Badai cedera tidak mengganggu dominasi Napoli di Liga Italia. ”Si Keledai Kecil” tegaskan superioritas atas Juventus di kandang sejak Januari 2020.
08 Des 2025 10:31 WIB · Olahraga
AP
NAPLES, SENIN — Pertama kali dalam nyaris 40 tahun Napoli menutup laga kandang Liga Italia tanpa kekalahan dalam satu tahun kalender berkat menumbangkan Juventus 2-1, Senin (8/12/2025) dini hari WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. ”Si Keledai Kecil” membuktikan kian sulit ditandingi di kancah domestik.
Brace atau dua gol dari penyerang Rasmus Hojlund pada menit ke-7 dan ke-78 mengunci tiga poin Napoli untuk tetap berada di pole position perburuan scudetto di pekan ke-14. Satu-satunya gol tim tamu dicetak melalui sepakan penyerang muda Kenan Yildiz pada menit ke-59.
Duel dua klub itu mewakili dua identitas teritori Italia, yaitu Napoli di Italia bagian selatan dan Juve dari kawasan lebih makmur di utara Italia. Napoli membuktikan mereka tidak memberi ampun setiap ”Si Nyonya Besar” berkunjung. Sudah tujuh laga beruntun dimenangkan Napoli ketika menjamu Juve di Naples.
Tiga poin penting itu membawa Napoli kembali naik ke peringkat pertama. Mereka menggeser Inter Milan yang nyaris 24 jam memimpin persaingan juara setelah melibas Como 4-0, Minggu (7/12/2025) WIB. Si Keledai Kecil unggul satu poin atas Inter.
”Kami menghadapi Atalanta, Roma, dan Juventus, semua lawan yang kuat, dalam situasi darurat dan memenangkan semuanya. Saya terpikat dengan antusiasme dan energi yang anak-anak sajikan di dalam pertandingan,” tutur Pelatih Napoli Antonio Conte seusai laga kepada DAZN.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/08/f7067667-dd30-4c46-afa6-5eb88555c6de_jpg.jpg)
Satu hal yang membuat Conte semringah adalah semangat juang anak asuhannya. Mereka seakan tidak terusik dengan badai cedera yang menyebabkan pemain-pemain penting cedera memasuki pergantian Tahun Baru.
Napoli tetap tanpa Frank Anguissa, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Stanislav Lobotka ketika menjamu Juve. Conte mempertahankan formasi 3-4-3. Duet gelandang Scott McTominay dan Eljif Elmas menjadi poros di jantung permainan.
Kemudian, trisula David Neres, Noa Lang, dan Hojlund tetap menjadi andalan di tengah minimnya pelapis. Susunan pemain dan formasi itu membantu Si Keledai Kecil selalu menang dalam empat pertandingan beruntun.
Jalan Napoli untuk mengungguli persaingan gelar juara Italia berada di tangan mereka sendiri. Setelah menjalani tiga pertandingan sulit yang dilalui dengan sempurna, Napoli akan menghadapi Udinese dan Cremonese, dua tim papan tengah yang seharusnya tidak sulit ditaklukkan, pada dua laga penutup 2025.
”Semua orang yang bermain mampu tampil dengan karakter luar biasa dan tanggung jawab besar. Anak-anak telah meningkat pesat sehingga saya sangat bangga karena betapa sulitnya momen saat ini dan mereka memberikan respons gemilang,” kata Conte.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/08/92ccf267-731d-40d8-81e5-38ed2a402840_jpg.jpg)
”Kami harus mempertahankan jalur yang tepat ini. Satu hal utama para pemain pantas mendapatkan pujian atas usaha mereka di tengah minimnya kedalaman skuad kami saat ini. Saya berterima kasih kepada mereka,” katanya.
Bermain di bawah dukungan sekitar 53.000 pendukung, skuad Napoli menunjukkan superioritas taktik mereka dibandingkan Juve. Eksekusi rencana permainan Conte berjalan dengan optimal.
Pressing dengan zona pertahanan tinggi dan kontrol tempo dalam penguasaan bola menunjukkan dominasi sang juara bertahan. Hasilnya, Napoli bisa menghasilkan dua peluang besar dengan koleksi sembilan tembakan.
Juve yang tampil ditekan mampu memberikan perlawanan lebih baik setelah turun minum. Gol penyama kedudukan dari Yildiz menjadi bukti. Namun, sepakan Yildiz adalah satu-satunya tembakan tepat sasaran Juve di sepertiga akhir pertahanan Napoli.
”Setiap pertandingan memiliki fase berbeda. Jika kami menekan tinggi, kami bisa menghindari risiko seperti yang bisa kami lakukan karena hanya mengalami dua tembakan berbahaya dari Juve,” kata Conte, pemilik lima gelar Liga Italia sebagai juru latih.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/08/f9ddad23-c1b2-4532-b991-3ef7e3b76a55_jpg.jpg)
Kemenangan atas Juve membantu Napoli menutup tahun di Stadion Diego Armando Maradona tanpa kekalahan. Skuad Si Keledai Kecil mencatatkan 16 kemenangan dan lima hasil imbang di seluruh ajang selama 2025 di hadapan pendukung sendiri. Kali terakhir, Napoli nirkalah di kandang dalam satu tahun tercipta pada 1987.
Sementara itu, Juve menelan kekalahan pertama bersama Luciano Spalletti. Catatan kekalahan itu menghentikan tiga kemenangan beruntun.
Ambisi Juve untuk menembus zona empat besar semakin sulit. Si Nyonya Besar tertahan di peringkat ketujuh dan berjarak empat poin dari AS Roma yang berada di peringkat keempat.
Dua pertandingan selanjutnya Juve di Liga Italia akan menghadapi tim yang berada di atas mereka. Mereka adalah Bologna (peringkat kelima) dan Roma (keempat).
”Kami bisa bermain lebih baik dari hari ini. Jika bisa mengontrol permainan, kami akan menjadi penumpang yang menyebabkan lawan bisa memutuskan nasib kami di pertandingan,” kata Spalletti dilansir Tuttosport.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/08/56905eb3-7fb7-43de-9fca-3f4f100e09ce_jpg.jpg)
Dalam laga menghadapi Napoli, Spalletti melakukan improvisasi dengan menggunakan Yildiz sebagai false nine. Taktik itu tidak berjalan baik di babak pertama.
Kemudian, Spalletti memasukkan Jonathan David, penyerang tengah, yang membuat Yildiz berperan sebagai penyerang sayap kiri. Posisi itu membantu pemain asal Turki itu bisa memberikan ancaman bagi pertahanan Napoli lewat aksi individunya, termasuk sebuah gol.
”Kami lebih baik di babak kedua, tetapi masih kesulitan mengimbangi kecepatan dan kualitas serangan balik Napoli. Kami juga terlalu mudah diprediksi ketika mendominasi penguasaan bola sehingga kami jelas butuh menyalurkan bola progresif lebih baik baik dan cepat,” ujar Spalletti yang menjalani pertandingan perdana di Naples setelah mengantarkan Napoli meraih juara Liga Italia 2022-2023.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan