Dari Livoli, Terbit Harapan Penguatan Timnas Indonesia

Bertambahnya jumlah peserta Divisi Utama Livoli diharapkan membuat persaingan kian ketat dan memunculkan pemain berbakat untuk memperkuat timnas bola voli Indonesia.

04 Sep 2025 16:14 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Kompetisi bola voli amatir kasta pertama Indonesia, Divisi Utama Livoli, umumnya jadi ajang unjuk gigi pebola voli nasional, khususnya para pemain muda. Dengan jumlah tim peserta pada edisi 2025 yang kini bertambah, Livoli diharapkan kian kompetitif dan memunculkan banyak pemain berbakat. Muaranya, terbentuk timnas yang semakin kuat.

Duel tim putri Surabaya Bank Jatim versus Kharisma Premium Bandung membuka tirai persaingan Divisi Utama Livoli 2025 di GOR Nambo, Kota Tangerang, Banten, Rabu (3/9/2025). Pertandingan yang ketat itu dimenangi Bank Jatim, klub asal pemain andalan timnas putri Megawati Hangestri, dengan skor akhir 3-2 (25-21, 23-25, 25-23, 19-25, 15-12).

Pada pertandingan kedua, Rajawali O2C Ciparay menaklukkan Mitra Bank Jateng Grobogan dengan skor 3-0 (25-8, 24-14, dan 25-17). Kemenangan telak tersebut menempatkan Rajawali di posisi puncak klasemen hari pertama.

Bank Jatim, Kharisma Premium, Rajawali O2C, dan Mitra Bank Jateng adalah empat dari lima tim yang tergabung di Pul EE. Adapun enam tim lainnya yang terdiri dari Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia, Tectona, Jenggolo Sport Sidoarjo, TNI AU Electric, Kota Impian Wahana, dan Bharata Muda tergabung dalam Pul DD. Total ada 11 tim dari sektor putri.

Duel tim putri Surabaya Bank Jatim (jersei putih) versus Kharisma Premium Bandung membuka tirai persaingan Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Nambo, Kota Tangerang, Rabu (3/9/2025).

Pada kategori putra, ada 12 peserta yang terdiri dari LavAni Navy, Singo Yudha VC Kutai Barat, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, DPUPR Alib Grobogan, Sukun Badak, dan Berlian Bank Jateng. Mereka terbagi dalam dua Pul, yakni Pul A dan Pul B.

Apabila dibandingkan dengan dua edisi sebelumnya, jumlah peserta Livoli meningkat pada tahun ini. Bahkan, jika PLN tak mengundurkan diri, jumlah peserta akan sesuai rencana masing-masing, yaitu 12 tim putra dan putri.

Pada Livoli edisi 2024, jumlah peserta lima tim putra dan lima tim putri. Setahun sebelumnya, jumlahnya lebih sedikit lagi, yaitu masing-masing delapan tim.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo mengatakan, mulai tahun ini hingga edisi selanjutnya, pihaknya akan menetapkan jumlah peserta Livoli adalah 12 tim putra dan 12 tim putri. Tujuannya untuk memberikan kesempatan yang luas bagi klub-klub yang bermain di kasta kedua, yakni Livoli Divisi I.

Duel tim putri Surabaya Bank Jatim (jersei putih) versus Kharisma Premium Bandung membuka tirai persaingan Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Nambo, Kota Tangerang, Rabu (3/9/2025).

Imam menyebut, Divisi I Livoli mengundang animo yang sangat besar sehingga PBVSI harus membatasi jumlah peserta menjadi masing-masing 32 tim per kategori. Lalu, dua tim terbaik akan mendapatkan kesempatan promosi ke Divisi Utama untuk menggantikan dua tim yang degradasi.

Rencana penambahan jumlah peserta di Divisi Utama ini sudah diumumkan sejak tahun lalu. Kabar ini disambut baik banyak pihak, termasuk oleh Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Indonesia sekaligus pemilik tim putra LavAni.

Namun, saat itu, SBY juga menyayangkan, penambahan jumlah peserta di Livoli tidak lantas dibarengi penambahan peserta dalam kompetisi profesional, Proliga. Pada edisi 2025, Proliga hanya diikuti 12 tim sehingga kurang kompetitif. Jumlah ini menurun dibandingkan dua edisi sebelumnya yang menyentuh 14 tim.

Dengan penambahan peserta di Livoli, persaingan diharapkan semakin ketat. Dari persaingan yang sengit ini pula diharapkan muncul pemain-pemain berbakat dan potensial untuk nantinya dipanggil ke timnas.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Imam Sudjarwo melepas timnas bola voli putri Indonesia menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

”Ini dalam rangka talent scouting. Kita akan mencari pemain-pemain berbakat yang baik yang akhirnya nanti kita akan masukkan ke timnas. Ini upaya pembinaan atlet supaya lebih berkualitas lagi. Nantinya tidak bermain di kancah nasional saja, tapi juga kancah internasional,” ucap Imam.

Livoli memberikan pengalaman berbeda ketimbang Proliga, terutama bagi pemain muda. Ajang ini biasanya menjadi tempat mereka unjuk kemampuan, sesuatu yang sulit didapatkan di Proliga karena tidak mendapatkan banyak kesempatan.

Selain itu, kompetisi yang hanya diikuti sesama pemain Indonesia, tanpa kehadiran pemain asing, juga membuat persaingan pemain nasional lebih terbuka. Para pemain muda pun umumnya muncul dan memperlihatkan kemampuannya.

Pada Livoli 2023, misalnya, Yohanes Dedi Prasasti menunjukkan aksi gemilang bersama LavAni dengan modal pukulan keras dan lompatan hingga 3,5 meter. Dedi saat itu mengungkapkan harapan agar kemampuannya bisa dilirik dan akhirnya dipanggil timnas.

Pemain Indonesia Syelomitha Wongkar merayakan angka yang didapat saat melawan  Italia pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Rabu (13/8/2025).

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Keinginan itu terwujud. Dedi dipanggil untuk berlaga pada AVC Challenge Cup 2024 di Bahrain. Meski bermain dengan skuad yang didominasi para pemain U-20, bukan senior, Dedi mendapatkan pengalaman memperkuat timnas di kancah internasional.

Begitu pula dengan Syelomitha Wongkar yang pada 2023 merupakan pemain termuda O2C dengan usia baru menginjak 15 tahun. Seperti Dedi, Syelomitha juga mewujudkan mimpi dipanggil timnas kendati baru untuk kelompok umur.

Syelomitha menjadi bagian dari tim U-21 yang tampil dan finis sebagai peringkat ke-16 dari 24 tim di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri U-21 2025 di Surabaya, Jawa Timur. Dia menjadi andalan tim pada posisi outside hitter.

Jadwal dimajukan

Adapun pelaksanaan Divisi Utama 2025 dimajukan dari rencana awal. Mulanya, babak reguler yang digelar di Tangerang dan Bojonegoro, Jawa Timur, ini akan dihelat pada 17-28 September.

Namun, agar tidak bentrok dengan persiapan SEA Games, babak reguler Livoli akhirnya dihelat pada 3-14 September dan babak final four serta grand final menjadi 10-19 Oktober di GOR Ki Mageti Tambran, Magetan, Jawa Timur.

Ketua III Bidang Pertandingan dan Kompetisi PP PBVSI Reginald Nelwan mengatakan, keputusan ini juga sesuai dengan kesepakatan hasil pertemuan virtual dengan klub peserta, Sabtu (23/8/2025).

”Dengan dimajukannya jadwal Livoli Divisi Utama ini, Pak Ketua Umum PP dan PBVSI menginginkan agar pelatnas cabor bola voli bisa lebih lama dalam menghadapi SEA Games,” kata Regi.

Persiapan minim selalu jadi kendala timnas ketika berlaga di turnamen internasional. Pemusatan latihan selalu digelar dalam waktu singkat. Skuad pun baru lengkap menjelang turnamen. Alhasil, hasil yang diraih tidak maksimal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti