 750.
Selain itu, Fajar/Fikri juga bersaing dengan status sebagai juara bertahan. Meski tidak ada yang mewajibkan juara, mereka harus mempertahankan gelar jika tak ingin poin ranking berkurang. Akan tetapi, seperti dikatakan Fikri, mereka tidak ingin berpikir berlebihan dan akan menjadikan Jepang Terbuka sebagai motivasi.
”Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini, karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang. Namun, kami tidak mau melebih-lebihkan itu, ambil positifnya saja untuk percaya diri,” kata Fikri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/6806f37cf2d6b6dfac67870df9ad2f6c-WhatsApp_Image_2026_07_22_at_15.41.29.jpeg)
Sementara Fajar mengatakan, dia akan mengesampingkan hal-hal lain di luar turnamen agar tidak mengganggu fokusnya, termasuk saat menjalani babak kedua melawan Takumo Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang), Kamis.
Menjaga kebugaran tubuh juga menjadi faktor penting ketika menjalani turnamen secara beruntun.
”Menjalani turnamen kedua dan ketiga secara beruntun tidak mudah, apalagi ketika mencapai babak akhir pada turnamen pertama. Pemulihannya harus ekstra dengan menjaga pola makan dan istirahat,” kata Fajar.
Fajar/Fikri menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia yang semuanya memenangi babak pertama. Pasangan lain yang melaju ke babak kedua dari kemenangan yang didapat pada hari pembuka turnamen, Selasa, adalah Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/7706e65cb52edc271da936c64a131aa9-WhatsApp_Image_2026_07_21_at_19.38.26.jpeg)
Sabar/Reza akan melawan Ben Lane/Sean Vendy, pasangan Inggris yang mengalahkan mereka pada babak kedua Jepang Terbuka, sementara Raymond/Nikolaus menantang unggulan ketujuh asal tuan rumah, Chen Bo Yang/Liu Yi.
Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini. Jadi, tadi mencoba meningkatkan hawa main dan fokus untuk menyerang dulu sejak awal.
Kemenangan pada pertandingan Selasa didapat juga oleh Putri Kusuma Wardani dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanullle Widjaja. Di babak kedua, Putri akan melawan Busanan Ongbamrungphan. Adapun Rehan/Gloria berhadapan dengan pasangan Denmark unggulan ketiga, yakni Mathias Christiansen/Alexandra Boeje.
Ganda putri Indonesia, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, untuk kedua kalinya mengalahkan pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, di kandang lawan. Rachel/Febi mengalahkan pasangan yang menjadi unggulan kedua itu dengan skor 24-22, 21-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/b60a53b26cfcad73b81369999f81fe06-WhatsApp_Image_2026_07_22_at_12.28.55.jpeg)
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Rachel/Febi atas ganda putri ranking kedua dunia itu dari enam pertemuan. Lima persaingan di antaranya berlangsung tahun ini. Dua kemenangan pasangan Indonesia peringkat ke-14 dunia tersebut didapat di hadapan publik China, yaitu di China Terbuka dan Kejuaraan Asia di Ningbo, April.
Setelah itu, mereka kalah dalam pertandingan tiga gim di semifinal Australia Terbuka dan babak pertama Jepang Terbuka.
”Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini. Jadi, tadi mencoba meningkatkan hawa main dan fokus untuk menyerang dulu sejak awal,” kata Febi.
Kemenangan pada babak pertama menjadi target awal Rachel/Febi karena lawan yang dihadapi adalah salah satu ganda putri top dunia. Setelah itu, seperti dikatakan Rachel, mereka bisa mengalihkan fokus pada tantangan berikutnya, salah satunya melawan Lauren Lim/Allison Quynh Lee (Amerika Serikat) pada babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/7c63d46c141c9a283a9d0415a89056a1-WhatsApp_Image_2026_07_22_at_12.28.57.jpeg)
Kemenangan yang didapat Rachel/Febi menempatkan setidaknya satu ganda putri Indonesia di babak kedua setelah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi tersingkir pada babak pertama. Mereka bermain buruk saat melawan Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto (Jepang), Selasa, sehingga kalah 16-21, 4-21.
Kekalahan juga dialami Alwi Farhan yang pekan lalu mencapai perempat final Jepang Terbuka. Alwi kalah dari rekan seangkatannya asal India, Ayush Shetty, 17-21, 21-5, dan 17-21.
Dari kekalahan tersebut, Alwi mendapat pengalaman untuk menjaga semua faktor kemampuan saat menjalani turnamen level tinggi secara beruntun. Dia mencapai perempat final di Jepang Terbuka dengan lawan-lawan yang tak mudah, yaitu Kenta Nishimoto, Alex Lanier, dan Kodai Naraoka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/22/a17c9af53f8d150976fe92f012e9d3f1-WhatsApp_Image_2026_07_22_at_10.23.53.jpeg)
Kekalahan dari Naraoka dialami dalam pertandingan 1 jam 38 menit yang menjadi pertandingan terlama Alwi pada turnamen BWF World Tour. Pada pekan berikutnya, atlet berusia 21 tahun itu kesulitan mempertahankan performanya.
Alwi tak bisa memanfaatkan peluang ketika atlet-atlet unggulan tunggal putra tersingkir pada babak pertama. Mereka adalah Kunlavut Vitidsarn (2), Anders Antonsen (3), dan Li Shi Feng (7).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto