Danantara menyatakan, Ray Dalio menjadi penasihat informal lembaga tersebut.
04 Jun 2025 18:51 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Danantara menyatakan bahwa Ray Dalio, tokoh terkemuka dalam bisnis manajemen investasi, menjadi penasihat informal Danantara. Keterangan ini baru diumumkan pada Rabu (4/6/2025) atau sepekan setelah beredar kabar batalnya Dalio menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara.
Melalui siaran persnya, Danantara menyebutkan bahwa lembaga pengelola dana investasi pemerintah itu telah memperoleh manfaat besar dari keahlian dan bimbingan Ray Dalio selama setahun terakhir. Saran-sarannya yang berharga sangat berperan penting dalam pembentukan Danantara menjadi sebuah institusi yang didedikasikan untuk mengatalisasi investasi di sektor-sektor strategis yang penting bagi pembangunan jangka panjang Indonesia.
”Bapak Ray Dalio tetap menjadi pendukung setia misi Danantara Indonesia dan terus berperan sebagai penasihat informal bagi pimpinan Danantara Indonesia maupun Presiden Prabowo,” kata Danantara dalam siaran persnya.
Keterlibatannya sebagai penasihat akan tetap sama dan tidak berubah, bersifat sukarela, dan tidak dibayar.
Dalio, Danantara melanjutkan, telah menegaskan bahwa keterlibatannya sebagai penasihat akan tetap sama dan tidak berubah, bersifat sukarela dan tidak dibayar. Danantara Indonesia sepenuhnya menghormati serta menghargai kontribusi wawasan dan keahlian beliau dalam kapasitas tersebut.
”Bersama Presiden Prabowo, Bapak Ray Dalio, dan Danantara Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan membuka potensi penuh dari sektor-sektor strategis Indonesia,” kata Danantara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/22a46e6bdd0c4375b7485744025064d4-cropped_image.jpg)
Kabar batalnya Dalio menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara diberitakan pertama kali di Bloomberg, Rabu (28/6/2025). Bloomberg menempatkan berita ini pada halaman muka dengan diberi catatan, ”eksklusif”, dan mulai diunggah sekitar pukul 07.00 WIB.
”Pendiri Bridgewater Associates memilih untuk tidak bergabung dalam Dewan Penasihat Danantara sekalipun lembaga itu (Danantara) telah mengumumkan secara publik penunjukannya bersama empat tokoh bisnis dan politik terkemuka lainnya pada Maret,” kata Bloomberg.
Narasumber yang mengungkapkan informasi itu, menurut Bloomberg, tidak bersedia disebut. Berita itu juga menyatakan bahwa belum diketahui alasan di balik keputusan batal Dalio.
Pada hari berita ini terpublikasikan, Kompas meminta konfirmasi kepada Juru Bicara Danantara Kanisa Sutisnawinata. Saat itu, Kania melalui pesannya meminta waktu untuk memberikan jawaban.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/08/8583ea9a-8335-4cb5-9eb8-e851caddb472_png.png)
Dalio adalah tokoh terkemuka dalam manajemen investasi. Ia adalah pendiri Bridgewater Associates, firma manajemen investasi yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini melayani klien institusional seperti dana pensiun, dana abadi, yayasan, pemerintah asing, dan bank sentral.
Pria berumur 75 tahun itu termasuk satu dari lima tokoh yang tergabung dalam Dewan Penasihat Danantara sebagaimana diumumkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jakarta, 24 Maret 2025.
Keempat tokoh lain adalah mantan CEO Asia Pasifik Credit Suisse Helman Sitohang, ekonom Columbia University Jeffrey Sachs, Equity Portfolio Manager Capital Group F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
Penulis:
FX Laksana Agung SaputraEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul