Danantara Targetkan Investasi 5 Miliar Dollar AS Sepanjang 2025

Delapan sektor yang disasar Danantara adalah mineral, energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, layanan keuangan, hilirisasi, kawasan industri dan pangan.

03 Jun 2025 19:40 WIB · Ekonomi

Oleh Dimas Waraditya Nugraha

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan realisasi investasi sebesar 5 miliar dollar AS pada tahun 2025. Dengan sisa waktu enam bulan pada tahun ini, Danantara akan memfokuskan investasinya pada sejumlah sektor strategis yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Managing Director Finance Danantara Arief Budiman mengatakan, tema pembangunan yang akan menjadi prioritas investasi Danantara antara lain hilirisasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, manufaktur, dan energi baru terbarukan.

Di luar itu, lanjut Arief, sektor pasar keuangan juga menjadi perhatian, dengan tujuan memperbaiki akses pemodalan dan pembiayaan.

”Tujuan akhirnya adalah bagaimana Danantara bisa membantu pasar keuangan-pasar keuangan sehingga pemodalan, akses terhadap pembiayaan itu lebih dapat diakses,” ujarnya dalam Simposium Nasional Sumitronomics di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Managing Director Finance BPI Danantara, Arief Budiman, saat menyampaikan pidato dalam Simposium Nasional Sumitronomics di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Arief menambahkan, keputusan investasi akan didasarkan pada tiga faktor utama, yaitu dampak terhadap perekonomian Indonesia, potensi imbal hasil (return), dan peluang sektor yang ada.

Untuk tahun ini, terdapat delapan sektor yang akan disasar Danantara untuk penanaman modal, yakni sektor mineral, energi terbarukan (renewables energy), infrastruktur digital, kesehatan, layanan keuangan (financial services), infrastruktur hilirisasi, kawasan industri, dan pangan.

”Untuk meluruskan, terkait financial services, Danantara tidak berinvestasi di bank atau industri keuangan. Namun, bagaimana Danantara bisa menambahkan instrumen-instrumen untuk bisa memperdalam pasar keuangan,” kata Arief.

Ia optimistis sejumlah kesepakatan yang telah dibuat membuat nilai investasi sebesar 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 81,5 triliun) akan tersalurkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. 

Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi /Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Dana amanah

Sebelumnya pada pekan pertama Mei, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, pihaknya juga berencana mengalokasikan 1 hingga 2,5 persen dari total dividen BUMN yang diterima Danantara sebagai trust fund atau dana amanah.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Danantara yang berfokus pada bidang pendidikan, sanitasi, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.

”Pada awal tahun, kami akan taruh dulu 100 juta dollar AS dan kami sudah lihat angkanya. Mungkin dalam waktu 5 atau 6 tahun, dana trust fund ini bisa mencapai 1 miliar dollar AS,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Rosan juga mengungkapkan rencana untuk bekerja sama dengan The Gates Foundation guna menyalurkan dana amanah mereka ke Danantara. Lewat pengelolaan dana amanah, Danantara berharap dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia dan menciptakan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.

”Saya juga sudah berbicara dengan tim dari Gates Foundation untuk potensi kolaborasi dengan Danantara,” ujarnya.

Ia berharap, keterlibatan Danantara dalam pengelolaan dana amanah bisa membuat Indonesia menjadi salah satu pusat pengelolaan dana amanah di Asia Tenggara. Rosan juga menambahkan bahwa ia telah berdiskusi dengan sejumlah pengusaha untuk menanamkan dana filantropi mereka ke Danantara.

”Di Amerika Serikat, idealnya 2 persen dari GDP (produk domestik bruto/PDB) mereka dialokasikan untuk dana sosial. Jika di Indonesia, dengan GDP mencapai 1,5 triliun dollar AS, itu berarti sekitar 30 miliar dollar AS yang dapat kita dorong,” tutup Rosan.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan pendiri Microsoft dan Gates Foundation Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Pertemuan itu membahas sejumlah inisiatif pembangunan berkelanjutan, khususnya pada isu kesehatan global, nutrisi, inklusi keuangan, dan infrastruktur digital publik. Kompas/Hendra A Setyawan

Jaringan BlackRock

Adapun pada Selasa (13/5/2025) waktu Amerika Serikat, Rosan telah bertemu dengan para senior managing director BlackRock, yaitu Adebayo Ogunlesi, Rajeev Rao, dan Charles Hatami. 

Melalui akun Instagram resminya, @rosanroeslani, ia menyampaikan bahwa Danantara Indonesia dan BlackRock menjajaki kemitraan strategis untuk mendorong investasi berkelanjutan.

”Kemitraan itu mencerminkan sinergi antara prioritas pembangunan Indonesia dan kekuatan global BlackRock dalam pengelolaan aset, pembiayaan transisi energi, serta infrastruktur digital,” tulis Rosan pada caption unggahannya.

Anggota Kabinet Merah Putih hadir dalam Pertemuan Terbuka Danantara Indonesia yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara yang awalnya terbuka berlangsung tertutup saat presiden akan memberikan arahannya. Danantara Indonesia adalah suoerholding yanh mengelola aset badan usaha milik negara senilai Rp 14.700 triliun demi membiayai proyek strategis tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kompas/Hendra A Setyawan

Dihubungi secara terpisah, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai BPI Danantara perlu segera menyusun Investment Policy and Strategy (IPS) sehingga dalam mengambil keputusan menjalin kerja sama terdapat panduan (guidance) yang telah ditetapkan.

”Saya memandang jenis dan kedalaman afiliasi perlu dicermati sebelum memutuskan, jangan terlalu loose (longgar), juga jangan terlalu kaku,” ujarnya saat dihubungi, Selasa.

Menurut Wijayanto, BPI Danantara perlu terbuka menjalin kerja sama dengan entitas mana pun selama memberikan manfaat dan sejalan dengan visi Danantara untuk mendorong investasi dan transformasi ekonomi Indonesia.

Ia mencontohkan, dengan berinvestasi dengan BlackRock, Danantara Indonesia bisa berkontribusi dalam investasi entitas tersebut. Hal ini dapat dilakukan sembari meyakinkan jaringan investor BlackRock agar turut mengalirkan investasi ke sektor-sektor produktif di Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dimas Waraditya Nugraha
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar