Meski tak bisa melihat langsung pelantikan kepala daerah oleh Presiden Prabowo, massa pendukung dari sejumlah daerah tetap hadir. Setia menanti di luar Istana.
20 Feb 2025 13:16 WIB · Politik & Hukum
Rombongan pendukung dan simpatisan kepala daerah-wakil kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menyemarakkan acara pelantikan di Jakarta, Kamis (20/2/2025). Mereka rela merogoh kocek pribadi untuk perjalanan dari daerah hingga ke Jakarta untuk menyaksikan momen bersejarah pelantikan tersebut.
Wajah Silvi (48) terlihat berbinar saat berhasil mengambil foto Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di pintu gerbang Silang Monas, Jakarta. Elisa termasuk di antara 961 kepala daerah-wakil kepala daerah yang tengah berjalan berbaris dari Lapangan Silang Monas menuju Kompleks Istana Kepresidenan untuk dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pagi itu.
Walaupun sang gubernur hanya sekilas melambaikan tangan dan tersenyum, Silvi yang terbang dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, itu bangga bukan kepalang. Mengenakan hiasan kepala aksesori bulu-bulu burung dan kacamata hitam, ia terlihat mencolok di antara barisan para pendukung yang hadir.
”Saya bangga bisa ikut momen bersejarah ini. Ini, kan, baru pertama kali seluruh kepala daerah dilantik oleh Presiden. Kami yang berasal dari provinsi paling muda di Indonesia (Papua Barat Daya dibentuk pada akhir 2022) bangga dan ingin datang langsung,” tutur Silvi yang mengaku sebagai anggota tim sukses Elisa Kambu-Ahmad Nausrau dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua Barat Daya 2024.
Baru kali ini Presiden Prabowo melantik gubernur-wakil gubernur serta bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota dan pelantikan digelar di ibu kota negara, Jakarta. Sebelumnya, hanya gubernur-wakil gubernur yang dilantik presiden di Jakarta. Adapun bupati-wakil bupati serta wali kota-wakil wali kota dilantik gubernur di ibu kota provinsi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/f64066c5b89dc44c98498550d063b3af-WhatsApp_Image_2025_02_20_at_12.04.26.jpeg)
Silvi tak sendirian. Menurut dia, ada lebih dari 100 warga Papua lain yang datang ke Jakarta untuk melihat tak hanya pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Papua Barat Daya, tetapi juga kepala-wakil kepala daerah lain di Papua. Sebagian berangkat dengan pesawat, tetapi ada pula yang menggunakan kapal laut. Meski menempuh perjalanan berjam-jam hingga berhari-hari jika naik kapal, mereka tetap antusias melakoninya.
”Mereka pakai uang sendiri, enggak ada donaturnya. Senang saja bisa mendampingi kepala daerah saat pelantikan dan ikut meramaikan,” kata Silvi.
Di Jakarta, Silvi menginap beberapa hari di hotel. Momen menghadiri pelantikan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menengok putranya yang bekerja di Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/af5513ad11c9218cd5d835c01d3b05d5-WhatsApp_Image_2025_02_20_at_12.04.27.jpeg)
Selain Silvi, Eka (41) juga sudah tiba di Lapangan Silang Monas sejak pukul 07.30 WIB. Meskipun tinggal di Jakarta, ia hadir sebagai pendukung dan simpatisan dari Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Wesly Silalahi. Ia datang bersama keluarganya untuk menyaksikan pelantikan kepala daerah tersebut.
”Saya mau mengenal pemimpin-pemimpin daerah yang berasal dari kota kelahiran saya. Soalnya kemarin (saat Pilkada 2024), kami sekeluarga mendukung wali kota terpilih ini,” ujar Eka.
Sama seperti pendukung lain, Eka bangga bisa menyaksikan pelantikan serentak di Istana meski hanya bisa melihat dari gerbang Monas dan hanya bisa melihat saat para pemimpin daerah berbaris menuju kompleks Istana. ”Kami ingin melihat, serunya seperti apa, sih,” ucapnya.
Para pendukung kepala-wakil kepala daerah yang hadir pagi itu dilarang masuk ke Silang Monas tempat kepala-wakil kepala daerah berkumpul sebelum menuju lokasi pelantikan di Istana. Mereka pun dilarang untuk masuk ke dalam Istana dan melihat langsung acara pelantikan.
Tak sebatas hadir dan menyaksikan acara pelantikan, mereka yang hadir pun menyampaikan harapan kepada kepala-wakil kepala daerah. Eka, misalnya, berharap Wesly Silalahi-Herlina menjadi pemimpin yang amanah. Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin harus mau mendengar masukan dari masyarakat.
”Pemimpin juga harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk rakyat. Harapan kami itu saja,” katanya.
Sementara itu, Silvi berharap Elisa Kambu-Ahmad Nausrau bisa mewujudkan janji-janji kampanye mereka. ”Harapan tertinggi rakyat Papua Barat Daya itu bisa hidup nyaman dan aman. Selain itu juga perbaikan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ujar Silvi.
Pascapelantikan serentak dan retret kepala daerah yang digelar setelah pelantikan di Akmil, Magelang, menurut Silvi, para pendukung dan simpatisan Elisa Kambu juga akan menggelar pesta rakyat di Sorong untuk merayakan mulai menjabatnya Elisa-Ahmad. ”Pastinya ada pesta rakyat, tetapi itu yang membuat adalah sukarelawan,” tambahnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/14/3e2ad2ed-0fed-4f25-a404-66dd9b052230_jpg.jpg)
Merujuk pada jajak pendapat Kompas, 10-13 Februari 2025, sebanyak 71,2 persen responden menyatakan puas dengan proses politik di daerah, mulai dari pemilihan hingga menjelang pelantikan. Selain itu, terdapat 74,5 persen responden yang mengatakan mengetahui sosok kepala daerah yang bakal mulai bekerja di wilayahnya.
Relatif tingginya pengenalan publik ini dapat pula dibaca sebagai kemauan masyarakat untuk aktif dalam proses politik di daerahnya. Dengan kata lain, masyarakat tidak apatis terhadap sosok pemimpin yang akan membawa dampak dalam keseharian hidup mereka di daerah.
Selain apresiasi terhadap proses politik dan pengenalan yang tinggi, sisi positif menyambut pelantikan kepala daerah juga dapat dibaca dari tingkat keyakinan publik terhadap kapasitas sosok terpilih untuk memimpin daerahnya dengan baik.
Tidak kurang dari 75,8 persen responden menyatakan keyakinannya bahwa kepala daerah yang akan dilantik memiliki kapasitas untuk memimpin daerah secara mumpuni. Bahkan, dari angka tersebut, terdapat 10,8 persen responden yang menyatakan sangat yakin.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/19/2b3c6fed-5789-4dd1-9713-2016fc882a81_png.png)
Masih dari jajak pendapat tersebut, terpotret pula 68,9 persen responden yang mengungkapkan keyakinan bahwa aspirasi rakyat akan didengarkan oleh pimpinan daerah yang baru. Relatif rendahnya tingkat keyakinan penyerapan pendapat masyarakat ini menjadi pengingat kepala daerah untuk lebih terbuka dan melibatkan rakyat dalam pengambilan kebijakan.
Dengan tingkat keyakinan lebih rendah lagi, hanya 55,9 persen responden yang menyatakan yakin bahwa kepala daerah baru akan memenuhi janji-janji kampanye. Itu berarti terdapat hampir separuh responden yang meragukan bahwa janji kampanye akan diwujudkan.
Hal ini menjadi alarm kuat pemerintah daerah untuk benar-benar menjalankan program-program yang dikampanyekan selama pilkada. Selain itu, dapat dibaca pula bahwa publik saat ini masih skeptis bahwa janji kampanye akan dipenuhi oleh pemerintah. Padahal, janji kampanye menjadi salah satu indikator kuat pemilih menjatuhkan pilihannya.
Cukup rendahnya tingkat keyakinan publik dalam dua poin di atas selayaknya dijawab dengan langkah-langkah konkret oleh kepala daerah. Sisi ekonomi dan pemerintahan yang bersih menjadi penekanan harapan publik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/13/dc7b34a9-1067-4185-9456-abf0e2d35b6a_jpg.jpg)
Terdapat 34,1 persen responden yang berharap pemerintahan daerah baru dapat meningkatkan ekonomi dan memperluas lapangan kerja di daerah. Selanjutnya, terdapat 25,9 persen responden yang berharap pemerintah daerah baru menjamin pemerintahan yang transparan dan bersih alias bebas korupsi. Tidak kalah penting, terdapat 16,2 persen responden yang berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan.
Selain itu, terpotret 32,6 persen responden yang menilai keberhasilan kepala daerah menjalankan tugasnya terletak pada pelibatan partisipasi masyarakat dalam program-program di daerah.
Berikutnya, 22,4 persen responden menyatakan kemampuan menjaga pemerintahan yang bersih akan menentukan keberhasilan pemerintah daerah. Selain itu, jiwa kepemimpinan dan visi yang jelas dinilai oleh 15,8 persen responden akan menentukan pula.
Setelah pelantikan oleh Presiden Prabowo di halaman tengah Istana Kepresidenan usai, para pemimpin daerah dengan menggunakan bus listrik Transjakarta kembali ke Silang Monas. Mereka disambut antusias para pendukungnya yang rela datang dari sejumlah daerah. Kini, setelah resmi menjabat sebagai kepala-wakil kepala daerah, setumpuk harapan publik menanti untuk segera direalisasikan. Selamat bekerja!
Penulis:
Dian Dewi PurnamasariEditor:
A. Ponco Anggoro