Cremonese Vs Napoli, Emil Audero Berpeluang Menghambat Laju ”Si Keledai Kecil”

Cremonese akan bergantung kepada kegemilangan Emil Audero di bawah mistar ketika jumpa Napoli. Terakhir Cremonese mengalahkan Napoli di kandang pada 1994.

27 Des 2025 16:31 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

CREMONA, SABTU — Napoli akan menjalani laga mudah, setidaknya di atas kertas, ketika datang ke Stadion Giovanni Zini, kandang Cremonese, Minggu (28/12/2025) pukul 21.00 WIB. Meskipun diunggulkan membawa pulang tiga poin, kiper Cremonese dan tim nasional Indonesia, Emil Audero, berpotensi menghambat laju Napoli dalam persaingan papan atas.

Audero tengah menjalani salah satu musim terbaiknya di kompetisi kasta tertinggi Italia. Koleksi lima pertandingan nirbobol adalah kunci bagi Audero membantu Cremonese untuk menembus papan tengah di Liga Italia 2025-2026.

Terakhir kali kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu mencatatkan lima laga nirbobol dalam satu kompetisi tercipta pada musim 2021-2022 atau empat musim lalu. Saat itu, Audero masih berseragam Sampdoria.

Catatan laga tak kemasukan terbaik Audero tercipta pada musim 2018-2019. Ia menjalani 36 laga untuk ”Il Samp” dengan catatan 11 pertandingan tidak kebobolan. Rekor itu berpeluang diperbaiki pada musim ini.

Audero masih memiliki musim yang panjang bersama Cremonese. Kuantitas laga tak kemasukan Audero sudah setara dengan dua kiper tim besar, yaitu Mike Maignan yang membela AC Milan dan Michele Di Gregorio yang berseragam Juventus. Tentu, kiprah Audero lebih patut diacungi dua jempol karena membela ”I Grugiorossi” yang memiliki kualitas pemain bertahan di bawah Milan dan Juve.

Quote

Saya masih memiliki penyesalan tentang kekalahan dari Torino. Namun, kami sudah memberikan respons dengan membawa pulang poin dari Roma (0-0 kontra Lazio).

Penjaga gawang Cremonese, Emil Audero (kiri), meninju bola saat pertandingan Liga Italia antara Lazio dan Cremonese di Stadion Oympic, Roma, Italia, Sabtu (20/12/2025). Cremonese akan menghadapi Napoli, Minggu (28/12/2025) pukul 21.00 WIB.

Audero kemasukan 11 gol. Jika dirata-rata angka kemasukan per laga, ia hanya kebobolan 0,9 gol per laga. Dari 20 kiper utama yang bermain di Liga Italia, hanya lima kiper yang mengoleksi rerata gol per laga lebih baik dari Audero.

Selain itu, kiper berusia 28 tahun itu mencatatkan penyelamatan terbanyak dengan rata-rata 3,9 penyelamatan per pertandingan. Tingkat penyelamatan Audero mencapai 81 persen dari total tembakan mengarah ke gawang yang dihadapinya. Itu lagi-lagi nilai persentase penyelamatan tertinggi di Liga Italia, kompetisi yang dikenal berporos pada pertahanan kuat.

Audero belum puas dengan performanya. Jika diminta membahas penampilannya di musim ini, kebahagiaan dan penyesalan sudah dirasakan oleh kiper pemilik empat cap timnas Indonesia itu. Satu hal yang paling menyesakkan bagi Audero ketika tumbang 0-1 dari Torino, 13 Desember lalu. Pada laga itu, Audero melakukan lima penyelamatan.

”Saya masih memiliki penyesalan tentang kekalahan dari Torino. Namun, kami sudah memberikan respons dengan membawa pulang poin dari Roma (0-0 kontra Lazio). Kami ingin melanjutkan perjalanan baik sejauh ini, tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga permainan tim secara keseluruhan,” ujar Audero dilansir laman klub, Sabtu (27/12/2025).

Selalu meraih poin

Dengan penampilan gemilang Audero, peluang Cremonese meraih poin menghadapi Napoli, juara bertahan, sangat terbuka. Dari lima pertandingan nirbobol bersama Audero, Cremonese mengemas dua kemenangan dan tiga hasil seri.

Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, berlatih menjelang laga melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (24/3/2025). Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Bahrain pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga pada Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB.  

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
24-03-2025

Walaupun baru meraih trofi Piala Super Italia, performa Napoli masih angin-anginan. Mereka kerap kehabisan ide untuk membongkar pertahanan kokoh pemain lawan. Hal itu terakhir terlihat ketika Napoli kalah 0-1 dari Udinese, 14 Desember lalu.

Jadi, tidak ada yang mustahil bagi Cremonese untuk mengakhiri penantian selama 31 tahun untuk menaklukkan Napoli dengan nirbobol di kandang. Rekor kemenangan kandang Cremonese atas Napoli terakhir kali tercipta pada 11 September 1994. Saat itu, Audero, yang lahir pada 18 Januari 1997, belum menghirup udara dunia.

”Kami akan mengikuti instruksi pelatih untuk menampilkan cara bermain kami. Permainan dengan spirit besar akan kami sajikan untuk memberikan kebahagiaan kepada suporter sebagai kado Natal,” kata Audero yang lulusan Akademi Juve.

Pelatih Cremonese Davide Nicola menyebut keseimbangan permainan timnya menjadi kunci untuk mengemas 21 poin dari 16 laga sehingga hanya berjarak empat poin dari peringkat keenam yang menjadi batas zona kompetisi antarklub Eropa.

”Dalam fase tanpa penguasaan bola, penting bagi kami untuk bertahan kokoh dan mengantisipasi kreasi peluang berbahaya dari lawan. Kami enggan bermain dengan menghadirkan risiko menelan kekalahan sebab penting untuk kebobolan sedikit mungkin dalam kompetisi,” kata Nicola dilansir La Gazzetta dello Sport.

Napoli's Italian coach Antonio Conte holds the trophy after the Italian Super Cup final match between SCC Napoli and Bologna at King Al-Awwal Park Stadium in Riyadh on December 22, 2025. (Photo by Fayez NURELDINE / AFP)

Sementara itu, Pelatih Napoli Antonio Conte ingin membawa performa positif dari Riyadh, Arab Saudi, dengan membawa pulang trofi Piala Super Italia ke kompetisi domestik. Conte menuntut anak asuhannya untuk cepat beralih fokus agar bisa kembali ke jalur positif di Liga Italia.

”Kami harus menyadari bahwa kerja keras adalah cara kami untuk menaiki klasemen. Setidaknya kami tidak boleh melepas klasemen di zona Liga Champions,” ucap Conte dilansir Sky Sport Italia.

Seandainya kembali gagal meraup poin di Liga Italia seperti laga terakhir kontra Udinese, Napoli tidak hanya semakin jauh dari Inter Milan dan AC Milan di posisi teratas. Mereka juga berpeluang dilangkahi AS Roma dan Juventus yang duduk di peringkat keempat dan kelima.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji