Seorang warga Indonesia ditemukan meninggal di sebuah gurun dekat Mekkah. Ia mencoba masuk Kota Mekkah setelah dikeluarkan aparat ke Jeddah karena diduga akan berhaji secara ilegal.
31 Mei 2025 23:04 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditemukan meninggal di sebuah gurun di wilayah Jumum, Mekkah, Arab Saudi, akibat dehidrasi. Bersama dua WNI lainnya, korban diduga berupaya masuk Mekkah lewat gurun untuk melaksanakan ibadah haji.
Adapun dua korban lain berhasil diselamatkan. Korban meninggal adalah SM, sementara dua korban lain yang berhasil diselamatkan adalah J dan S.
”Sebelumnya, korban bersama 10 orang lainnya ditangkap aparat keamanan Arab Saudi yang melakukan razia. Mereka kemudian dibawa ke Jeddah. Mereka tiba di Arab Saudi menggunakan visa ziarah multiple,” kata Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambrary, Sabtu (31/5/2025).
Yusron menambahkan, setelah diusir ke Jeddah, korban bersama S dan J kembali mencoba memasuki Mekkah. Kali ini mereka menggunakan taksi gelap melalui gurun pasir. Namun, di tengah jalan, pengemudi taksi menurunkan mereka karena takut tertangkap aparat keamanan. Ketiganya berusaha melanjutkan perjalanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/19/72559c096f9443b5e690d68a4872a128-IMG_1192.jpeg)
Pada Selasa (27/5/2025), keberadaan ketiga WNI ini terpantau patroli pesawat drone aparat kemanan Arab Saudi.
”Namun saat ditemukan, SM sudah meninggal, diduga kuat akibat dehidrasi. Adapun dua lainnya, yakni S dan J, dibawa ke rumah sakit. Setelah sembuh, (keduanya) kembali diusir ke Jeddah,” kata Yusron.
Dia mengatakan, saat ini jenazah SM masih berada di rumah sakit di Mekkah dan divisum. Pemakaman akan dilakukan setelah proses visum selesai. KJRI Jeddah tengah mengurus jenazah SM dan berkoordinasi dengan keluarganya di Madura, Jawa Timur.
Yusron mengingatkan warga negara Indonesia agar tidak terlibat dalam aktivitas haji ilegal. Selain itu, WNI juga diimbau agar selalu mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/31/d83f4e84cf4edb0cf0b8a63c37690f7d-IMG_1964.jpeg)
Pemeriksaan yang dilakukan aparat keamanan Arab Saudi memang kian ketat. Menjelang wukuf, patroli dilakukan di hampir semua sudut kota. Dalam pemeriksaan, polisi meminta jemaah menunjukkan identitas berupa kartu Nusuk. Bahkan, belum lama ini Kantor Urusan Haji Mekkah tak luput dari razia aparat.
Sebelumnya pada Senin (19/5/2025), Yusron menyebut ada sekitar 300 warga yang masuk secara ilegal di Arab Saudi dan mencoba berhaji secara ilegal. Jumlah ini di luar 117 orang yang dipulangkan karena kedapatan masuk menggunakan visa kerja.
Pada awal Mei lalu, juga ada sekitar 80 WNI diusir ke Jeddah karena masuk menggunakan visa ziarah. Selain itu, ada 30 WNI lainnya yang langsung dipulangkan.
Saat ini suhu udara di Mekkah cukup tinggi, rata-rata di atas 40 hingga 45 derajat celsius. Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan terkait suhu udara yang bisa mencapai hingga 50 derajat celsius saat puncak pelaksanaan ibadah haji nanti.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/27/0d3d3240609f05d45e47646a0522ebc7-IMG_1854.jpeg)
Anggota Amirulhaj Indonesia, Taruna Ikrar, mengingatkan jemaah agar mewaspadai serangan heat stroke atau sengatan panas. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta mereka yang melakukan aktivitas fisik tinggi saat menjalankan ibadah.
”Heat stroke adalah kondisi medis serius yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi jemaah dan petugas menjaga hidrasi, menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama, dan mengenakan pelindung, seperti payung atau topi lebar,” kata Taruna.
Ia menekankan pentingnya pendekatan preventif, termasuk memastikan asupan cairan cukup setiap hari. Selain itu, penting juga mengenali gejala awal heat stroke, seperti sakit kepala, mual, kulit kemerahan, detak jantung cepat, dan kebingungan mental.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari