Megawati Hangestri Saja Tak Cukup Dongkrak Timnas Bola Voli Putri

Ada asa dengan performa tim yunior. Kombinasi pemain yunior dan senior jadi opsi untuk membentuk tim terbaik di SEA Games 2025. Namun, tetap perlu persiapan matang.

22 Agt 2025 15:44 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Timnas bola voli putri Indonesia babak belur di turnamen antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2025. Dalam olahraga kolektif seperti bola voli, mengandalkan satu atau dua pemain saja memang tak cukup. Perlu ada soliditas di tim yang terbentuk tidak hanya dalam waktu seminggu-dua minggu, tetapi lewat persiapan panjang dan matang.

SEA V League 2025, yang berlangsung 1-10 Agustus 2025, hanya menyisakan luka bagi timnas bola voli putri Indonesia. Setelah pada putaran pertama di Thailand tidak membawa pulang apa-apa selain rekor tiga kekalahan beruntun, Indonesia meraih hasil serupa pada leg kedua di Vietnam. 

Kekalahan telak 0-3 (17-25, 17-25, 26-28) dari Filipina pada laga terakhir menjadi puncak keterpurukan Indonesia. Kekalahan untuk kedua kalinya dari Filipina di SEA V League ini menegaskan, Indonesia bahkan sudah kesulitan bersaing menembus tiga besar Asia Tenggara. 

Padahal, di turnamen ini, Indonesia diperkuat salah satu pemain terbaiknya, Megawati Hangestri Pertiwi. Pemain berusia 25 tahun itu adalah pemain bola voli putri Indonesia yang punya pengalaman berkarier di luar negeri, mulai dari Liga Thailand, Vietnam, hingga Korea Selatan.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, saat pelepasan tim menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Dalam dua musim di Korea Selatan bersama Red Sparks, misalnya, Megawati menjadi tumpuan tim di setiap laga. Pada musim perdana, Megawati mengantarkan Red Sparks menembus playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Semusim berselang, pemain asal Jember, Jawa Timur, ini membawa Red Sparks menembus babak final. 

Dengan performa dan pencapaian gemilang di Negeri Ginseng itu, wajar kehadiran Megawati di timnas menumbuhkan harapan. Dalam turnamen sebelumnya di turnamen Asia, AVC Nations Cup 2025, pada Juli, Megawati absen. Saat itu, Indonesia gagal memenuhi target lolos semifinal dan finis peringkat kelima dari total 11 peserta.

Ketika bergabung, Megawati diharapkan mendongkrak performa timnas di turnamen dengan level Asia Tenggara ini. Terlebih, pemain yang dijuluki ”Megatron” oleh para penggemar ini juga ditunjuk sebagai kapten tim. 

Quote

Inkonsistensi di penerimaan dan transisi serangan membuat lawan lebih dominan di poin-poin penting.

Megawati sebenarnya cukup jadi tulang punggung tim bersama outside hitter Mediol Yoku dan Ersandrina Devega. Pada putaran kedua, misalnya, Megawati menyumbang total 28 poin. 

Jumlah ini memang jauh dari kemampuan Megawati yang bisa mencetak hingga 38 poin dalam pertandingan saat bersama Red Sparks. Namun, dari total 28 poin, 18 di antaranya dicetak saat melawan Thailand dan jadi total poin terbanyak dalam pertandingan. 

Outside hitter timnas bola voli putri Indonesia, Mediol Yoku, bersiap melakukan servis saat melawan Vietnam dalam putaran kedua SEA V League 2025 di Gimnasium Ninh Binh, Ninh Binh, Vietnam, Sabtu (9/8/2025).

Walakin, hal itu belum cukup untuk mendongkrak performa timnas. Secara keseluruhan, tim masih kerap menunjukkan inkonsistensi dalam menyerang dan bertahan. Aspek komunikasi pun masih jadi problem. 

Beberapa kelemahan timnas putri itu diakui oleh manajer Luciana Taroreh. ”Inkonsistensi di penerimaan dan transisi serangan membuat lawan lebih dominan di poin-poin penting,” kata Luciana.

Problem komunikasi ini tak lepas dari belum terbentuknya chemistry di dalam skuad. Megawati sebenarnya sebelum berangkat meyakinkan bahwa chemistry di tim sudah terjalin. 

Namun, hal itu terbangun bukan karena panjangnya waktu yang dihabiskan para pemain untuk berlatih bersama. Menurut Megawati, chemistry itu sudah terbentuk sejak timnas terbentuk pada tahun-tahun sebelumnya.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Ersandrina Devega Salsabila, berusaha menerima bola kontra Filipina dalam laga terakhir SEA V League 2025 putaran pertama di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (3/8/2025). Indonesia kalah dengan skor 1-3 (20-25, 20-25, 25-16, 13-25).

Di sisi lain, persiapan timnas selalu singkat. Ke AVC Nations Cup, mereka berlatih kurang dari dua minggu, tepatnya 10 hari. 

Saat tim lain, seperti tim putri U-21, telah berlatih di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 22 Mei 2025, para pemain timnas putri senior belum muncul. Pelatih Octavian mengatakan, skuadnya belum lengkap. Beberapa pemain memang masih menjalani beragam acara bersama klub.

Untuk SEA V League, persiapan juga tak beda jauh. Bahkan, Devega mengatakan, pemain baru lengkap ketika menjelang keberangkatan. Ia pun tak memungkiri, skuad yang tak lengkap akan berpengaruh pada permainan dan komunikasi di lapangan. 

Dengan rentetan hasil buruk itu, Indonesia akhirnya hanya bisa finis di peringkat keempat klasemen akhir SEA V League. Dari enam laga, Indonesia gagal meraih satu pun kemenangan. Megawati Hangestri dan kawan-kawan hanya bisa mencuri dua set.

Potret timnas bola voli putri Indonesia selepas pelepasan tim menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Posisi itu membuat Indonesia gagal mendapatkan tiket turnamen Asia, AVC Nations Cup 2026. Hanya dua tiket tersedia dari SEA V League untuk berlaga di turnamen tersebut. Tiket itu diraih Vietnam yang keluar sebagai juara dan Filipina sebagai peringkat ketiga.

Thailand, yang menghuni peringkat kedua sekaligus juara putaran pertama, tidak ikut serta di AVC Nations Cup karena berlaga di Liga Voli Nasional atau VNL. Tiket tersisa pun akhirnya menjadi milik Filipina. 

SEA V League adalah turnamen tahunan yang hanya diikuti empat tim, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Setiap tim saling bertemu pada dua putaran. Tim yang memuncaki klasemen akan keluar sebagai juara. 

Harapan tim yunior

Kekalahan beruntun yang mengakibatkan tim Indonesia ada di posisi juru kunci klasemen akhir itu juga dialami pada SEA V League 2024. Seperti edisi tahun ini, Indonesia saat itu tak berhasil meraih satu pun kemenangan. 

Sebelum SEA V League, Lucinana Taroreh menilai Indonesia sebenarnya bisa mengirim skuad terbaik jika tim terdiri dari kominasi pemain senior dan yunior yang tergabung di U-21. Pemain akan saling melengkapi. 

Apalagi, hasil di Kejuaraan Dunia U-21 yang berakhir pada 17 Agustus lalu membuktikan bahwa tim U-21 memiliki potensi. Mereka memenuhi target 16 besar dari total 24 peserta pada debut di ajang dunia. 

Kendati hasil itu tak lepas dari dampak skandal memalukan Vietnam, penampilan Indonesia juga patut diacungi jempol. Dari total sembilan laga, mereka menelan tujuh kekalahan. Empat di antaranya selalu berakhir ketat dalam lima set. 

Para pemain tim bola voli putri U-21 Indonesia berfoto setelah menjalani latihan di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (22/5/2025) sore hingga malam.

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI Loudry Maspaitella mengutarakan, kombinasi tim senior dan yunior ini memang bisa jadi opsi untuk skuad Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Terlebih, pemain yunior juga menjalani persiapan lebih panjang dengan intensitas tinggi di bawah pelatih Marcos Sugiyama. 

Akan tetapi, jika tim baru ini terbentuk dan persiapan kembali singkat seperti yang digelar sebelumnya, sulit mengharapkan performa timnas putri lebih baik. Persiapan minim harusnya tidak lagi jadi lagu lama yang terus dinormalisasi dan jadi alasan atas ketidakberhasilan prestasi. 

Terlebih, ada target menanti di depan mata, yakni mempertahankan prestasi tiga besar di kancah Asia Tenggara lewat SEA Games Thailand 2025. Timnas putri tidak bisa bertumpu pada satu orang, tetapi harus melalui kerja sama antarpemain yang terjalin melalui persiapan matang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra