Inter Milan menuju jeda Liga Italia untuk berlaga di Piala Super Italia dengan status pemuncak klasemen. Ini pekan kedua ”I Nerazzurri” berada di posisi pertama.
15 Des 2025 09:36 WIB · Olahraga
AP
GENOA, SENIN — Saban pekan, tim penghuni puncak klasemen Liga Italia selalu berubah. Inter Milan kembali merasakan menguasai capolista setelah menaklukkan Genoa, 2-1, Senin (15/12/2025) dini hari WIB. ”I Nerazzurri” melampaui Napoli dan AC Milan yang gagal menang.
Inter memulai duel di kandang Genoa, Stadion Luigi Ferraris, dengan tekad besar. Tiga poin akan mengembalikan mereka di posisi pertama yang mereka duduki pada pekan ke-10 lalu.
Hal itu tidak lepas dari kehilangan poin yang dialami dua tim di atas mereka ketika memasuki pekan ke-15. AC Milan ditahan tim promosi dengan performa terbaik saat ini, Sassuolo, 2-2, di Stadion San Siro.
Di laga lain, Napoli menelan kekalahan keempat di musim ini. Mereka takluk 0-1 kepada Udinese berkat gol tunggal Jurgen Ekkelenkamp.
Situasi itu tidak disia-siakan Inter. Tiga poin meroketkan posisi mereka dari peringkat ketiga ke puncak klasemen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/15/05a92b96-e506-4e45-9f0e-ead7a1bbfa5f_jpg.jpg)
I Nerazzurri sudah berada di posisi pertama ketika duel di Luigi Ferraris baru berjalan enam menit. Bek Yan Aurel Bisseck mencetak gol pertama untuk timnya. Jelang akhir babak pertama, skipper Inter, Lautaro Martinez, menggandakan keunggulan tepatnya di menit ke-38.
Di babak kedua, Inter yang bertekad untuk menjaga keunggulan beberapa kali mendapat ancaman dari tim tuan rumah. Respons positif dilakukan Genoa berkat gol dari Vitor Oliveira di menit ke-69. Namun, setelah gol itu, Inter tampil tanpa cela untuk menjaga keunggulan dan mengunci tiga poin dari lawatan di Genoa.
Hasil itu membantu Inter untuk menjalani pekan kedua di posisi pertama Liga Italia 2025-2026. Sebelumnya, Inter hanya menyaksikan tiga pesaing, mulai dari AS Roma, Napoli, hingga Milan, silih berganti berada di pucuk klasemen.
Kini, Inter telah mengoleksi 33 poin dari 15 gim. Mereka unggul satu poin atas rival sekota, AC Milan, serta dua poin atas juara bertahan, Napoli.
Keunggulan itu modal penting bagi Inter sebelum meninggalkan persaingan Liga Italia untuk sementara. Akhir pekan mendatang, Inter bersama Milan, Napoli, dan Bologna akan bergegas menuju Riyadh, Arab Saudi, untuk menjalani Piala Super Italia 2025. Turnamen mini itu menjadi kesempatan perdana Inter meraih trofi di rezim Cristian Chivu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/15/a01f56ae-3ecf-4e36-b9ed-fe8b9938deb7_jpg.jpg)
Setelah dari Saudi, Inter sudah dinanti empat gim pamungkas putaran pertama yang berat. Dimulai dengan tandang ke markas Atalanta sebagai laga pamungkas di 2025, kemudian berlanjut menghadapi Bologna, Parma, dan Napoli untuk membuka tahun baru 2026.
Martinez menyebut kemenangan atas Genoa yang membantu timnya ke puncak klasemen sangat berarti. Menurut dia, hasil itu menjadi pijakan penting dan membuktikan kerja keras mereka mulai membuahkan capaian positif.
”Kami kembali ke puncak karena kerja keras, berkorban untuk diri sendiri, dan terus berusaha untuk meningkatkan diri. Kami sadar dengan kekuatan kami. Pesan di ruang ganti sangat jelas, kami ingin membawa Inter ke puncak,” ujar Martinez kepada DAZN.
Martinez, penyerang tim nasional Argentina, tidak peduli dengan anggapan orang luar terhadap timnya. Menurut dia, hal normal banyak pihak memberikan penilaian terhadap performa Inter pada musim ini.
”Semua membicarakan Inter dalam beberapa tahun terakhir karena kami melakukan hal yang bagus. Normal untuk kehadiran kritik dan komentar lainnya. Kami tidak memedulikan itu karena tim berbicara lewat performa di lapangan,” kata Martinez, yang berusia 28 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/15/6def1fd1-fe17-4cae-afc4-dd06d9006e8a_jpg.jpg)
Di sisi lain, Chivu enggan membahas posisi timnya di papan klasemen sementara. Bagi juru taktik asal Romania itu, yang terpenting adalah mengulas performa anak asuhannya di Luigi Ferraris.
”Ini adalah pertandingan yang sulit, dari atmosfer dan penampilan meningkat lawan sejak diasuh Daniele De Rossi. Kami meraih tiga poin yang penting,” tutur Chivu dilansir La Gazzetta dello Sport.
Laga kontra Genoa merupakan respons yang ditunjukkan Inter setelah tumbang 0-1 dari Liverpool di Liga Champions. Skuad Inter terlihat tidak menghadapi blok mental setelah menelan kekalahan pertama di Stadion San Siro pada gim Liga Champions sejak September 2022.
Rotasi yang diterapkan Chivu, misalnya dengan memainkan Petar Sucic dan Francesco Pio Esposito, sejak sepak mula berjalan baik. Keduanya mengisi peran dari Henrikh Mkhitaryan dan Marcus Thuram untuk membantu I Nerazzurri kembali ke jalur kemenangan.
Chivu menegaskan, performa Inter di kandang Genoa merupakan penegasan dari kualitas anak asuhannya. Ia menyadari, pergantian pelatih dari Simone Inzaghi kepada dirinya awalnya dipayungi keraguan.
”Beberapa bulan lalu, banyak yang menyebut kami akan mengakhiri musim di posisi kedelapan atau ke-10 karena tim ini seperti sudah finis. Perjalanan kami masih panjang, tetapi kami menyadari bahwa kami butuh konsistensi dalam segala hal,” katanya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti