Tantangan Menambah Jumlah Peserta Proliga

Proliga 2025 sektor putra hanya diikuti lima tim sehingga kurang kompetitif. Jumlah peserta jadi salah satu tantangan untuk penyelenggaraan edisi selanjutnya.

14 Mei 2025 19:44 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Proliga 2025 telah berakhir dengan tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi dan tim putri Jakarta Pertamina Enduro menjadi juara. Sejumlah catatan menyertai penyelenggaraan tahun ini, salah satunya soal jumlah peserta yang minim pada sektor putra. Hal ini menjadi tantangan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia selaku penyelenggara agar Proliga pada edisi berikutnya lebih kompetitif dan melahirkan lebih banyak bakat baru.

Selepas pertandingan final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, yang dipenuhi penonton, Minggu (11/5/2025), Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyampaikan apresiasinya untuk pelaksanaan Proliga 2025. Menurut Dito, Proliga telah banyak menghadirkan banyak atlet baru potensial yang bisa dimaksimalkan nantinya di pemusatan latihan nasional.

Meski demikian, Proliga bukan tanpa cela. Dito menyoroti minimnya jumlah peserta Proliga 2025. Dia pun mendorong Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) melakukan berbagai terobosan agar Proliga lebih kompetitif.

”Saya harap Proliga bisa mencari cara untuk memberikan hal lebih baik lagi atau skema lain agar jumlah klub peserta bisa bertambah. Dengan begitu, kompetisi akan semakin merata dan menarik,” ujar Dito.

Tim Jakarta Bhayangkara Presisi merayakan keberhasilan mereka menjuarai PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Pada musim ini, sektor putri diikuti tujuh peserta yang membuat persaingan ketat sejak babak reguler hingga perebutan tiket ke final. Selain itu, jumlah peserta yang banyak juga meningkatkan potensi kemunculan pemain-pemain muda berbakat. Contohnya adalah pemain Jakarta Pertamina Enduro sekaligus pemain terbaik Proliga 2025, Junaida Santi (17), dan pemain Jakarta Popsivo Polwan sekaligus middle blocker terbaik Proliga 2025, Chelsa Berliana (18).

Sementara pada katagori putra, hanya ada lima tim yang ikut serta. Kalau tidak ada Jakarta Garuda Jaya yang dibentuk oleh PP PBVSI, praktis hanya ada empat peserta. Artinya, semua tim bisa melaju ke babak final four sehingga pertarungan babak reguler akan kurang menantang.

Kehadiran Jakarta Garuda Jaya ”menyelamatkan” Proliga dari kemungkinan tersebut. Bagi Jakarta Garuda Jaya, Proliga jadi ajang bagi mereka yang terdiri dari para pemain timnas U-21 untuk menjajal kemampuan dan uji coba untuk persiapan Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21 2025.

Namun, Jakarta Garuda Jaya kemudian menjadi bulan-bulanan tim lawan. Tim yang mulai dibentuk pada 2024 sebagai persiapan Kejuaraan Asia U-20 itu mengakhiri babak reguler dengan tanpa kemenangan dari delapan laga dan koleksi dua poin. Mereka hanya berhasil mencuri empat set, masing-masing dua set dalam dua laga kontra tim dengan misi pembinaan, Surabaya Samator.

Duel Surabaya Samator (jersei merah) melawan Palembang Bank SumselBabel dalam laga perebutan peringkat ketiga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).

Dengan demikian, tim-tim yang berharap masuk final four hanya perlu mencuri minimal dua kemenangan agar bisa mengamankan tiket ke babak tersebut. Kompetisi babak reguler menjadi tidak terlalu ketat.

Di sisi lain, partisipasi Surabaya Samator pada musim ini sebenarnya menjadi kabar positif penyelenggaraan Proliga. Pada musim lalu, tim tersukses di Proliga dengan total tujuh gelar ini memilih absen. Padahal, Samator sebelumnya tidak pernah tidak tampil di Proliga sejak ajang itu digelar pada 2002 silam.

Akan tetapi, kembalinya Samator dibarengi dengan ”menghilang”-nya tim putra Jakarta STIN BIN dari gelanggang persaingan. Jakarta STIN BIN dan tim putri juara Proliga 2025, Jakarta BIN, tidak melanjutkan kontraknya di Proliga.

Dengan demikian, jumlah peserta Proliga 2025 sebanyak 12 tim ini lebih sedikit dari dua musim terakhir. Pada Proliga 2024 dan 2023, jumlah peserta menyentuh 14 tim. Secara jumlah keseluruhan, total peserta Proliga dua musim ini meningkat ketimbang tiga musim sebelumnya. Saat itu, Proliga konsisten hanya diikuti 11 peserta dengan enam tim putra dan lima tim putri.

Duel antara Jakarta BIN (jersei putih) dan Jakarta Electric PLN dalam partai grand final Proliga 2024 di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (20/7/2024). Jakarta BIN keluar sebagai juara berkat kemenangan dengan skor 3-2 (25-21, 25-20, 22-25, 21-25, 17-15).

Jumlah peserta pada Proliga 2024 sektor putra dan putri berimbang dengan masing-masing tujuh tim. Adapun pada Proliga 2023, jumlah tim putra lebih banyak dengan mencapai delapan peserta. Ini menyamai musim perdana Proliga pada 2002.

Pada musim perdana itu, total peserta bahkan menyentuh 16 tim, masing-masing delapan tim pada sektor putra dan putri. Namun, dari tahun ke tahun, peserta bukannya bertambah banyak, melainkan menyusut.

Quote

Gaji pemain asing yang sangat luar biasa besarnya tidak tepat dan justru menimbulkan kesenjangan yang makin tinggi dengan gaji atlet lokal. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Sebelum Proliga 2025 dimulai, jumlah peserta yang minim, terutama pada sektor putra, ini menjadi sorotan Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden keenam Indonesia sekaligus pemilik tim putra Jakarta LavAni tersebut menyayangkan kabar baik soal penambahan peserta di Livoli Divisi Utama, kompetisi bola voli kasta kedua di Indonesia, yaitu menjadi 12 klub, tidak lantas dibarengi penambahan peserta di Proliga.

”Kita patut bersedih karena tim peserta turnamen Proliga justru jumlahnya makin sedikit (menurun),” tulis SBY lewat akun media sosial X pada Desember 2024.

Batas maksimal gaji

SBY menulis, PP PBVSI perlu menelaah apakah penurunan tersebut berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh tiap klub, terutama untuk merekrut pemain asing. Sebab, jika jumlah dana yang dikeluarkan klub semakin besar, akan sulit bagi mereka untuk membiayai klub.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama keluarganya menyaksikan timnya, Jakarta LavAni Livin' Transmedia, yang bertanding melawan Jakarta Bhayangkara Presisi pada Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putra di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

”Saya menyarankan agar PBVSI memikirkan adanya salary cap atau batas maksimal gaji bagi pemain asing. Gaji pemain asing yang sangat luar biasa besarnya, menurut saya, tidak tepat dan justru menimbulkan kesenjangan yang makin tinggi dengan gaji atlet lokal yang prestasinya juga tidak selalu kalah dengan atlet asing,” ujar SBY kemudian.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan, usulan soal aturan batas gaji tersebut telah dia cermati. PP PBVSI pun berencana untuk menerapkannya mulai tahun depan. ”Sehingga ada sebuah kesetaraan, klub-klub kecil yang punya atlet juga bisa main,” ujarnya.

Menurut Imam, aturan itu menjadi salah satu terobosan PP PBVSI agar pada Proliga 2026, jumlah peserta bertambah. PP PBVSI menargetkan kuota ideal sebanyak 8 tim putra dan 8 tim putri.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo seusai acara penyambutan atlet bola voli yang bertanding di SEA Games 2023 dan perkenalan kepengurusan PBVSI periode 2023-2027, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Sementara terkait perubahan format kompetisi, PP PBVSI masih akan mengkajinya terlebih dahulu. Sebab, perubahan itu akan berkaitan dengan pihak-pihak lain dalam penyelenggaraan, termasuk sponsor.

Salah satu usul perubahan itu adalah menggunakan format Liga Bola Voli Korea. Format ini memungkinkan tim dengan peringkat terbaik di final four bisa melaju langsung ke babak final dan tim peringkat kedua akan berduel dengan peringkat ketiga demi satu tiket tersisa.

Perubahan ini dimaksudkan agar Proliga lebih kompetitif karena menghindari potensi tim yang sudah lolos ke final tidak mengeluarkan aksi terbaiknya pada laga-laga terakhir. Musim ini, tim putra Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan tim putri Jakarta Pertamina Enduro yang sudah mendapatkan tiket lolos ke final dengan masih punya laga tersisa akhirnya memilih tidak tampil ngotot dan menurunkan pemain pelapis demi memaksimalkan laga puncak.

Proliga 2025 telah berakhir tanpa kendala berarti, tetapi persaingannya belum sepenuhnya membara. Di balik euforia penyelenggaraan edisi 2025 terselip harapan akan lebih banyak tim peserta, lebih banyak talenta, dan lebih adilnya panggung bagi semua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto