Dari Stadion Vitality Terpancar Sifat Pendendam Arsenal

Arsenal sukses membalikkan semua kekalahan musim lalu hanya dalam separuh perjalanan musim ini. Bournemouth jadi pembuktian terakhir sifat pendendam Arsenal.

04 Jan 2026 06:38 WIB · Olahraga

AP/ALASTAIR GRANT

Oleh Kelvin Hianusa

BOURNEMOUTH, SABTU — Arsenal sukses menuntaskan semua dendam dari musim lalu setelah kemenangan atas Bournemouth. Tiga kekalahan mereka di musim sebelumnya diubah menjadi tiga kemenangan di musim ini. Dari sifat pendendam skuad Arsenal yang terpancar, terlihat jelas perkembangan signifikan ”Si Meriam”.

Arsenal susah payah mencuri tiga poin lewat kemenangan 3-2 di Stadion Vitality, Bournemouth, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu akibat blunder bek Gabriel Magalhaes, tim tamu membalikkan keadaan berkat gol balasan instan Gabriel dan brace gelandang Declan Rice.

Quote

Kami tahu laga itu akan berjalan sangat sulit. Untuk bisa mengambil tiga poin dan bagaimana cara kami mendapatkan itu adalah hal yang sangat penting.

Walaupun Bournemouth belum pernah menang sejak akhir Oktober, laga itu tidak mudah bagi Arsenal. Kesulitan itu bisa terlihat dari skor yang sangat tipis. Tim tamu sampai harus menumpuk semua pemain di kotak penalti sendiri pada detik-detik akhir. Bournemouth sempat membangkitkan asa seusai gol hiburan pemain pengganti Junior Kroupi di menit ke-76.

Bek Arsenal Gabriel Magalhaes (kiri) mengekspresikan kekecewaannya setelah gol dari pemain Bornemouth Evanilson dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Minggu (4/1/2026) WIB. Gol pembuka Bournemouth bermula dari kesalahan umpan Gabriel. Gabriel menebus dosanya dengan sumbangan gol hanya dalam enam menit berselang.

Adapun Bournemouth adalah satu-satunya tim yang mengalahkan mereka di laga kandang dan tandang musim lalu. ”Kami tahu laga itu akan berjalan sangat sulit. Untuk bisa mengambil tiga poin dan bagaimana cara kami mendapatkan, itu adalah hal yang sangat penting,” kata Rice.

Kemenangan atas Bournemouth sekaligus menyudahi misi pembalasan dendam Arsenal. Hanya ada tiga tim yang bisa mengalahkan mereka di musim sebelumnya, yaitu Newcastle, West Ham, dan Bournemouth. Arsenal sudah menghadapi tiga tim tersebut di musim ini dan berhasil menang.

Arsenal mengubah hasil tiga kali kalah jadi tiga kali menang. Nasib buruk saat bertemu Newcastle dan Bournemouth dalam laga tandang, serta West Ham dalam laga kandang, berhasil dibalikkan. Mereka pun mencatatkan sembilan poin lebih baik daripada musim lalu hanya dari tiga laga tersebut.

Manajer Arsenal Mikel Arteta membocorkan sedikit rahasia dari perubahan drastis itu. Bukan kebetulan, melainkan karena karakter para pemain yang semakin dewasa dan lapar trofi. Itu terlihat dari Gabriel yang langsung membayar kesalahannya dengan gol hanya dalam 6 menit.

”Ketika Anda berbicara tentang pemain yang menunjukkan otoritas dan mendominasi, dia (Gabriel) adalah yang mewakili hal itu di tim ini. Itulah mengapa dia sangat penting. Dia memimpin dan memberikan contoh kepada yang lain. Baru setelah itu hal-hal (positif) lain terjadi,” kata Arteta.

Gelandang Arsenal Declan Rice (kiri) berduel dengan pemain Bournemouth Alex Scott dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Minggu (4/1/2026) WIB.  Rice menjadi pahlawan kemenangan Arsenal dengan sumbangan dua gol. Arsenal menang 3-2 atas Bournemouth.

Gabriel melakukan kesalahan fatal saat laga baru berjalan 10 menit. Dia mengumpan ke penyerang lawan Evanilson yang berdiri bebas di kotak penalti. Alih-alih terpuruk dan krisis percaya diri, bek asal Brasil itu menebus dosanya dengan menghasilkan gol dari skema bola mati di menit ke-16.

Urgensi untuk menang juga diperlihatkan tim tamu seusai turun minum. Sistem hibrida pertahanan tinggi Bournemouth yang bisa berganti dari zona ke man-to-man berhasil melimitasi serangan Rice dan rekan-rekan. Arsenal hanya menghasilkan lima tembakan dari 62,8 persen penguasaan di paruh pertama.

Rice tiba-tiba mengambil alih di paruh kedua. Saat para pemain sayap dan penyerang benar-benar dijaga ketat, sang gelandang mencari celah dengan masuk ke kotak penalti. Dua kali pergerakannya ke kotak penalti sukses menjadi gol. Itu merupakan brace pertama Rice sepanjang kariernya di Liga Inggris.

Perjuangan Rice untuk bisa kembali bermain dipuji oleh sang manajer. Dia sempat absen di laga sebelumnya karena mengalami pembengkakan di area lutut. ”Dia mengerahkan begitu banyak tenaga dalam beberapa hari terakhir untuk bisa bermain hari ini. Padahal, kami tidak tahu kapan dia bisa kembali. Tim mendapatkan dua gol luar biasa berkat upaya itu,” ujar Arteta.

Karakter kuat skuad Arsenal tercipta dari tumpukan penderitaan di masa lalu. Mereka ingin menebus rasa penasaran juara setelah tiga kali beruntun menjadi runner-up liga. Sejauh ini, Si Meriam berada di jalur yang tepat. Mereka masih berada di puncak klasemen pada pekan ke-20 seusai hasil tadi, unggul enam poin dari peringkat kedua Aston Villa.

Gelandang Bournemouth, Lewis Cook, mengatakan, tim sudah menampilkan performa terbaik walaupun belum tecermin dari hasil. Baginya. Arsenal berada di level berbeda musim ini. ”Kami melawan tim yang benar-benar papan atas. Mereka berada di puncak klasemen karena suatu alasan,” ujarnya.

Penyerang sayap Bournemouth Antoine Semenyo (kiri) berupaya melewati bek sayap Arsenal Piero Hincapie dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Minggu (4/1/2026) WIB. Semenyo tetap bermain sepanjang 90 menit di tengah isu kepindahan ke Manchester City.

Penyerang sayap Bournemouth, Antoine Semenyo, sempat diisukan akan segera bergabung dengan Manchester City di bursa transfer Januari. Namun, Semenyo masih tampil dari awal hingga akhir laga di Stadion Vitality. Hanya saja, dia tidak mampu membuat banyak perbedaan sepanjang 90 menit.

Arsenal saat ini sedang menunggangi tren lima kemenangan beruntun di liga. Itu menjadi modal yang bagus untuk Jumat depan. Mereka akan menjamu juara bertahan Liverpool di Stadion Emirates. Adapun Arsenal kalah dalam pertemuan pertama di markas Liverpool. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto